Optimalisasi Infrastruktur Jaringan Komunikasi Nirkabel di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)

Mohamad Fadli, Irwansyah Irwansyah

Abstract


Sarana dan prasarana infrastruktur komunikasi nirkabel di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih menjadi permasalahan bagi pemerintah Indonesia di tengah-tengah perkembangan teknologi diberbagai sektor. Kurangnya layanan broadband di wilayah-wilayah tersebut membuat pemerintah melakukan berbagai program agar tidak terjadi kesenjangan antara wilayah komersial dan non-komersial. untuk mengetahui hal tersebut penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan tinjauan terhadap literatur-literatur terbaru maupun terkini serta mampu membantu memetakan pengembangan menjadi sebuah penelitian yang baru. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa optimalisasi infrastruktur komunikasi nirkabel di wilayah 3T pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan walaupun, masih terdapat beberapa daerah yang belum menikmati layanan komunikasi nirkabel. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kemenkominfo dan berbagai instansi saat ini masih melakukan perkembangan infrastruktur komunikasi nirkabel dengan skema yang bertahap dan berharap semua program-program perkembangan sarana dan prasarana tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2024.


Keywords


komunikasi teknologi

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.30596%2Finteraksi.v6i2.10425

Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Indexed By:





 Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi

The Communication Studies, Faculty of Social and Political Science ( C Building), University of Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan 20238

Contact Person : Akhyar Anshori 0822 7700 0285 (WA),

e-mail : jurnalinteraksi@umsu.ac.id   Web: http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/interaksi

Publisher: Umsu Press http://umsupress.umsu.ac.id



 Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi in Collaboration With:

           

 

 

Lisensi Creative Commons
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.