PENGARUH PEMBERIAN UMPAN BALIK LATIHAN OSCE TERHADAP KETERAMPILAN KLINIS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMSU PADA ANGKATAN 2016

Fadhila Al Izza

Abstract


Pendahuluan: Keterampilan klinis merupakan hal yang penting untuk dikuasai bagi seorang dokter. Keterampilan klinis yang dimaksud meliputi keterampilan dalam melakukan penegakan diagnosis melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang serta keterampilan dalam melakukan prosedur penatalaksanaan masalah kesehatan pasien. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu metode evaluasi keterampilan klinis mahasiwa fakultas kedokteran. Proses pembelajaran keterampilan klinis dasar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mencakup role-play dan learning using mannequins keterampilan klinis sesuai dengan blok yang berlangsung serta latihan OSCE. Dalam pelaksanaannya, setelah dilakukan latihan OSCE,  mahasiswa akan mendapatkan umpan balik atau evaluasi kembali. Manfaat dilakukannya umpan balik latihan OSCE ini agar mahasiswa dapat mengetahui apakah yang mereka lakukan selama latihan OSCE sudah sempurna atau masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Diharapkan dengan dilakukannya umpan balik latihan OSCE, mahasiswa dapat mencari tahu lebih lanjut apa kesalahan dan kekurangan mereka sehingga mahasiswa dapat berbenah diri dan memberikan penampilan yang lebih baik di OSCE yang sesungguhnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian umpan balik latihan OSCE terhadap keterampilan klinis mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan rancangan one group pretest post test. Hasil: Berdasarkan hasil uji T berpasangan didapatkan nilai nilai p value 0,000 (p<0,05), secara statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan klinis pretest dan post test. Kesimpulan: umpan balik latihan OSCE berpengaruh terhadap keterampilan klinis mahasiswa.

Kata Kunci: Umpan Balik, Keterampilan Klinis, Objective Structured Clinical Examination


Keywords


Umpan Balik, Keterampilan Klinis, Objective Structured Clinical Examination

DOI:

https://doi.org/10.30596/isb.v3i1.2829


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Konsil Kedokteran Indonesia. Indonesia Standar Kompetensi Dokter Indonesia; 2012.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Ketrampilan Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Kesehatan Primer. 2017:1-544.

Saputra O, Lisiswanti R. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Keterampilan Klinik di Institusi Pendidikan Kedokteran Factors Affecting Clinical Skills Learning Successfulness in Medical Education. 2015.

Firmansyah R. Mahasiswa Kedokteran Terhadap Pelatihan Keterampilan Klinik di Tahap Sarjana: Studi kasus di FK UNDIP Laporan Hasil Penelitian Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Mahasiswa Kedokteran Terhadap Pelatihan Keterampilan Klinik di Tahap Sarjana: Studi K. 2012.

Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter; 2006.

Ashaeryanto. Validitas, Reliabilatas dan Dampak Pembelajaran terhadap Tes Objective Structured Clinical Examintaion (OSCE). 2016;4:316-321.

Setiawan IP, Kurniawati N, Siti R, Projosasmito R. Standardisasi Observer OSCE dengan Rubrik dan Multivideo. 2012;1(3):183-192.

Panduan Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tahun 2016-2017.

Sumarno. Pengaruh Balikan (Feedback) Guru dalam Pembelajaran Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik (Suatu Kajian Teoritis dan Empirik). J Ilm Pendidik Pancasila dan Kewarganegaraan. 2016.

Hodder R V, Rivington RN, Calcutt LE, Hart IR. The effectiveness of immediate feedback during the Objective Structured Clinical Examination. 1989:184-188.

White CB, Ross PT, Gruppen LD. Remediating Students Failed OSCE Performances at One School: The Effects of Self-Assessment, Reflection, and Feedback. 2009;84(5):651-654.

Trick, Davis, Wolf, M. H. Comparison of Academic Performance of Female and Male Optometry Students at The University of Missouri-St. Louis. J Am Optom Assoc. 1988;59:89-92.

Lindberg SM, Hyde JS, Petersen JL, Linn MC. New Trends in Gender and Mathematics Performance : A Meta-Analysis. Psychol Bull. 2010;136(6):1123-1135.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.

Rachmat M. Buku Ajar Biostatistika Aplikasi Pada Penelitian Kesehatan. Jakarta: EGC; 2013.

Dahlan MS. Statistika Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Seri I. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2015.

Oktaria D. Refleksi Diri sebagai Salah Satu Metode Pembelajaran di Fakultas Kedokteran. 2015:76-82.

Aronson L. Twelve Tips for Teaching Reflection at All Levels of Medical Education. Med Teach. 2011:200-205.

Febriyanti C. Pengaruh Bentuk Umpan Balik dan Gaya Kognitif terhadap Hasil Belajar Trigonometri. J Form. 3(3):203-214.

Syahputra E, Andrini N, Surya A. Penuntun Keterampilan Klinis Semester 5. 2017.

Faisal R, Shinwari L, Hussain SS. Academic Performance of Male in Comparison with Female Undergraduate Medical Students in Pharmacology Examinations. JPMA. 2017:204-208.

Naderi H. Self Esteem, Gender and Academic Achievement of Undergraduate Students. Am J Sci Res. 2009;3(3):26-37.

Prianto A, Qusthonthiniyah A, Septiana A, et al. Capaian akademik mahasiswa ditinjau dari perbedaan gender. Pros Semin Nas IV. 2018:62-67.

Creswell JW. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Vol Edisi Tiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: