Risiko Infeksi Menular Seksual pada Homoseksual

Arridha Hutami Putri, Richard Hutapea

Abstract


Abstrak: Infeksi menular seksual (IMS) menimbulkan beban morbiditas dan mortalitas serta secara langsung berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan reproduksi.Seiring dengan perkembangan sosial, demografi dan migrasi penduduk, populasi berisiko tinggi juga meningkat pesat, terutama homoseksual. Homoseksual, istilah yang digunakan bagi orang dengan orientasi seksual terhadap jenis kelamin yang sama. Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) dan wanita yang berhubungan seks dengan wanita (WSW) merupakan bentuk perilaku seksual. Berdasarkan studi, IMS yang sering dijumpai pada LSL dan biseksual adalah sifilis, gonore, infeksi klamidia, uretritis non gonore, limfogranuloma venerum, infeksi Herpes simplex virus (HSV) tipe 2, Human papilloma virus (HPV), gay bowel syndrome serta Human Immunodeficiency Virus (HIV). Kelompok ini 17 kali lebih berisiko menderita kanker anus dibandingkan lelaki heteroseks. WSW juga memiliki faktor risiko IMS diantaranya lesi oral aktif (HSV, sifilis dan gonore), tertular sekret servikovaginal dan anorektal yang terinfeksi, hepatitis A, B, C, kuman patogen enterik, HPV, iritasi vulva, infeksi dari penggunaan alat bantu seks tanpa dibersihkan, dan HIV. Oleh karena itu, penting mengetahui risiko IMS akibat perilaku seks di kalangan homoseksual, baik LSL dan WSW. Kedua perilaku seksual tersebut, baik dalam ranah agama maupun ranah sosial disebut sebagai bentuk seks menyimpang.

Kata Kunci: Homoseksual, Infeksi menular seksual, LSL, Risiko seks menyimpang, WSW.


Full Text:

PDF

References


Workowski KA, Bolan GA. Sexually transmitted diseases treatment guideline, 2015. MMWR Recomm Rep: 2015;64(3).

Pedoman nasional penanganan infeksi menular seksual 2016. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan: 2016.

Mayer KH, Dieguez AC. Homosexual and bisexual behavior in men relation to STDs amd HIV infection. In: Holmes KK, Starling PF, Stamm WE, Piot P, Wasserheit JN, Corey L, et al,editors. Sexually transmitted diseases.4thed. Newyork: Mc Graw Hill Medical;2008.p.203-215.

Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Disease. Available at: https://www.cdc.gov/msmhealth/STD.htm ;2016.

Manggia, IM. Risiko Infeksi Menular Seksual pada LGBT. Suara Merdeka.com; 2018

Wook EW, Ndowa F, Mabey D, Bala M, Tun Y. Choosing test for sexually transmitted infection. In: Unemo M, Ballard R, Ison C, Lewis D, Ndowa F, Peeling R, editors. Laboratory diagnosis of sexually transmitted infections, including human immunodeficiency virus. Geneva: World health organization: 2013.

Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Disease Surveillance, 2013. Atlanta (GA): 2014.

Wood, SM, Humara, CS, Dowshen, NL. Human Immunodeficiency Virus, Other Sexually Transmitted Infections and Sexual and Reproductive Health in Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender Youth. Pediatr Clin North Am. 2016; 63(6): 1027-1055. Doi:10.1016/j.pcl.2016.07.006.

Sidjabat FN, Setyawan H, Hadisaputro S. Lelaki seks lelaki: aktifitas seksual dan bagaimana mereka memulainya? (studi kesehatan reprosuksi pada komunitas LSL di kota Semarang). Jurnal IKESMA.2016;12(1):65-78

Firdaus S, Agustin H. Faktor risiko kejadian HIV pada komunitas LSL Mitra yayasan lantera minangkabau sumatera barat. Jurnal kesehatan komunitas. 2013;2(2):94-9.

Marrazo, JM. Lesbian Sexual Behavior in Relation to STDs and HIV Infection. In: Holmes KK, Starling PF, Stamm WE, Piot P, Wasserheit JN, Corey L, et al,editors. Sexually transmitted diseases.4thed. Newyork: Mc Graw Hill Medical;2008.p.219-235

Horowitz JL, Newcomb MD. A multidimensional approach to homosexual identity. Journal of homosexuality. 2012:42(2):1-19

Daili, SF, Nilasari H. Gonore. Dalam: Menaldi SL, et al. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi VII. Badan Penerbit FK UI. 2016; 443-449.

KPAN. Situasi HIV dan AIDS di Indonesia. Jakarta:2011

Vries HJC De. Sexually transmitted infections in men who have sex with men. Clin Dermatol [Internet]. 2019;32(2):181–8. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.clindermatol.2013.08.001

Riyanto P. Buku panduan infeksi menular seksual pada komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Semarang: UNDIP Press;2017




DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Famj.v5i1.9070

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kedokteran Anatomica/ Anatomica Medical Journal (AMJ) 

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi 
Jl. Gedung Arca No 53 Medan-Sumatera Utara, Indonesia.
E-mail: amj_fk@umsu.ac.id || Editorial Contact: 081375150018

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.