HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA KARYAWAN PT JASAMARGA CABANG BELMERA MEDAN

Elman Boy, Muhammad Nursodik, Isti Ilmiati Fujiati

Abstract


Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan ancaman kesehatan masyarakat global terutama Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2). Dari hasil sebuah study cross-sectional diperoleh skor risiko yang tinggi pada karyawan PT Jasamarga cabang belmera untuk terjadinya DMT2. DMT2 dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko DM. Progresifitas penyakit DM akan terus berjalan dan menimbulkan komplikasi sehingga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan peningkatan biaya kesehatan.

Metode: Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan menggunakan data skunder dari data hasil Uji  Kesehatan Berkala (UKB) PT Jasamarga cabang belmera pada bulan September – November 2015 dengan menggunakan 103 data sampel. Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko DM dengan kejadian DMT2.

Hasil: Angka kejadian DMT2 pada karyawan PT Jasamarga cabang belmera adalah 9,1% (IK95%; 0,03-0,15). Berdasarkan analisis bivariat hubungan antara faktor risiko Diabetes dengan kejadian DMT2 pada karyawan PT Jasamarga diperoleh untuk faktor risiko usia (p = 0,43), jenis kelamin (p = 0,26), riwayat keluarga (p = 0,014), berat badan (p = 0,157), tekanan darah (p = 0,039), dan merokok (p = 0,101).

Kesimpulan: Terdapat  hubungan antara faktor risiko riwayat keluarga dengan kejadian DMT2 dengan korelasi sebesar 0,235 (P = 0,032). Untuk faktor risiko tekanan darah juga terdapat hubungan dengan korelasi sebesar 0,199 (p = 0,039).

 

Kata Kunci: diabetes mellitus tipe 2, faktor risiko


DOI:

https://doi.org/10.30596/isb.v2i2.2617


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Trisnawati SK, Setyorogo S. Faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe II di puskesmas kecamatan cengkareng jakarta barat tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2013 Jan; 5(1): 6-11.

Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global prevalence of diabetes: estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes. 2004. May 24; 27(5): 1047-1053.

Kementerian kesehatan RI; Badan penelitian dan pengembangan kesehatan. Riset kesehhatan dasar 2013. Bakti Husada; 2013.

Fujiati II, Abidin MFBZ, Barus A. Crooss-sectional evaluation of diabetes risk score to identify undetected type 2 diabetes in PT Jasamarga employees. Malaysian F P. Vol 9 May 2014; 24:49 (Abstract)

Permana H. Komplikasi kronik dan penyakit penyerta pada diabetes. Division of Endokrinology and Metabolism: Departement of Internal Medicine Padjadjaran University Medical School; 2007.

Nabil RE. Cara mudah mencegah dan mengobati diabetes mellitus. Yogyakarta: Genius Printika; 2008.

Rahman AW. Amiruddin R, Bahri Noor. Faktor risiko dan deteksi dini kejadian diabetes mellitus tipe 2 di kecamatan tempe kabupaten wajo. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makasar; 2013

Ramachandran A, Snehalatha C, Shetty AS, Nanditha A. Trends in prevalence of diabetes in asian countries. World J Diabetes. 2012 Jun 15;3(6): 110-7.

Wicaksono RP. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2. Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2011.

Purnamasari D. Diagnosis dan klasifikasi diabetes mellitus. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam, edisi VI. Jakarta: InternaPublishing; 2014; 2323-2327.

Lindarto D. Diabetes mellitus. In: Lim H, Lindarto D, Zein U, editors. Prinsip farmakologi – endokrin – infeksi; edisi 1, pengobatan berbasis patobiologi. Medan: PT Sofmedia; 2014; 73-92.

Esteghamati A, Gouya MM, Abbasi M, Delavari A, Alikhani S, Alaedini F, Safaie A, Forouzanfar M, Gregg EW. prevalence of diabetes and impaired fasting glucose in the adult population of iran national survey of risk factors for non-communicable disiase of iran. Diabetes care. 2008 Jan 1;31(1):96-8.

Satman I, Omer B, Tutuncu Y, Kalaca S, Gedik S, Dinccag N, Karsidag K, Genc S, Telci A, Canbaz B, Turker F. Twelve-year trends in the prevalence and risk factors of diabetes and prediabetes in Turkish adults. European journal of epidemiology. 2013 Feb 1;28(2):169-80.

Mokdad AH, Ford ES, Bowman BA, Nelson DE, Engelgau MM, Vinicor F, Marks JS. Diabetes trends in the US: 1990-1998. Diabetes care. 2000 Sep 1;23(9):1278-83.

Chan JM, Rimm EB, Colditz GA, Stampfer MJ, Willet WC. Obesity, fat distribution, and weight gain as risk factors for clinical diabetes in men. Diabetes care. 1994 Sep 1;17(9):961-9.

Lefant C. JNC 7 express the seven report of joint national on prevention, detection, and treatment of high blood pressure. N I H. 2003; 03 5223.

Tjekyan RMS. Angka kejadian dan faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 di 78 RT kotamadya palembang tahun 2010. J KDK. 2014; 85-94.

Powers AC. Diabetes mellitus in: Longo ,Fauci, Kasper, Jameson, Loscalzo, editors. Harrison’s principles of internal medicine, 18 th editior. Mc Graw Hill; 2012; 2980-81.

Wat NM, Lam TH, Janus ED, Lam KS. Impaired glucose tolerance as a risk factor for Diabetes mellitus. Hong Kong Medical Journal. 2008; 14(3): 20-2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: