Pengobatan Tuberkulosis Paru dan Diabetes Melitus serta Pengaruhnya terhadap Risiko Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB)

Karimah Khitami Aziz

Abstract


Abstrak: Negara dengan peningkatan kejadian DM menjadikan prevalensi TB paru semakin meningkat. Tuberkulosis (TB) paru merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun kedua-duanya. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang berkaitan dengan gangguan fungsi imunitas tubuh, sehingga penderita lebih rentan terserang infeksi, termasuk TB paru. Efek OAT lini I pada TB akan menurun bila dibarengi dengan pengobatan DM, sehingga akan menimbulkan kasus MDR-TB. Kasus MDR-TB disebabkan oleh berbagai faktor yang pada penulisan ini diakibatkan oleh pengobatan yang tidak adekuat sehingga kuman menjadi kebal dengan OAT, sehingga pasien TB paru yang menderita penyakit DM akan mengalami resistensi.  

Kata Kunci : Tuberkulosis, Diabetes Melitus, Multi-Drug Resistant Tuberculosis.



Full Text:

PDF

References


N. Afiat, S. Mursyaf, H. Ibrahim. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (tb) paru di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar. Higiene, vol. 4(1), pp. 33-40. 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin: tuberkulosis. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2018.

World Health Organization. WHO methods data sources for global burden of disease estimates 2000-2016. Geneva: WHO Press 2018.

Kementerian Kesehatan RI: Petunjuk teknis manajemen dan tatalaksana tuberkulosis anak. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2016.

D. F. Fauziah dan A. M. Masrul Basyar. Insidensi Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit di RSUP Dr. M. Djamil Padang. J Kesehat Andalas. vol. 5(2), pp. 297–8. 2016.

I. Wijaya. Tuberkulosis Paru pada Penderita Diabetes Melitus. Cdk-229. vol. 42(6), pp. 412–7. 2015.

World Health Organization. Global tuberculosis report 2012. Geneva: WHO Press. 2012.

P. C. Hopewell, E. L. Fair, M. Uplekar. Updating the internation standards for tuberculosis care. J Ann Am Thorac So. vol. 11(3), pp. 273-85. 2014.

P. Kusnanto, V. Eko, H. Pakiding, D. Nurwidiasih. Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB): Tinjauan Epidemiologi dan Faktor Risiko Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis. MKB. vol. 46(4), pp. 189–96. 2014.

Q. Liu, W. Li, M. Xue, Y. Chen, X. Du, C. Wang, et al. Diabetes mellitus and the risk of multidrug resistant tuberculosis: A meta-analysis. vol. 7(1), pp. 1–7. 2017.

S. Sulaiman, M. Zain, M. Munyin, Abdul, M. Tajuddin, Khairuddin. Tuberculosis Among Diabetic Patient. Webmed Central Infect Dis. vol. 32(3), pp. 1–13. 2011.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis. Pedoman diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. 2006

Perhimpunan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PERKENI. 2011.

N. Gawde dan A. Viswanathan. Effect of type II diabetes mellitus on treatment outcomes of tuberculosis. Lung India. vol. 31(3), pp. 244. 2014.

M. Niemi, J. T. Backman, M. Neuvonen, P. J. Neuvonen, K. T. Kivisto. Effects of rifampin on the pharmacokinetics and pharmacodynamics of glyburide and glipizide. Clin Pharmacol Ther. vol. 69(6), pp. 400–6. 2012.

N. Lumbanraja. Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Tipe II dengan Tuberkulosis Paru di RSUD DR. Pirngadi Medan Tahun 2016. Repositori Universitas Sumatra Utara. 2017.

R. Ruslami, R. E. Aarnoutse, B. Alisjahbana, A. J. A. M. Van Der Ven, R. Van Crevel. Implications of the global increase of diabetes for tuberculosis control and patient care. Trop Med Int Heal. vol. 15(11), pp. 1289–99. 2010.

S. M. Alavi, M. M. Khoshkhoy. Pulmonary tuberculosis and diabetes mellitus: Co-existence of both diseases in patients admitted in a teaching hospital in the southwest of Iran. Casp J Intern Med. vol. 3(2), pp. 421–4. 2012.

A. Badawi, S. Sayegh , M. Sallam M, E. Sadoun, M. Al-Thani, M. W. Alam, et al. The Global Relationship Between the Prevalence of Diabetes Mellitus and Incidence of Tuberculosis: 2000-2012. Glob J Health Sci. vol. 7(2), pp. 183–91. 2014.

B. I. Restrepo, S. P. Fisher‐Hoch, P. A. Pino, A. Salinas, M. H. Rahbar, F. Mora, et al. Tuberculosis in Poorly Controlled Type 2 Diabetes: Altered Cytokine Expression in Peripheral White Blood Cells. Clin Infect Dis. vol. 47(5), pp. 634–41. 2008.

A. M I. Saktiawati dan Y. W. Subronto. Influence of Diabetes Mellitus on the Development of Multi Drug Resistant-Tuberculosis in Yogyakarta. Acta Med Indones. vol. 50(1), pp. 11–7. 2018.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2013.

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Jurnal tuberkulosis indonesia. vol. 8, pp. 1-35. 2012.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2014.

Kementerian Kesehatan RI. Strategi Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2014.

S. T. Balewgizle, M. M. Melkamu, A. T. Andreas, A. A. Mamaru, D. H. Tesfa. Association between diabetes mellitus and multi-drug-resistant tuberculosis: Evidence from a systematic review and meta-analysis. Medical and Health Sciences Public Health and Health Services. vol. 7(1). 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sekretariat:

Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU

Jalan Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217

Kontak: 0813-7515-0018, E-mail: amj_fk@umsu.ac.id.

 

E-ISSN: 2614-5219