Perbedaan Daya Hambat Ekstrak dan Air Perasan Bawang Putih (Allium Sativum) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Secara In Vitro.

Micheel Sarah A, Verawaty Simorangkir, Ade P Simaremare

Abstract


Abstrak: Menurut data WHO, diare merupakan penyebab kedua kematian pada anak balita dan setiap tahun diare membunuh sekitar 525.000 anak balita. Rotavirus dan Escherichia coli adalah dua agen etiologi diare paling umum di negara - negara berkembang. Bawang putih (Allium sativum) telah dikenal sejak dahulu sebagai tanaman yang memiliki khasiat obat dan salah satunya bermanfaat dalam pengobatan diare.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak dan air perasan bawang putih memiliki perbedaan daya hambat  pertumbuhan bakteri Escherichia coli secara in vitro. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental analitik laboratorik dan dilakukan pada bulan Juli 2017 sampai November 2017 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan. Sampel dalam penelitian ini adalah bakteri Escherichia coli yang dikultur dalam media agar McConkey. Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah bawang putih (Allium sativum) dalam bentuk ekstrak dan air perasan yang dibuat dalam beberapa konsentrasi (5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%). Metode yang digunakan adalah metode disk diffusion. Hasil uji One Way ANOVA terhadap rata-rata daya hambat ekstrak dan perasan bawang putih dengan berbagai konsentrasi didapatkan nilai p < 0,05,yang menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara ekstrak dan perasan bawang putih. Setelah dilakukan uji post hoct di dapatkan konsentrasi ekstrak 5% dengan air perasan 100% (p=0,009), ekstrak 75% dengan air perasan 5% (p=0,002) dan 25% (p=0,009) dan ekstrak 100% dengan air perasan 5% (p=0,013) dan 50% (p=0,046). Tidak terdapat perbedaan daya hambat antara konsentrasi 75% dan 100% baik pada ekstrak maupun perasan bawang putih, ini membuktikan tidak adanya perbedaan daya hambat antara ekstrak dan perasan bawang putih. Namun bila di bandingkan dengan obat standar daya hambat ini masih rendah. Simpulan, Tidak ada perbedaan antara ekstrak dan perasan bawang putih.

Kata kunci: ekstrak dan perasan air bawang putih, Escherichia coli, Disk diffusion.



Full Text:

PDF

References


Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, editors. Diare Akut. In: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. IV. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2007. p. 408–9.

WHO | Diarrhoeal disease [Internet]. [cited 2017 Jun 1]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/

Mikaili P, Maadirad S, Moloudizargari M, Aghajanshakeri S. Therapeutic Uses and Pharmacological Properties of Garlic, Shallot, and Their Biologically Active Compounds. Iran J Basic Med Sci [Internet]. 2013;16:1031–48. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3874089/pdf/ijbms-16-1031.pdf

Rahman MM, Fazlic V, Saad NW. Antioxidant properties of raw garlic (Allium sativum) extract. Int Food Res J. 2012;19(2):589–91.

Viswanathan V, Phadatare AG, Mukne A. Antimycobacterial and Antibacterial Activity of Allium sativum Bulbs. Indian J Pharm Sci [Internet]. 2014 May [cited 2017 Dec 14];76(3):5–7. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25035540

Jawetz, Melnick, Adelberg. Mikrobiologi Kedokteran. 25th ed. Elferia R, Ramadhani D, Karolina S, Indriyani F, Rianti SS, Yulia P, editors. Jakarta: EGC; 2013.

Feng S, Eucker TP, Holly MK, Konkel ME, Lu X. Investigating the Responses of Cronobacter sakazakii to Garlic-Drived Organosulfur Compounds : a Systematic Study of Pathogenic- Bacterium Injury by Use of High-Throughput Whole-Transcriptome Sequencing and Confocal Micro-Raman Spectroscopy. Appl Environ Microbiol [Internet]. 2014;80(3):959–71. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3911221/pdf/zam959.pdf

Borlinghaus J, Albrecht F, Gruhlke MCH, Nwachukwu ID, Slusarenko AJ. Allicin: Chemistry and Biological Properties. Molecules [Internet]. 2014;12591–618. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25153873

Booyens J, Thantsha MS. Fourier transform infra-red spectroscopy and flow cytometric assessment of the antibacterial mechanism of action of aqueous extract of garlic ( Allium sativum ) against selected probiotic Bifidobacterium strains. BioMed Cent [Internet]. 2014;1–11. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4137090/pdf/12906_2014_Article_1

Salim HHU. Pengaruh Aktivitas Antimikroba Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Bakteri Gram Positif (Staphylococcus aureus ) dan Gram Negatif (Escherichia coli ) secara In Vitro [Internet]. Universitas Lampung; 2016. Available from: http://digilib.unila.ac.id/21796/19/.pdf

Karina R. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. [Internet]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2013. Available from: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/26406/1/Rina Karina-FKIK.pdf

Lee HJ, Suh HJ, Han SH, Hong J, Choi H-S. Optimization of Extraction of Cycloalliin from Garlic (Allium sativum L.) by Using Principal Components Analysis. Prev Nutr food Sci [Internet]. 2016 Jun [cited 2017 Dec 14];21(2):138–46. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27390731


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sekretariat:

Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU

Jalan Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217

Kontak: 0813-7515-0018, E-mail: amj_fk@umsu.ac.id.

 

E-ISSN: 2614-5219