NILAI HUMANISME DAN NASIONALISME DALAM PUISI “KEBANGKITAN” KARYA PUTU WIJAYA

Ardiana Fitri, Nina Quenna Hadi Putri

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi nilai humanisme dan nasionalisme dalam puisi “Kebangkitan” karya Putu Wijaya melalui pendekatan struktural-semiotik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa teks puisi yang dianalisis berdasarkan unsur struktural (tema, diksi, citraan, gaya bahasa, nada, dan amanat) serta konsep semiotik yang meliputi penanda, petanda, makna denotatif, konotatif, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisme tercermin dalam ekspresi empati, solidaritas, refleksi diri, dan harapan sebagai respons terhadap kondisi krisis. Nilai nasionalisme direpresentasikan melalui simbol perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab kolektif terhadap bangsa. Penggunaan metafora seperti layar putih, genderang, dan bendera memperkuat makna kebangkitan sebagai transformasi yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial dan kultural. Secara keseluruhan, puisi ini menegaskan bahwa kebangkitan merupakan sintesis antara kesadaran kemanusiaan dan komitmen kebangsaan. Temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra berperan sebagai medium reflektif sekaligus ideologis dalam membangun kesadaran moral dan identitas nasional.


Keywords


Humanisme; Nasionalisme; Puisi; Struktural-Semiotik; Kebangkitan Karya Putu Wijaya.

References


Althusser, L. (2012). Ideology and ideological state apparatuses. London: Verso.

Althusser, L. (2017). Ideology and ideological state apparatuses: Notes towards an investigation. In S. P. Collins (Ed.), New critical writings in political sociology (Vol. 2, pp. 299–340). London: Routledge.

Anam, K. (2025, March). Analysis of Character Education Values and Islamic Education Values in Short Stories by T. Agus Khaidir (2020-2024)(A Deconstruction Literature Study). In Proceeding International Seminar of Islamic Studies (pp. 2362-2372). https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/view/23700

Azizah, M. (2024). Kritik sosial dan simbolisme politik dalam karya Putu Wijaya. Jurnal Poetika, 12(1), 45–58.

Bajang Journal. (2023). Telaah unsur ekstrinsik cerpen “Protes” karya Putu Wijaya. Bajang Journal.

Barthes, R. (1977). Image, music, text. New York: Hill and Wang.

Hidayah, N., & Suryadi, S. (2023). Semiotika Roland Barthes dalam kajian sastra Indonesia. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 8(2), 134–147.

Kaelan. (2002). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Khalisha, A. N., Salamah, S. Z., Ariyana, A., & Anggraini, N. (2025). Variasi penyampaian amanat nilai humanisme dan nasionalisme dalam puisi “Kebangkitan” karya Putu Wijaya. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 1–15.

Kurniawan, H. (2021). Sastra sebagai media pendidikan karakter berbasis nilai humanisme. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(2), 150–162.

Lestari, E., & Nugroho, B. (2024). Representasi solidaritas sosial dalam puisi Indonesia modern. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1), 66–79.

Lévi-Strauss, C. (1958). Structural anthropology. New York: Basic Books.

Magnis-Suseno, & Franz. (1995). Etika dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral . Kanisius.

Moleong, & Lexy J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R., & Sari, N. I. (2014). Komik sebagai media dakwah: Analisis semiotika kepemimpinan Islam dalam komik “Si Bujang”. Jurnal Ilmu Dakwah, 6(1), 24–39. https://doi.org/10.15575/jid.v6i1.325

Nurgiyantoro, B. (2002). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi (Edisi revisi). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2010). Pengkajian puisi: Analisis strata norma dan analisis struktural dan semiotik (Edisi revisi). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prasetyo, A. (2020). Nasionalisme kultural dalam sastra Indonesia pascareformasi. Jurnal Sejarah dan Budaya, 14(2), 203–217.

Putri, R. A., & Hidayat, M. (2023). Representasi nilai humanisme dalam puisi-puisi Indonesia modern. Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 85–97.

Putu Wijaya. (2023, December 24). Semar. Kompas.

Rahmawati, D., & Ilham, M. (2021). Nilai humanisme religius dalam puisi Indonesia. Jurnal Studi Humaniora, 5(2), 98–111.

Ramadhan, F., & Hapsari, A. (2022). Analisis struktural-semiotik puisi sebagai representasi identitas nasional. Jurnal Humaniora, 34(3), 289–302.

Ruang Sastra. (2023, December 24). Semar. ruangsastra.com.

Salsabila, S. N. (2020). Feminisme dalam politik pada cerpen Wakyat karya Putu Wijaya. Lakon: Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.20473/lakon.v7i1.19773

Sari, P. A., & Utami, R. (2023). Simbol dan makna perjuangan dalam puisi modern Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 19(1), 1–14.

Suryadi, S. (2018). Sastra dan politik: Refleksi kritik sosial dalam karya sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Sutherland, H. (2016). Nasionalisme dan revolusi Indonesia: Refleksi perjuangan bangsa. Jakarta: Komunitas Bambu.

Wulandari, D., & Pratiwi, L. (2023). Nilai nasionalisme dalam puisi Indonesia kontemporer. Jurnal Bahasa dan Sastra, 18(2), 101–114.

Yusuf, M., & Ananda, R. (2024). Sastra, nasionalisme, dan wacana kebangsaan kontemporer. Journal of Indonesian Cultural Studies, 6(1), 22–35.




DOI: https://doi.org/10.30596/jpbsi.v7i1.27302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Bahterasia: Scientific Journal of Indonesian Language and Literature Education is abstracting & indexing in the following databases: