Arah Kiblat di Planet Mars

M. Ikhtirozun Ni’am

Abstract


Dalam beberapa dekade akhir ini, upaya untuk mencari adanya kehidupan di luar Bumi gencar dilakukan. Planet Mars dalam hal ini menjadi sasaran utama untuk dideteksi adanya kemungkinan kehidupan di dalamnya. Karena planet Mars dianggap sebagai planet yang mirip dengan Bumi di bandingkan dengan planet-planet lain di tata surya. Mulai dari tahun 1962, ilmuwan mengirimkan pesawat ruang angkasa Mars-1 untuk mendeteksi adanya kehidupan di planet Mars.

Misi tersebut dilanjutkan dengan mengirimkan pesawat ruang angkasa Mars-2 pada tahun 1971 dan Mars-3 pada tahun 1972. Pada tahun 1965, dilanjutkan dengan penyelidikan Mariner 4. Dari Mariner 4 ini diperoleh foto-foto permukaan planet Mars untuk pertama kalinya. Misi lainnya yaitu dengan mengirimkan viking orbiters, viking experiment,  phoenix lander pada tahun 2008 dan Misi Mars Science Laboratory dengan mengirimkan penjelajah Coriousity pada tanggal 26 November 2011. Ke depan, misi ini akan dilanjutkan dengan mengirimkan pesawat ruang angkasa Exo Mars, Penjelajah Mars 2020 (Mars Rover 2020) dan misi Mars One. Misi Mars One ini bertujuan untuk menciptakan koloni manusia di planet Mars. Jadi, manusia yang dikirimkan ke planet ini tidak akan dikembalikan lagi ke Bumi, melainkan akan menetap di planet Mars. Misi ini akan dimulai pada tahun 2023 dengan mengirimkan 4 peserta yang lolos seleksi dan dilanjutkan 2 peserta lainnya setiap 2 tahun sekali.

  Sampai pada bulan Februari 2014, tercatat lebih dari 200.000 manusia yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti perjalanan satu arah menuju Mars ini. Dan uniknya 500 diantaranya adalah orang Arab Saudi yang notabene beragama Islam. Sehingga muncul persoalan terkait pelaksanaan peribadatan yang pada biasanya terkait dengan fenomena yang ada di Bumi, seperti harusnya menghadap Ka’bah sebagai kiblat ketika ingin menjalankan shalat. Persoalannya  kemudian, masihkah diwajibkan shalat di planet Mars? Lalu kemanakah arah kiblat bagi orang yang berada di planet Mars? Bagaimana cara mencari arah kiblatnya?

Dalam penelitian ini, akan diungkapkan nantinya sejauh mana ruang lingkup keberlakuan syari’ah sehingga menjadi jelas dimana saja kewajiban tersebut masih wajib dilaksanakan. Selanjutnya juga akan diungkapkan kemanakah arah kiblatnya dan bagaimana cara menentukan arah kiblatnya.

Dari kajian tersebut, ditemukan bahwa : (1) Syari’at masih tetap berlaku meskipun berada di planet Mars, sehingga orang yang berada di planet Mars masih dikenai kewajiban untuk melakukan shalat. (2) Arah kiblat bagi orang yang berada di planet Mars adalah Bumi atau proyeksi garis koordinat Bumi. (3) Untuk mengetahui arah atau azimuth bumi dari planet Mars, terlebih dahulu harus ditentukan waktu pengukuran dan koordinat geografis tempat di Mars yang akan diukur arah kiblatnya. Selanjutnya harus diperhitungkan nilai koordinat ekliptika planet Mars, Bumi, nilai koordinat Areosentrik Bumi, termasuk juga Nilai Jarak Bumi ke Mars, Nilai Asensiorekta Bumi dari Mars, Nilai Deklinasi Bumi dari Mars, nilai sudut elongasi bumi –Matahari, nilai Fraksi Iluminasi Bumi, Nilai Semidiameter Bumi dari Mars, nilai Lebar Piringan Bumi dari Mars, Nilai Equation of time, Nilai Azimuth dan Altitude Bumi, Nilai dan Azimuth Matahari. Dari situ akan ditemukan dimana posisi Bumi dilihat dari Mars.

 

Kata Kunci : Arah kiblat, Mars, Bumi, Perhitungan


DOI:

https://doi.org/10.30596/jam.v2i1.762


Full Text:

PDF

References


Al-Qarafi, Anwarul Baruq, Maktabah Syamilah, Juz. 4

Ar-Ra’ini, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin ‘Abdur Rahman, Mawahib Al-Jalil, Daru ‘Alim al-Kutub, 2003, juz. 2

Artikel Richard S. Young berjudul Kehidupan di Dunia Lain dalam buku Ilmu Pengetahuan Populer

Kementrian Agama RI, Tafsir Ilmi Penciptaan Jagad Raya Dalam Prespektif Al-Qur’an dan Sains, Jakarta : PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2012

Smith, Zein Bin Ibrahim Bin Zein Bin, At-Taqiratus Sadidah Fi Masail al-Mufidah, Surabaya : Darul ‘Ulum al-Islamiyyah, 2006

Qasim, Syeikh Muhammad Bin, Fathul Qarib, Surabaya : Nurull Huda, tt

Yahya, Harun, Pesona Di Angkasa Raya, e-book.

http://www.astronomi.us/2013/05/lebih-dari-78-ribu-orang-mendaftar.html

http://www.merdeka.com/teknologi/200-ribu-orang-siap-jadi-warga-planet-mars.html

http://www.astronomi.us/2013/08/bukti-paling-nyata-air-pernah-ada-di.html

http://www.astronomi.us/2012/09/curiosity-temukan-batuan-yang-buktikan.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan is abstracting & indexing in the following databases:
  

Creative Commons License
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN 2442-5729 (print) | ISSN 2598-2559 (online)

 
View My Stats