Model Peningkatan Daya Saing Petani Dengan Pendekatan Koperasi Agribisnis di Kota Medan

Sri Endang Rahayu, Mailina Harahap

Abstract


Potensi pertanian di Kecamatan Marelan meskipun dalam skala usaha kecil yang dikelola oleh rumahtangga petani, perlu untuk dikembangkan. Apabila petani memiliki daya saing tinggi maka tingkat pendapatan petani akan meningkat. Sehingga diperlukan sebuah wadah yang mendorong petani untuk lebih meningkatkan produktifitasnya dalam rangka menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Disamping itu perlu adanya jaminan pasar yang memberikan tingkat harga menguntungkan bagi petani. Koperasi merupakan salah satu alternatif dalam menyikapi lemahnya akses petani pada berbagai sumberdaya produktif, yaitu modal, teknologi dan informasi pasar.Penelitian ditujukan untuk merumuskan model peningkatan daya saing petani dengan pendekatan koperasi agribisnis. Sampel penelitian adalah petani sayur mayur di Kecamatan Medan Marelan yang diambil secara purposive sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis SWOT dan analisis The House Model. Model peningkatan daya saing petani sayur dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek faktor internal dan eksternal yang selanjutnya dapat ditetapkan sebuah visi dalam peningkatan daya saing petani yaitu; “Dengan Koperasi Agribisnis Petani Produktif dan Berdaya Saing”. Adapun aspek yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan visi tersebut adalah aspek komoditi sayur petani, aspek kelembagaan dan aspek komunitas.

Keywords


Daya saing petanisayur, struktur rantai pasok, kelembagaan rantai pasok dan koperasi agribisnis


Full Text:

PDF

References


Anwar, A dan Setia Hadi. 1996. Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan. Prisma No. Khusus 25 Tahun 1971-1996. LP3ES. Jakarta.

Astuti R, Marmin, Poerwanto R, Machfud, Arkeman Y. 2010. Kebutuhan dan Struktur Kelembagaan Rantai Pasok Buah Manggis (Studi Kasus Rantai Pasok di Kabupaten Bogor). Jurnal Manajemen Bisnis.3 (1):99 – 115.

Basri. Y.Z., 2003, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, dalam Usahawan Indonesia No 03/TH.XXXII Maret 2003, Lembaga Manajemen FE-UI, Jakarta: halaman 49-55

Gasperz, Vincent. 2003. Sistem Manajemen Kinerja terintegrasi. Balanced Scorecard dan Six Sigma untuk Organisasi bisnis dan pemerintah. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gilarso, T. 1994. Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Mikro. Kanisius, Jakarta

Hanafie, Rita. 2010. Pengantar ekonomi Pertanian. Andi offset. Yogyakarta.

Hilvan Mahani, Uzman. 2013. Strategi Peningkatan Daya SAING Petani Komoditas Kentang Melalui Analisis Beban Kerja. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Ikhsan S, aid 2011. Analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan komoditas Karet di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Jurnal Agribisnis pedesaan. 1 (3);166-177

K.zakaria. Amar. 2010. Program Pengembangan Agribisnis Kedelai Dalam Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani.

http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/p3294104.pdf.

Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Ghalia. Jakarta

Porter. 1990. The Competitive Advantage Of Nations. Harvard Business Review

Putong, Iskandar. 2005. Teori Ekonomi Mikro. Mitra Wacana Mulia. Jakarta

Saptana, Sunarsih dan K.S Indraningsih. 2006. Mewujudkan Keunggulan Komporatif menjadi Keunggulan Kompetitif melalui Pengembangan Kemitraan Usaha Hortikultura. Forum Penelitian. Agro – Ekonomi.

Soekartawi.2002.Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. PT. Raja Grafindo. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


   

 

JASc (JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES)