Representasi Konflik Keluarga Dalam Film Yang Tak Tergantikan

Tasya Fasa Anjani, Aulia Rahmawati

Abstract


Film merupakan sarana media yang masih eksis dikalangan masyarakat. Media film juga menjadi salah satu alat penggambaran atau sebuah refleksi dari realitas sosial yang hadir saat ini. Film Indonesia beberapa tahun ini mengusung berbagai konsep kekeluargaan, mulai dari keharmonisan keluarga, hingga mengusung konsep seperti gambaran konflik yang terjadi pada keluarga disfungsional. Tema konflik keluarga diusung dan digarap menjadi sebuah film yang bertajuk Yang Tak Tergantikan  oleh Herwin Novianto sebagai salah satu sutradara dengan peraih penghargaan sebagai sutradara terbaik pada ajang FFI 2012. Premis maupun esensi cerita yang terkandung dalam film Yang Tak Tergantikan ini adalah bagaimana sebuah keluarga tanpa sosok seorang ayah menghadapi badai konflik yang menerjang kehidupan keluarga mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tekstual yaitu analisis semiotika milik Charles Sanders Peirce. Peirce menjabarkan tiga unsur dari triadic model berupa sign, object, dan interpretant yang didalamnya memiliki perangkat berupa ikon, indeks, dan symbol. Adegan yang menjadi objek penelitian ini yaitu adegan-adegan konflik keluarga yang terjadi antara ibu dengan anak, maupun konflik antar saudara. Hasil dari penelitian ini ditemukan dari 11 adegan dengan potongan gambar yang berisi tanda-tanda perwujudan sebuah konflik keluarga yang dialami oleh pemeran film melalui mimik wajah maupun ekspresi aktor, dialog antar tokoh, hingga gesture tubuh para tokoh film Yang Tak Tergantikan. Selain itu, konflik yang terjadi dala film ini terbagi menjadi dua jenis yaitu solvable conflict dengan total jumlah empat scene, sedangkan perpetual conflict dengan total tujuh scene dengan masing-masing penyelesaian konflik berupa kompromi (compromise), pengajuan (submission), kebuntuan (standoff), atau penarikan(withdrawal). 

Kata kunci: Konflik Keluarga, Semiotika Charles Sanders Peirce, Film Yang Tak Tergantikan.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


A. Dale Timpe. (1988). Managing People .

Damayanti Wardyaningrum. (2013). Komunikasi Untuk Penyelesaian Konflik Dalam Keluarga: Orientasi Percakapan dan Orientasi Kepatuhan. Journal Al Azhar Seri Pranata Sosial, 04.

Elliott, E. A., & Jacobs, A. M. (2013). Facial Expressions, Emotions, and Sign Languages. Frontiers in Psychology, 4. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2013.00115

Fachruddin Andi. (2017). Dasar-Dasar Produksi Televisi . Kencana Media Group.

Galvin, K. M., & Brommel, B. J. (1986). Family communication. Glenview, Ill. : Scott, Foresman.

Galvin Kathlean, & Brommel. (2009). Family Communication Cohesion and Change . Cram 101.

Gottman, J. M., & Rogers, G. M. (2001). The Marriage Clinic: A Scientifically Based Marital Therapy. Journal of Cognitive Psychotherapy, 15(3), 279–281. https://doi.org/10.1891/0889-8391.15.3.279

Istiati. (2010). Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kecemasan pada Lanjut Usia. Prpgram Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret .

John Gottman Ph.D. (2015). The Seven Principles for Making Marriage Work: A Practical Guide from the Country’s Foremost Relationship Expert. Harmony .

J. Johnson, M. P. (2005). Domestic Violence: It’s Not About Gender-Or Is It? Journal of Marriage and Family, 67(5), 1126–1130. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2005.00204.x

Katlheen M. Galvin, Dawn O. Braithwaite, & Carma L. Bylund. (2015). Family Communication : Cohesion and Change (9th ed.). Routledge .

Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward a Theory of Family Communication. Communication Theory, 12(1). https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.2002.tb00260.x

Nawiroh, V. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi . Ghalia Indonesia.

Roter, D. L., Frankel, R. M., Hall, J. A., & Sluyter, D. (2006). The Expression of Emotion Through Nonverbal Behavior in Medical Visits. Mechanisms and Outcomes. Journal of General Internal Medicine, 21(S1), S28–S34. https://doi.org/10.1111/j.1525-1497.2006.00306.x

SSegrin, C., & Flora, J. (2018). Family Communication. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781351132596

Vuchinich, S. (1987). Starting and Stopping Spontaneous Family Conflicts. Journal of Marriage and the Family, 49(3), 591. https://doi.org/10.2307/352204

William W. Wilmot, & Joyce L. Hocker. (2001). Interpersonal Conflict (6th ed.). McGraw-Hill.

Zoll C., & S. Enz. (2012). A Questionnaire to Assess Affective and Cognitive Empathy in Children. OPUS Publications Server.




DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Finteraksi.v6i2.10129

Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Indexed By:





 Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi

The Communication Studies, Faculty of Social and Political Science ( C Building), University of Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan 20238

Contact Person : Akhyar Anshori 0822 7700 0285 (WA),

e-mail : jurnalinteraksi@umsu.ac.id   Web: http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/interaksi

Publisher: Umsu Press http://umsupress.umsu.ac.id



 Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi in Collaboration With:

           

 

 

Lisensi Creative Commons
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.