PERBANDINGAN KEJADIAN PITYRIASIS SICCA PADA SISWI YANG MENGGUNAKAN JILBAB DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN JILBAB DI SMP NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN 2017

Nita Andrini, Winda Sari Siregar, Winda Sari Siregar

Abstract


ABSTRAK

PendahuluanPityriasis siccamerupakan penyakit kulit yang menyerang daerah yang memiliki banyak kelenjar sebasea dan sering dijumpai flora normal yaitu Malassezia sp atau Pityrosporum ovale.1,2  Pemakaian jilbab diduga dapat meningkatkan kelembaban kulit kepala dan berhubungan dengan meningkatnya jumlah Pityrosporum ovale.3Pityrosporum ovale menyebabkan terjadinya inflamasi dan deskuamasi akibat pengaktifan sistem komplemen yang menguraikan trigliserida pada sebum menjadi asam lemak bebas sehinggat menimbulkan skuama pada kulit kepala.4,5Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan di SMPN 1 Pecut Sei Tuan. Menggunakan data primer yang diperoleh dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling purposif dan subjek penelitian siswi SMP yang berjilbab dan tidak berjilbab di SMPN 1 Percut Sei Tuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi square dengan program SPSS 20.0. Hasil: Diperoleh nilai hasil uji p= 0,537 (> 0,05) maka secara statistik tidak ada perbedaan kejadian Pityriasis siccapada siswi berjilbab dibandingkan siswi tidak berjilbab di SMPN 1 Percut Sei Tuan. Diskusi:Tidak terdapat perbedaan bermakna kejadian Pityriasis siccapada siswi berjilbab dibandingkan siswi tidak berjilbab di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan.


Keywords


Pityriasis sicca, Pityrosporum ovale, Jilbab

DOI:

https://doi.org/10.30596/isb.v3i1.2834


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Foley P, Zuo Y, Plunkett A, Merlin K, Marks R. The frequency of common skin conditions in preschool-aged children in Australia : seborrheic dermatitis and pityriasiscapitis (cradle cap). Archives of dermatology. 2003 Mar 1;139(3):318-22.

Burgdorf WH, Bickers DR. Dermatologic relationships between the United States and German-speaking countries: part 3—the Europeans come to the United States. JAMA dermatology. 2013 Oct 1;149(10):1217-20.

Vashti AM. Faktor Risiko Penggunaan Jibab Dengan Kejadian Ketombe pada Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Djuanda A. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia. 2007.

Schwartz JR, Messenger AG, Tosti A, Todd G, Hordinsky M, Hay RJ, Wang X, Zachariae C, Kerr KM, Henry JP, Rust RC. A comprehensive pathophysiology of dandruff and seborrheic dermatitis–towards a more precise definition of scalp health. Actadermato-venereologica. 2013

;93(2):131-7.

Al-Qur’an Surat Al – Ahzab ayat 59

Rohmani A, Indrastiti R, Farida D. Pemakaian Jilbab Tidak Berhubungan Dengan Terjadinya Dermatitis Seboroik: Studi Crossectional. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah. 2016;5(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: