SAIJAH-ADINDA DAN PENGAKUAN SUKAB: SEBUAH KAJIAN SEMIOTIKA DAN INTERTEKSTUAL

Anggit Febrianto

Abstract


Salah satu novel paling sukses dan berpengaruh di dunia adalah Max Havelaar karya Multatuli. Di Indonesia, pengaruh Max Havelaar terlihat jelas dalam karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul Pengaduan Sukab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan terhadap kedua karya sastra tersebut, sehingga dapat diketahui persamaan dan perbedaan keduanya baik secara tekstual maupun kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini akan dilakukan dua tahap penelitian, yaitu tahap pengumpulan data dan tahap analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi kepustakaan, dan data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Teori Semiotika dan Teori Intertekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa “Kisah Saijah-Adinda” dalam Max Havelaar sebagai teks hipogram, telah memberikan pengaruh yang cukup kuat dan signifikan terhadap Pengaduan Sukab. Beberapa persamaan antara Saijah-Adinda dan Pengaduan Sukab adalah: pertama, penggunaan narator orang pertama. Kedua, berisi kritik pedas terhadap penguasa dan keberpihakan pada kaum tertindas. Ketiga, menggambarkan kesewenang-wenangan penguasa dalam menangkap dan menghukum masyarakat. Keempat, ada bumbu romansa di setiap cerita. Adapun beberapa perbedaan antara Saijah-Adinda dan Pengaduan Sukab adalah: pertama, perbedaan “memanggil” penguasa secara tegas. Kedua, perbedaan nuansa keagamaan. Ketiga, perbedaan nasib tokoh-tokoh dalam cerita. Keempat, perbedaan kesewenang-wenangan dalam merampas harta benda rakyat.

Keywords


Semiotika; Intertekstual; Perbandingan; Pengaruh

References


Ajidarma, S. G. 2016. Dunia Sukab: Sejumlah Cerita. Jakarta: Naura.

Anjani, Maretta Dwi, dkk. 2023. “Perempuan dan Perkosaan Mei 1998 dalam Dua Cerpen Karya Seno Gumira Ajidarma: Kritik Sastra Feminis.” Semiotika. Vol. 24. No. 2. 186-199.

Culler, J. 1975. Structuralist Poetics. London: Methuen.

Dewi, I Gusti Ayu Intan Maha Utami, dkk. 2023. “Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Max Havelaar Karya Multatuli dan Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SMA/ SMK” dalam Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa. Vol. 1, No. 3. 154-165.

Fahmilda, Yacub dan Prastiyono, Yustri Agung. 2021. “Representasi Pendidikan Peranakan Tionghoa pada Masa Hindia-Belanda dalam “Ruma Sekola yang Saya Impiken” karya Kwee Tek Hoay”. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 2. No. 1. 1-16.

Faruk. 2012. Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hartoko, D. 1985. Bianglala Sastra: Bunga Rampai Sastra Belanda tentang Kehidupan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Indrastuti, N. S. K. 1999. Orang-Orang Rangkasbitung Karya Rendra dan Max Havelaar Karya Multatuli: Analisis Intertekstual. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Jakobson, R. 1978. Clossing Statement: Linguistics and Poetics. In T. A. Sebeok (Ed.), Linguistics and Poetics. Cambridge: The Massachussetts Institute of Technology.

Junus, U. 1981. Mitos dan Komunikasi. Jakarta: Sinar Harapan.

Kasiram, M. 2010. Metodoogi Penelitian: Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian. Malang: UIN Maliki Press.

Muhamad, Abu Bakar Ramadhan. 2017. “Wacana Kolonial dalam Novel Max Havelaar: Sebuah Kajian Poskolonial”. Metahumaniora. Vol. 7. 426-435.

Multatuli. 2008. Max Havelaar. Terj. Andi Tenri W. Yogyakarta: Narasi.

Nieuwenhuys, R. 1982. Mirror of The Indies: A History of Dutch Colonial Literature. Massachussetts: The University of Massachussetts Press.

Nugraha, Dipa. 2021. “Perkembangan Sejarah dan Isu-Isu Terkini dalam Sastra Bandingan”. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Vol. 4. No. 2. 163-176. DOI: https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i2.135

Pradopo, R. D. 1995. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rangkuti, Listi Mora. 2020. “Novel Max Havelaar: Membunuh Kolonialisme”. Dalam Menyisir Beberapa Catatan Sejarah Sastra. Padang: LPPM-Universitas Andalas.

Ratna, N. K. 2013. Teori, Metode, dam Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rasyid, Muhammad Ahsan dan Tasnimah, Tatik Mariyatut. 2023. “Representasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Naskah Drama ‘Audatul Firdaus dan Novel Max Havelaar: Kajian Sastra Bandingan”. Al-Imtiyaz: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban. Vol. 1. No. 1. 1-12.

Riffaterre, M. 1978. Semiotics of Poetry. Bloomington: Indiana University Press.

Salam, A. dan R. A. 2016. Pahlawan dan Pecundang Militer dalam Novel-Novel Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sari, Zahra Aleyda Permata dan Dewi, Trie Utari. 2024. “Kajian Sastra Bandingan Novel The Privileged Ones Karya Mutiarini Dengan Novel A Untuk Amanda Karya Annisa Ihsani”. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 5. No. 2. 43-53.

Sormin, Yudhi Rizki Pratama dan Purba, Alfitriana, 2023. “Analisis Persamaan Sastra Jepang dan Sastra Indonesia”. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 4. No. 2. 66-72.

Susanto, D. 2011. Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Tahqiq, Nanang. 2019. “Yang Tercampak dari Lebak: Refleksi atas Inspirasi Max Havelaar”. Konfrontasi: Jurnal Kultur, Ekonomi dan Perubahan Sosial. Vol. 6. No. 2. 37-43.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Winarso, Bintang Pratama. 2019. “Anti-Imperialism in Max Havelaar”. K@ta Kita. Vol. 7. No. 1. 123-129. DOI: 10.9744/katakita.7.1.123-129

Zaki, Ahmad dan Muharram, Nabillah Nur Azzizah. 2024. “Analisis Kritik Sosial dalam Novel Max Havelaar Karya Multatuli”. Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi. Vol. 1. No. 4. 74-80. DOI: https://doi.org/10.62383/studi.v1i4.116

Zoest, A. van. 1993. Semiotika. Terj. Ani Soekowati. Jakarta: Sumber Agung.




DOI: https://doi.org/10.30596/jpbsi.v6i2.24312

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Bahterasia: Scientific Journal of Indonesian Language and Literature Education is abstracting & indexing in the following databases: