Uji Resistensi Larva Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Insektisida Golongan Karbamat Di Kecamatan Medan Denai

muhammad teguh syahputra

Abstract


Pendahuluan : Aedes aegypti merupakan nyamuk vektor utama penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Berbagai macam upaya telah dilakukan untuk pengendalian nyamuk Aedes aegypti salah satunya dengan cara penyemprotan (fogging) insektisida karbamat. Penggunaan dari insektisida karbamat yang tidak rasional maka menyebabkan peningkatan enzim asetilkolinesterase sehingga hasil nya nanti menimbulkan resistensi terhadap nyamuk Aedes aegypti. Tujuan : Mengetahui status resistensi larva nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida golongan Karbamat di Kecamatan Medan Denai. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan metode potong lintang, yang menggunakan 276 larva nyamuk Aedes aegypti. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini diperoleh larva nyamuk yang rentan terhadap insektisida karbamat sebesar 66.3%, sedangkan sebesar 33.7% larva nyamuk toleran terhadap insektisida karbamat dan larva nyamuk yang bersifat resisten tidak dijumpai. Kesimpulan : Sebanyak 33.7% larva nyamuk Aedes aegypti toleran terhadap insektisida golongan karbamat.

Full Text:

PDF

References


Ishartadiati K. Aedes aegypti Sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue DBD. Univ Wijaya Kusuma Surabaya. 2009:8.

Dewi R, Astuti I, Siswanti LH, Suhartini A. Sebaran Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue ( Aedes aegypti ) di Universitas Islam Bandung. Journal Global Medical and Health Communication. 2015;4(2):82-86.

Sayono, Qoniatun S, Mifbakhuddin. Pertumbuhan Larva Aedes aegypti pada Air yang Tercemar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2011;7(1):15-22.

Rahayu N, Sulasmi S, Suryatinah Y. Status kerentanan Aedes aegypti terhadap beberapa golongan insektisida di Provinsi Kalimantan Selatan. Journal of Health Epidemiology and Communicable Disease. 2018;3(2):56-62.

Dinas Kesahatan Provinsi Sumatera Utara. Profil Kesehatan Sumatera Utara 2012. Profil Kesehatan Sumatera Utara 2012. 2012:23. http://diskes.sumutprov.go.id.

Kementerian Kesehatan RI. Demam Berdarah Dengue. Buletin Jendela Epidemiologi. 2010;2:48.

Lesmana SD. Resistensi Aedes aegypti terhadap Insektisida Golongan Organofosfat. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2010;4(1):10-13.

Firmanta Y. Deteksi Resistensi Nyamuk Aedes aegypti yang Berasal Dari Daerah Endemis Dan Non Endemis Dengue di Kota Jambi Berdasarkan Aktivitas Enzim Esterase Non Spesifik Terhadap Insektisida Golongan Piretroid. 2008. Skripsi Oleh Yusuf Firmanta

WHO (World Health Organization). Test procedures for insecticide resistance monitoring in malaria vector mosquitoes. World Health Organisation Tech Rep Ser. 2013:22. doi:10.1007/978-3-642-10565-4

WHO. Global Plan For Insecticide Resistance Management in Malaria Vektor. 2012.

Nusa R, Ipa M, Delia T, Santi M. Penentuan Status Resisteni Aedes aegypti dari Daerah Endemis DBD di Kota Depok terhadap Malathion. Buletin Penelitian Kesehatan. 2008;Vol. 36 No(4):20-25.

Widiastuti D, Sunaryo. Aktivitas Enzim Esterase Pada Populasi Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Malation di Tiga Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan.Yogyakarta. 2018;16 (3):150-157.

Wati, Ratianingsih R, Jaya AI. Mengkaji Model Pengendalian Populasi Aedes Aegypti Dengan Sterile Insect Tehnique (Sit) Dan Kombinasinya Dengan Insektisida. Online Jurnal of Natural Science. 2014;3(1):75-88. doi:10.13663/j.cnki.lj.2014.08.002doi:10.13663/j.cnki.lj.2014.08.002

Widawati M, Nurul H Kusmastuti. Insektisida Rumah Tangga dan Keberadaan Larva Aedes aegypti di Jakarta Selatan. Jurnal Aspirator. 2017;9(November 2015):35-42.

Suyanto, Sri Darnoto dan DA. Pengendalian Nyamuk Aedes aegypti Di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Jurnal Kesehatan. 2011;4:1-13.

Pambudi BC, Tarwotjo U, Hestiningsih R. Efektivitas temephos sebagai larvasida pada stadium pupa Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;6 (1):381-388.

Supartha, IW. Pengendalian Terpadu Vektor Virus Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti ( Linn .) dan Aedes albopictus (Skuse) (Diptera: Culicidae). Makalah disampaikan dalam Seminar DiesUnud 2008. 2008;(September):1-18.

Karauwan, Indri, Janno B B, Bernadus GPW. Uji Resistensi Nyamuk Aedes aegypty Dewasa Terhadap Cypermethrin di Daerah Pasar Tua Bitung 2016. Jurnal Kedokteran Klinik (JKK). 2017;1(3):42-46.

Sari M, Biologi J. Perkembangan Dan Ketahanan Hidup Larva Aedes aegypti Pada Beberapa Media Air Yang Berbeda. skripsi oleh muna sari. 2017.

Candra A. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi , Patogenesis , dan Faktor Risiko Penularan. Jurnal Aspirator. 2010;2(2):110-119.

WHO. Framework for a National Plan for Monitoring and Management of Insecticide Resistence in Malaria Vector.; 2017.

Soenjono SJ. Status Kerentanan Nyamuk Aedes sp. (diptera:culicidae) Terhadap Malation dan Aktivitas Enzim Esterase Non Spesifik di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Jurusan Kesehatan Lingkungan. 2007:1-6.

Pradani FY, Ipa M, Marina R, Yuliasih Y. Status Resistensi Aedes aegypti dengan Metode Susceptibility di Kota Cimahi terhadap Cypermethrin. Journal of Health Epidemiology and Communicable Disease. 2017; 3 (2):18-24.

Pratamawati DA, Irawan AS. Hubungan Antara Perilaku Penggunaan Insektisida Rumah Tangga Dengan Riwayat Pernah Sakit Demam Berdarah Dengue di Provinsi Bali Tahun 2011. Jurnal Spirakel. 2015;7(2):15-27.

WHO. Indoor Residual Spraying an Operational Manual for Indoor Residual Spraying (IRS) for Malaria Transmission Control and Elimination. 2015.

Setyowati, E.A. Biologi Nyamuk Aedes aegypti Sebagai Vektor Demam Berdarah Dengue. Universitas Jenderal Soedirman. 2013.

Sungkar, S. Bionomik Aedes Aegypti, Vektor Demam Berdarah Dengue. Majalah Kedokteran Indonesia. 2005; 55 (4): 384-389




DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Famj.v3i3.4669

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kedokteran Anatomica/ Anatomica Medical Journal (AMJ) 

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi 
Jl. Gedung Arca No 53 Medan-Sumatera Utara, Indonesia.
E-mail: amj_fk@umsu.ac.id || Editorial Contact: 081375150018

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.