BARUS TAPANULI TENGAH AS ISLAM'S ZERO POINT IN INDONESIA

Ahmad Affan Alhammam

Abstract


The designation of Central Tapanuli Barus as the zero point for Islam in Indonesia has caused mixed reactions from the public and Indonesian historians. So far, what the Islamic community knows is that the first time they entered Indonesian territory was in Aceh. This article provides an explanation of the traces of the entry of Islamic teachings and evidence of the establishment of Islam in Indonesia as well as the development of da'wah in Barus. Before Islam was preached to Barus around the fifth century AD in Barus, the proof is the site of Mahligai, Papan Tinggi, Makham Tuan Makhdum whose tombstone is inscribed with calligraphy from the Koran. Sheikh Mahmud played a major role in imparting Islamic teachings through trade in Barus City. This research is library research. In this research the author takes theories from the results of previous research.

 


Full Text:

PDF

References


Aizid, R. (2016). Sejarah Islam Nusantara: Dari Analisis Historis hingga Arkeologis tentang Penyebaran Islam di Nusantara. Sebagai Pengantar Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA. CBE. (Guru Besar Sejarah Perdaban Islam UIN Syahid Jakarta. DIVA Press.

Alfisyah, N., Harfiani, R., & Setiawan, H. R. (2024). The principal's role in implementing religious moderation values in junior high school of Tanjung Beringin district. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 14(2), 107–120.

Ali Aziz, M. (1993). Diktat Mata Kuliah Dakwah. Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel.

Alnoza, M. (2020). MODEL PENGEMBANGAN DAN POTENSI AGROWISATA KAMPER BERBASIS DATA ARKEOLOGIS DAN SEJARAH DI BARUS. Metahumaniora, 10(2), 172. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.28274

Amelia, P. (2017). Pengelolahan Warisan Budaya Kawasan Barus. Arkeologi Universitas Gadjah Mada.

Aripudin, A. (2012). Dakwah Antar Budaya. PT Remaja Rosdakarya.

Azhari, I. (2017). Pollitik Historiografi: Sejarah Lokal Kisah Kemenyan dan Kapur dari Barus, Sumatera Utara. Sejarah Dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 11, 9–23.

Danandjaja, J. (1991). Faklor Indonesia: Ilmu Gosip Dongeng dan Lain-lain. PT. Temprint.

Dwi, B. N. (2013). Faktor Lapindo sebagai Wawasan Geo-Culture dan Geo-mythologi Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1.

Fatimatuz Zahra. (2018). Jejak Sejarah Pergeseran Identitas Agamis menjadi Pun-Kultur di Pati. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Dan Filsafat, 15, 80.

Firmansyah Rahman Hakim. (2019). Barus sebagai Titik Nol Islam Nusantara: Tinjauan Sejarah dan Perkembangan Dakwah. In Desember (Vol. 19, Issue 02). https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/

Hasibuan, J. A. P., & Setiawan, H. R. (2024). Implementasi metode Al-Masniari pada program menghafal Al-Qur’an di SMP Shafiyyatul Amaliyyah. Integrasi: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2(3), 204–213.

Masmedia Pinem. (2018). Inskripsi Islam pada Makam-Makam Kuno Barus. Jurnal Lektur Keagamaan, 16, 109.

Nasution, M. (2017). Peradaban Islam di Nusantara: Kritik dari Ujung Paling Barat Nusantara. Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia. Https://Kebudayaan.Kemdikbud.Go.Id/Bpnbaceh/Peradaban-Islam-Dinusantara-Kritik-Dari-Ujung-Paling-Barat-Nusantara/.

Rahmat, I., & Agusti, N. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia Islam: Sejarah, Nilai, dan Benturan. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 18, 23.

Saleh, B. (2020). Barus Sebagai Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara. Perdana Publishing.

Salsabila, S., & Setiawan, H. R. (2025). Efforts to increase students' interest in learning fiqh through learning media at MTs Muhammadiyah 13 Medan. Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 21–30.

Sari, D., Setiawan, H. R., & Prasetia, I. (2025). Strategies of Islamic religious education teachers in addressing student delinquency in schools. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 16(2), 318–334.

Sensus Penduduk, 2018. (2018). Population by Region and Religion. Badan Pusat Statistik.

Setiawan, H. R. (2024). Management of the use of audio-visual media based on Canva application in Islamic religious education subjects at junior high schools in Hamparan Perak district. Integrasi: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2(3), 259–270.

Setiawan, H. R. (2024). Strategi pembelajaran langsung (Upaya peningkatan motivasi & hasil belajar siswa). UMSU Press.

Setiawan, H. R., & Audia, R. I. (2025). The influence of digital learning media on the learning motivation of students at Bumrungsuksa Islamic Boarding School, Thailand. Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 44–54.

Setiawan, H. R., Limbong, I. E., Hasan, I., Prayogi, A., & Chakireen, C. (2025). Utilization of artificial intelligence to enhance the quality of Islamic education learning at Islamic boarding school Hatyai, Thailand. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 111–123.

Siregar, M., Harahap, I., Winaldi, A., Indah, F., Syawal, R., & Magister, P. (n.d.). Makam-Makam Kuno Barus, Eksplorasi Peradaban Titik Nol Islam di Kota Tua yang Terlupakan.

Uky Firmansyah Rahman Hakim. (2019). Barus sebagai Titik Nol Islam Nusantara: Tinjauan Sejarah dan Perkembangan Dakwah. JURNAL ILMIAH SYIAR Jurusan Dakwah, FUAD, IAIN Bengkulu, 19, 168–181.

Wahyuni, S. (2023). Keselarasan Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Proses Pendidikan Agama Islam Di Indonesia Masa Kini. Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman, 1, 5.

Zailani, & Jumari. (2024). Penggunaan Media Google Earth Pada Pembelajaran Ski Di Smp Islam Mbah Bolong Watugaluh Diwek Jombang. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2(4), 751–759. https://doi.org/10.61722/jipm.v2i4.344

Zailani, Z. (2018). Tradisi Menulis Ilmuan Muslim Nusantara.

Zailani. (2022). Jual Beli dalam Islam. Aghniya, 4(2), 104–115.




DOI: https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.22549

DOI (PDF): https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.22549.g12780

Refbacks

  • There are currently no refbacks.