Pengaruh Pemberian Bio Urin Sapi dan Pangkasan Batang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Ratun Padi (Oryza Sativa L.) di Atap Beton Rumah

Alridiwirsah Alridiwirsah, Syaiful Bahri Panjaitan, Iwan Putra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi padi ratun melalui pemberian pupuk organik cair bio urin sapi dan tinggi pangkasan padi ratun yang ditanam di dalam pot berdiameter 30 cm dan tinggi 20 cm. Penelitian ini dilaksanakan di atas atap rumah bertingkat di Jalan Sutrisno No. 222/435 A Sukaramai, Medan, dengan ketinggian tempat  ± 33 meter di atas permukaan laut (m dpl) bermula dari bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dimana Bio Urin Sapi (U) sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu U0 (tanpa aplikasi), U1 (100 ml/pot), U2 (200 ml/pot), U3 (300 ml/pot), sedangkan Tinggi Pangkasan Batang (P) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf  yaitu  P1 (20 cm dari pangkal batang), P2 (25 cm dari pangkal batang) dan P3 (30 cm dari pangkal batang). Penelitian ini terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan diuji dengan analisa sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT) apabila menunjukkan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan pemberian Bio urin sapi pada 300 cc/l air (U3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi pada rataan luas daun (71,13) diikuti perlakuan  Bio urin sapi 200 cc/l air (U2) (59,28) dan kontrol (54,31). Sedangkan pemberian Bio urin sapi pada 200 cc/l air (U2) memberikan rataan tertinggi jumlah gabah isi per malai (110,62) diikuti perlakuan U3 (108,29) dan perlakuan U1 (99,87). Pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan kontrol memberikan rataan tertinggi (39,42). Perlakuan tinggi pangkasan batang  20 cm dari pangkal batang (P1) memberikan pengaruh berbeda nyata tinggi tanaman tertinggi (86,77 cm) diikuti perlakuan P2 yaitu pangkasan 25 cm dari pangkal batang (80,38). Perlakuan P1 juga memberikan jumlah anakan per rumpun tertinggi (105,71), jumlah gabah isi per malai tertinggi  (112,63) dan berat gabah 1000 biji tertinggi (19,72). Sedangkan pada parameter pengukuran jumlah gabah hampa per malai, perlakuan tinggi pangkasan batang 30 cm dari pangkal batang (P3) memberikan pengaruh berbeda nyata tertinggi (34,93) diikuti perlakuan P2 (27,52) dan perlakuan P1 (20,97).

Keywords


Ratun, Urin Sapi, Pertumbuhan, Produksi

DOI:

https://doi.org/10.30596/agrium.v21i2.1873


Full Text:

PDF

References


Soemartono, Bahrin Samad, Drs. R . Hardjono, 1984. Bercocok Tanam Padi. CV Yasaguna. Jakarta. 228 hal.

BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara, 2011. Statistik Sumatera Utara Tahun 2010. BPS Sumut.

Saleh Edward, Angela F. Nainggolan dan Lismaria Butarbutar, 2012. Budidaya Padi Di Dalam Polibeg Dengan Irigasi Bertekanan Untuk Antisipasi Pesatnya Perubahan Fungsi Lahan Sawah. Jurnal Teknotan Vol. 6 No. 1, Januari 2012 ISSN 1978-1 067.

Praptono, S. 2011. Bertanam Padi di Polibag. http://epetani.deptan.go.id/budidaya/bertanam-padi-di-polibag-1632. Diakses tanggal 17 Juni 2015.

Erdiman, 2012. Teknologi Salibu Meningkatkan Produktivitas Lahan (36 ton/ha/tahun) Dan Pendapatan Petani (Rp.15-25 juta/tahun) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumtera Barat.

Susilawati. 2011. Agronomi Ratun Genotipe-Genotipe Padi Potensial Untuk Lahan Pasang Surut.Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.

Santoso, M.B. dan W. Madya, 2012. Budidaya Padi Ratun. Kalimantan Selatan: BBPP Binuang.

Hadisuwito. S. 2008. Membuat Pupuk Kompos Cair. Agromedia. Jakarta.

Mahadevappa, M., H.S. Yogeesha, 1988. Rice ratooning breeding, agronomic practice, and seed production potential. p. 177-186. In W.H. Smith, V. Kumble, E.P. Cervantes (Eds.) Rice Ratooning. IRRI, Los Banos, Philippines.

Gomez, K. A dan Gomez, AA. 1995. Prosedur Statistika Untuk Penelitian Pertanian. (Terjemahan Syammsuddin dan J. S Baharsyah). Edisi Kedua. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Fikry Khaidar, 2015. Pengaruh Umur Bibit Terhadap Pertumbuhan Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Lokal Di Luar Musim Tanam. Skripsi, Umsu.

Hatta Muhammad, 2012. Uji Jarak Tanam Sistem Legowo Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Padi Pada Metode SRI. Jurnal Agrista Vol. 16 No. 2, 2012

Kaderi H. 2004. Pengamatan Percobaan Bahan Organik TerhadapTanaman Padi Di Rumah Kaca. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru.

Rajiman, 2014. Teknologi Budidaya Padi Sitem Ratun. BPTP Lampung.

Ismunadji. M, Soetjipto Partohatdjono, Mahyuddin Syam, Adi Widjono, 1998. Padi Buku 1. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. 319 hal.

Hakim, N., M.Y. Nyakpa., A.M Lubis., G.S. Nugoho., A.M. Diha., G.B Hong., H.H. Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jurnal Farit Hidayat, 2014. Pdf.

Lakitan, 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Press. Jakarta.

Nyakpa, M.Y., A.M. Lubis., M.A Pulung., A.G. Amrah., A. Munawar., G.B. Hong dan N. Hakim. 1998. Kesuburan Tanah. Jurnal Farit Hidayat, 2014. Pdf

Lestari Ayu, 2012. Uji Daya Hasil Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) dengan Metode SRI (the system of rice intensification) di Kota Solok. Jurnal Tanaman pangan.

Wahid Abdul Rauf dkk, 2000. Peranan Pupuk N P K Pada Tanaman Padi. DEPTAN Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat, Irian Jaya. No. O 1/LPTP/IRJAl99-00

Susilawati., B.S. Purwoko, H. Aswidinnoor, E. Santosa. 2010. Keragaan varietas dan galur padi tipe baru Indonesia dalam sistem ratun. J. Agron. Indonesia. 38:177-184

Steel, R.G.D dan Torrie, J,H. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika : Suatu Pendekatan Biometrik (Terjemahan oleh Bambang Sumantri). Gramedia. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian is abstracting & indexing in the following databases:

   

 

 

agrium