Kajian Antropometri Indeks Nasalis Suku Jawa, Batak Dan Melayu Pada Mahasiswa FK UISU Kota Medan 202

Wan Muhammad Ismail

Abstract


Antropometri wajah dikenal sebagai ilmu mengenai pengukuran dan analisis proporsi wajah manusia dan memberikan informasi penting tentang perbedaan dalam bentuk dan ukuran berbagai ras, usia, dan jenis kelamin. Ukuran, bentuk dan posisi hidung menentukan penampilan wajah yang estetis dan penting dalam prognosis perawatan,  referensi untuk prosedur diagnostik, klinis, dan forensik. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang berbagai bentuk indeks nasalis pada suku Jawa, Batak, Melayu. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan metode potong lintang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan melakukan pengukuran. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 75 orang masing-masing suku 25 orang. Hasil: Berdasarkan Indeks nasalis lepthorhine paling besar pada suku jawa 60 % mesorhine paling besar suku Melayu 41,4% dan kategori platyrrhine paling besar suku Jawa dan Batak masing-masing 34,3%, hyperchamarine masing-masing 33,3% pada suku Jawa Melayu dan Batak. Kesimpulan: Variasi indeks nasalis membuktikan bahwa adanya kemungkinan gene pool yang memberikan variasi pada populasi masyarakat. Kumpulan gen populasi tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu melalui proses evolusi. Hal ini dapat terjadi karena berbagai macam mekanisme, termasuk diantaranya mutasi, seleksi alam, dan pergeseran genetik.

Kata Kunci: Indeks nasalis, mahasiswa, suku

Kata Kunci: Indeks nasalis, mahasiswa, suku

Full Text:

PDF

References


Sivaraj A. Essentials of orthodontics. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publisher, 2013: 11-6,59,79-81,171-7,218-25,425-7,448-57

Karad A. Clinical orthodontics current concepts, goals, mechanics. 2nd Edition. New Delhi: Elsevier: 13-9,51,112-7,182-8.

Alvi FB, Pears R, Kasabov N. An evolving spatio-temporal approach for gender and age group classsification with spiking neural networks. Evolving Systems 2017; 9(2): 145-56.

Mehrparvar, A. H., Mirmohammadi, S. J., Hafezi, R., Mostaghaci, M., dan Davari, M. H. 2015. Static anthropometric dimensions in a population of Iranian high school students: considering ethnic differences. Human factors, Vol. 57(3):447-460

Wickens, C. D., Lee, J. D., Liu, Y., Becker, S. E. G. 2004. An Introduction to Human Factors Engineering, 2nd ed., New Jersey: Prentice Hall.

Purnomo H 2013, antropometri dan aplikasinya Yogyakarta cetakan I Graha Ilmu

Islam M, Alam MK. A 3D study of facial skeleton morphometry using CT Scan: An Overview. Int Med J 2017; 24(4): 326-9.

Kainz O, Michalko M, Jakab F. On the extraction of anthropometric parameters by visual and non-visual means. EAI Endorsed Transactions on Pervasive Health and Technology 2017; 3(12): 1-6

Wall BM. 1998. Facial Analysis. In : Bailey, B.J. Head and Neck SurgeryOtolaryngology 2nd ed. Philadelphia. Lippinccott-Raven : pp. 2531- 44.

Becker DG. 2003. Rhinoplasty. Journal of Long-Term of Medical Implants, 13(3) : pp. 223-46. Becker DG, Toriami DM. 2008. Rhinoplasty analysis. Available from URL : http://www.therhinoplasty center.com/Rhinoplasty Manual/ch2_1.html

Finn JC. 2005. Rhinoplasty, Broad Nasal Tip. Available from URL : www.emedicine.com/ent/topic111.htm.

Singh G, ed. Textbook of orthodontics. 2nd Edition. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers, 2007: 3,68,123-30

Sforza C, Grandi G, de Menezes M, Tartaglia GM, Ferrario VF. Age and sex related changes in the normal human external nose. Forensic Sci International 2010; 204: 205.e1-205e9.

Rajakshmi CH, Singh MS, Devi HB. Chandramanisingh L. Cephalic index of foetues of Manipuri population – A baseline study. J Anat Soc India 2001;50:810.

Matory Jr WE, Falces E. 1986. Non-Caucasian Rhinoplasty : A 16-Year Experience. Plasctic and Reconstructive Surgery : pp. 239-51.

Milgrim LM, Lawson W, Cohen AF. 1996. Anthropometric Analysis of the Female Latino Nose. Revised Aesthetic Concepts and Their Surgical Implications. Arch Otolaryngol Head Neck Surg/Vol 122, Oct : pp. 1079-86.

Stevens R, Calhoun K, Quinn FB. 1997. Facial Analysis. Dept of Otolaryngology, UTMB, Galveston. Available from URL :http://utmb.edu/otoref/grnds/facial2.html.

Hodgkinson DJ. 2007. The Eurasian Nose : Aesthetic Principles and Techniques for Augmentation of the Asian Nose with Autogenous Grafting. Journal of Aesthetic Plastic Surgery. Vol. 31 : pp. 28-31.

Oluwayinka Paul, et all. 2015. An Anthropometric Study of some Basic Nasal Parameters of Three Major Ethnic Groups in Kogi State, Nigeria. American Journal of Clinical and Experimental Medicine 2015; 3(2): 62-67

Rahmawati, Julianita et al. 2006. Analisis Fotometrik Wajah Suku-Suku di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Studi Anthropometrik Sub Ras Deutro Melayu dan Proto Melayu) Dibawakan pada 1st ENT Head And Neck Conference Jakarta, Desember.

Sari AK 2018 ,Variasi Morfologi Hidung Masyarakat Suku Bangsa Minangkabau Dikota Surabaya Jawa Timur J.Antropologi UNAIR

Muhardiansyah Y. Jangan salah, warga Medan tak selalu identik dengan orang Batak. Merdeka. 2015 Sep 19; 1.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penduduk menurut jens kelamin, rasio jenis kelamin dan kabupaten/kota 2016. 9 April 2018.https://sumut.bps.go.id/frontend/linkTabelStatis/view/id/57 7. (13 November 2018). 52.

Erlangga, Mirta HR. ‘Antropometri dan Analisis Wajah dengan Menggunakan Rhinobase Software pada Perempuan Jawa Murni di Jakarta, Tesis, Universitas Indonesia. 2006. pp. 1-91

Farhan SS, Al-Jewari WM, Afar AQ, et al. Anthropometric Study of Nose Parameters in Iraqi Arabic and Kurdish Subjects. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology 2020; 14(2): 2027-33.

Mulyana B, 2007, ‘Ukuran dan Bentuk Hidung Pada Suku Batak’, Tesis, Universitas Sumatera Utara, pp. 1-61

Karolina A, Rusman AA, Syukriani Y. The Similarity Between Chinese Indonesian, Sundanese and Bataknese Based on Facial and Nasal Index. Ejki 2020; 8(2): 81-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Famj.v5i1.8782

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kedokteran Anatomica/ Anatomica Medical Journal (AMJ) 

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi 
Jl. Gedung Arca No 53 Medan-Sumatera Utara, Indonesia.
E-mail: amj_fk@umsu.ac.id || Editorial Contact: 081375150018

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.