SOCIAL MEDIA AS A CATALYST FOR RELIGIOUS MATURITY A STUDY ON TEENAGERS ENGAGEMENT WITH HYBRID RELIGIOSITY

Hasbi Maulana Effendi, Najdatun Nasywa Aziz, Bunga Savana, Puja A prillia Br Tarigan

Abstract


Artikel ini membahas peran media sosial sebagai katalisator dalam kematangan religius remaja, dengan fokus pada keterlibatan mereka dalam religiositas hibrida. Subjek dan Ruang Lingkup dari judul diatas bahwa penelitian ini melibatkan remaja yang menggunakan media sosial untuk mencari informasi dan membentuk identitas religius mereka. Tujan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana interaksi remaja dengan media sosial yang dapat mempengaruhi kematangan religius dan komitmen religius mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook sering dijadikan referensi oleh remaja dalam konteks keagamaan. Hal tersebut lah yang akan diteliti oleh peneliti untuk mengetahui apakah media sosial ini sangat mempengaruhi tingkat kematangan religius pada remaja dan untuk mengetahui lebih banyak dampak positif atau negatif dalam hal ini.


Full Text:

PDF

References


Alfisyah, N., Harfiani, R., & Setiawan, H. R. (2024). The principal's role in implementing religious moderation values in junior high school of Tanjung Beringin district. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 14(2), 107–120.

Allport, G. W. (1950). The individual and his religion: A psychological interpretation. Macmillan.

Azmi, N. A., Hussin, R., & Abdullah, M. H. (2021). The role of social media in religious dissemination and its implications on youth religiosity. Journal of Islamic Studies, 28(2), 115-130.

Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210-230.

Campbell, H. A., & Tsuria, R. (2019). Digital religion: Understanding religious practice in digital media. Routledge.

Cheong, P. H. (2020). Religion in the age of digital media: The challenges of hybrid religiosity. Religion, 50(2), 147-158.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. Norton & Company.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.

Hasibuan, J. A. P., & Setiawan, H. R. (2024). Implementasi metode Al-Masniari pada program menghafal Al-Qur’an di SMP Shafiyyatul Amaliyyah. Integrasi: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2(3), 204–213.

Hidayat, A. (2021). Digital literacy and religious education: Challenges in the era of social media. Journal of Religious Education, 41(1), 33-45.

Lim, M. (2017). The impact of social media on religious knowledge and practice among teenagers. Journal of Youth and Religion, 22(3), 45-62.

Maulana, A. (2022). The influence of social media on religious understanding among youth in Indonesia. International Journal of Social Science, 34(1), 89-102.

Rahman, F., & Zainuddin, R. (2019). E-learning in Islamic education: Exploring its effectiveness in enhancing students’ learning experience. Journal of Educational Technology, 30(2), 67-78.

Rohani M.M., &Yusoff, A. S. (2015). TahapKesediaanPelajarDalamPenggunaanTeknologi, Pedagogi, Dan Kandungan (TPACK) DalamPembelajaranKurikulum di IPT. Proceeding of the 3rd International Conference on Artificial Intelligence and Computer Science, Pulau Pinang.

Salsabila, S., & Setiawan, H. R. (2025). Efforts to increase students' interest in learning fiqh through learning media at MTs Muhammadiyah 13 Medan. Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 21–30.

Sari, D., Setiawan, H. R., & Prasetia, I. (2025). Strategies of Islamic religious education teachers in addressing student delinquency in schools. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 16(2), 318–334.

Setiawan, H. R. (2024). Management of the use of audio-visual media based on Canva application in Islamic religious education subjects at junior high schools in Hamparan Perak district. Integrasi: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2(3), 259–270.

Setiawan, H. R. (2024). Strategi pembelajaran langsung (Upaya peningkatan motivasi & hasil belajar siswa). UMSU Press.

Setiawan, H. R., & Audia, R. I. (2025). The influence of digital learning media on the learning motivation of students at Bumrungsuksa Islamic Boarding School, Thailand. Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 44–54.

Setiawan, H. R., Limbong, I. E., Hasan, I., Prayogi, A., & Chakireen, C. (2025). Utilization of artificial intelligence to enhance the quality of Islamic education learning at Islamic boarding school Hatyai, Thailand. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 111–123.

Shirky, C. (2008). Here comes everybody: The power of organizing without organizations. Penguin Press.

Siemens, G. (2005). Connectivism: A learning theory for the digital age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 3-10.




DOI: https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.23101

DOI (PDF): https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.23101.g12879

Refbacks

  • There are currently no refbacks.