Pematahan Dormansi dan Periode Simpan Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Genotipe C307 dan C145x174

Gani Jawak, Bakti Nur Ismuhajaroh

Abstract


Benih cabai rawit memiliki sifat dormansi yang dapat mengacaukan saat tanam dan berdampak pada produksi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan mengetahui teknik pematahan dormansi yang efektif dan periode simpan pada dua genotipe benih cabai rawit.  Benih yang digunakan berasal dari dua genotipe cabai rawit yaitu genotipe C307 dan genotipe C145xC174. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah metode pematahan dormansi yaitu kontrol (P1), perendaman dalam air hangat 40 °C selama 24 jam (P2), perendaman dengan GA3 200 ppm selama 24 jam (P3), dan perendaman dengan KNO3 0,08% selama 24 jam (P4). Faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri dari 1, 2, 3 minggu penyimpanan. Pada benih genotipe C307, perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah (DB) dan potensi tumbuh maksimum (PTM) dan berpengaruh sangat nyata terhadap peubah indeks vigor (IV). Periode simpan berpengaruh nyata pada kecepatan tumbuh (KcT) dan PTM serta sangat nyata terhadap IV. Interaksi perlakuan pematahan dormansi dan periode simpan berpengaruh nyata pada KcT dan sangat nyata pada IV. Pada benih genotipe C145x174, perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada peubah DB dan PTM. Periode simpan berpengaruh nyata terhadap KcT, DB, IV, dan PTM. Interaksi perlakuan pematahan dormansi dengan periode simpan berpengaruh sangat nyata pada IV. Perlakuan pematahan dormansi terbaik pada benih cabai genotipe 307 dan C145x174 adalah dengan perlakuan P4.

Keywords


Air Hangat, cabai, giberelin, KNO3.

Full Text:

PDF

References


Emilda, E., Mursid, S. N., & Sitanggang, N. D. H. (2023). Respon Perkecambahan Tanaman Cabai Rawit (Capsium frutescens L.) dengan Pemberian Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami. Jurnal Ilmiah Agrineca, 23(1), 1–9. https://doi.org/10.36728/afp.v23i1.2306.

Hadi, R. A. (2019). Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) terhadap Perkecambahan Beberapa Varietas Padi Sawah pada Cekaman Salinitas Tinggi. Agroscript, 1(2), 89–100.

Hasimi, M. H., Agustina, E., Miskiah, N. Y., Fadhiel, M. I., Nadia, N., & Jawak, G. (2024). Pematahan Dormansi Benih Cabai Lokal Tiung Tanjung Asal Tabalong Kalimantan Selatan. Jurnal AGRO, 11(1), 133–146. https://doi.org/10.15575/35866.

Nahak, L. (2021). Pematahan Dormansi Benih Cabai Rawit Lokal (Capsicum frutescens L.) Asal Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Aplikasi Plant Growt Promoting Rhizobacteria. Savana Cendana, 6(04), 57–60. https://doi.org/10.32938/sc.v6i04.1239.

Rahmatika, W., & Sari, A. E. (2020). Efektivitas Lama Perendaman Larutan KNO3 terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Tiga Varietas Padi (Oryza sativa L.). Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(2), 89–93. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v13i2.6706.

Rosalina, D. (2003). Pengaruh Periode Afterripening dan Perlakuan Benih terhadap Dormansi Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Taruna. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Saputra, J., Amir, R. A., Mumin, N. & Sutariati, G. A. K. (2020). Persistensi dan Pematahan Dormansi Benih Cabai Rawit Lokal Menggunakan Teknik Bio-invigorasi Benih. Jurnal Agrotek Tropika, 8(2), 391–400.

Sari, P. S., & Purnamaningsih, S. L. (2020). Pematahan Dormansi Benih Menggunakan KNO3 dan H2O pada Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Produksi Tanaman, 8(7), 626–632.

Saut, L. (2002). Pengaruh Perlakuan Perendaman Benih dalam Larutan GA3 dan Shiimarocks terhadap Viabilitas Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.), Terung (Solanum melongena L.) dan Cabai (Capsicum annum L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Sombalatu, I., Laisaba, I. & Ristiana, E. (2017). Lama Penyimpanan terhadap Perkecambahan Biji Cabai Rawit. Jurnal Biology Science & Education, 11(1), 56–71.

Wang, Y., Zhang, J., He, W., Yang, S., & Wang, X. (2020). Effect of Gibberellin Treatment on Dormancy-breaking and Germination of Cherry Seeds. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 446(3). https://doi.org/10.1088/1755-1315/446/3/032079.

Widajati, E., Murniati, E., Palupi, E. R., Kartika, T., Suhartanto, M .R. & Qadir, A. (2013). Dasar Ilmu dan Teknologi Benih (Cetakan 1). IPB Press.

Yukti, A.M., Wibawa, N.F., Budiarti, S. & Murwantini, E. (2021). Aturan ISTA untuk Pengujian Mutu Benih “ISTA Rules 2021” (Warjito, Hidayat, Y., Hutadjulu, R. & Alam, S. (ed.); 2021st ed.). Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Yuliani, G. K., Komariah, A., & Indriana, K. R. (2023). Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi KNO3 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa L.). Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(2), 208. https://doi.org/10.35138/paspalum.v11i2.570.




DOI: https://doi.org/10.30596/agrium.v28i2.23187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian indexing: 

 

 

Flag Counter

 

Office:
Gedung Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
(Kampus Utama UMSU)
Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugur Darat II,
Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara - 20238


Email:
agrium@umsu.ac.id