MODEL PENGEMBANGAN DISTRIBUSI ZAKAT, INFAQ SHADAQAH (ZIS ) DI PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH KOTA MEDAN

Siti Mujiatun

Abstract


Tujuan utama penelitian ini adalah untuk analisis terhadap pelaksanaan penyaluran dana zakat, infaq dan shadaqah yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah Medan Selama ini di kalangan Persyarikatan Muhammadiyah Medan tampaknya belum mempunyai model distribusi ZIS (zakat, infaq dan shadaqah) yang dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyakarat miskin. Hal ini, karena distribusi ZIS hanya diarahkan pada kepentingan konsumtif dan belum diarahkan pada kepentingan yang produktif. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama, akan dilakukan analisis terhadap pelaksanaan penyaluran dana zakat, infaq dan shadaqah yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah Medan. Dalam kaitan ini dilakukan survey terhadap orang-orang penerima zakat terutama golongan fakir dan miskin yang sampelnya diambil dari penerima zakat di Persyarikatan Muhammadiyah Medan. Dari hasil analisis dan survey tersebut nantinya akan disusun model penyaluran dana zakat, infaq dan shadaqah untuk meningkatkan kemampuan ekonomi mereka. Model distribusinya adalah dalam bentuk produktif  dan akan  disertai penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjalankan model tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah kota Medan telah melakukan  pembentukan badan amil zakat, infaq dan sedekah utuk membantu para muzakki dalam mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan zakat, infaq dan sedekah jamaah untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima. Kinerja yang dilakukan badan amil zakat, infaq dan sedekah adalah melakukan kegiatan pendataan, pengelolaan, pengumpulan dan pendistribusian zakat, infaq dan sedekah. Badan amil zakat melakukan rapat kepada anggota amil zakat sebelum bekarja dan selalu melaporkan hasil pelaksanaan kepanitiaan dan harta yang terkumpul serta kepada siapa saja hasil pengumpulan zakat, infaq dan sedekah  disalurkan. Pelaksanaan kepanitiaan  amil zakat, infaq dan sedekah pada persyarikatan Muhammadiyah Kota Medan belum berjalan dengan maksimal, karena jamaah persyarikatan masih banyak yang melakukan pendistribusian zakat, infaq dan sedekah tanpa melalui badan amil zakat. Jamaah masih belum mempercayai sepenuhnya kinerja badan amil zakat sehingga pengumpulan harta zakat, infaq dan sedekah belum maksimal.

Keywords: Model, Pengembangan, Zakat, infaq, dan  shadaqah.


Keywords


Model, Pengembangan, Zakat, infaq, dan shadaqah.

Full Text:

PDF

References


Adi, M, Kwartono, Analisis Usaha Kecil dan Menengah, Andi, Yogyakarta, 2007.

Adiwarman Karim, Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer, Gema Insani Press , Jakarta,2000.

Allison, Kaye, Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Nirlaba,Yayasan ,2005

At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmizi, Mauqi’u al-Islam, http:www.al-Islam.com. (dalam al-Maktabah as-Syamilah).

Bank Indonesia ,Hasil Kajian Kredit Konsumsi Mikro, Kecil dan Menengah Untuk Kegiatan Produktif, www. bi.org.id, 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.