Kritik Sosial dalam Cerpen “Maskapai Liong Mabur” Karya Sujiwo Tejo
Abstract
Penelitian ini mengkaji kritik sosial yang terdapat dalam cerpen "Maskapai Liong Mabur" karya Sujiwo Tejo. Cerpen tersebut merupakan bentuk transformasi dari teks hipogram yang terdapat dalam lakon wayang Gatotkaca Winisuda. Berdasarkan analisis, Sujiwo Tejo meneruskan dan melakukan penyimpangan terhadap naskah hipogram. Penerusan dan penyimpangan teks tersebut digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial kepada pemuda Indonesia. Sujiwo Tejo menjadikan Gatutkaca sebagai sosok idealis bagi pemuda Indonesia. Hal tersebut karena tokoh Gatutkaca diciptakan oleh penyair Jawa secara sempurna sebagai pribadi yang kuat, sukses, dan produktif. Selain itu, melalui sudut pandang tokoh Gatutkaca yang hidup di zaman kerajaan dan zaman modern, Sujiwo Tejo melakukan kritik sosial kepada masyarakat. Sujiwo Tejo menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang latah terhadap tren/isu, terlalu santai dalam menghadapi perubahan, dan mulai melupakan ilmu bertahan hidup di alam karena kecanggihan teknologi.
Keywords
References
Adlan, Riris Atika dan Nirmawan. (2023). "Analisis Psikologi dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Selembar Itu Berarti". Jurnal Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.30596/jpbsi.v4i1.14256
Aprilia, Inda, et al. (2022). “Analisis Nilai Moral pada Cerpen ‘Sepuluh Tahun yang Berharga’ Karya Dina Ulva Jelita Rumahorbo”. Jurnal Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.30596/jpbsi.v1i3.9524
Christy, Try Cahya. (2021). “Analisis Nilai Moral Novel Rahvayana Aku Lala Padamu Karya Sujiwo Tejo”. Sasindo: Jurnal pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.26877/sasindo.v9i1.10644
Handayani, Pipit Mugi. (2011). Tesis “Intertekstualitas Suluk Syekh Wali Lanang dengan Terjemahan Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid 1. Universitas Gadjah Mada: Tidak Diterbitkan.
Nadya. (2019). Artikel “Studi Komparatif pada Tokoh Gatot Kaca dalam Permainan Digital ‘Mobile Legend Bang-Bang’ dan Komik Garudayana Karangan Is Yuniarto dengan Pendekatan Semiotika". Dalam Prosiding Seminar Nasional Arsitektur, Budaya, dan Lingkungan Binaan (Semarayana).
Nurgiyantoro. (2009). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Ras, J.J. (1988). Masyarakat dan Kesusastraan di Jawa. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Riffaterre, Michael. (1978). Semiotics of Poetry. Phoenix House.
Ruswana, Engkus. (2016). Diskusi Wayang Lakon Gatotkaca Winisuda. dalam Prosiding Sarasehan Anggara Kasih. Kemendikbud: Tidak Diterbitkan.
Saptanto, Deswandito Dwi dan Maya Kurnia Dewi. (2020). Gundala and Gatotkaca in the Concept of Modern Indonesian Superheroes: Comparative Analysis of the Indonesian and American Superheroes. Jurnal Edulite, Vol 5. No. 1, Hlm. 136-147. Universitas Islam Sultan Agung.
Shofiani, Arisni Kholifatu. (2022). "Realitas Sosial dalam Wayang Durangpo karya Sujiwo Tejo pada Harian Jawa Pos". Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. https://doi.org/10.30651/lf.v6i1.11930
Teeuw, A. (1983). Membaca dan Meneliti Sastra. Gramedia.
-----------. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra. Dunia Pustaka Jaya.
Tejo, Sujiwo. (2016). Lupa 3ndonesa. Bentang.
Zoetmulder, P.J. (1983). Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Djembatan.
DOI: https://doi.org/10.30596/jpbsi.v6i2.24304
Refbacks
- There are currently no refbacks.

