Model Pemberdayaan Masyarakat melalui KUAT SIHIR sebagai Pemulihan Gambut dan Ekonomi Sirkular Limbah Sayuran
Abstract
Peatland degradation is an environmental problem that requires an integrated approach involving community participation in the restoration process. Communities play a role not only as beneficiaries but also as planners and implementers of environmental management. The increasing volume of vegetable waste also has the potential to cause environmental problems if it is not managed optimally. Through the KUAT SIHIR Program (Siantan Hilir Peatland Village), PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Pontianak established community institutions through an empowerment model that integrates environmental management, the utilization of local resources, and circular economy principles. This study aims to analyze the community empowerment model implemented through the KUAT SIHIR Program in supporting peatland restoration and the development of a circular economy based on vegetable waste utilization. The study employed a qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The analysis focused on the community empowerment process, vegetable waste utilization, stakeholder involvement, and the program’s contribution to peatland management. The results show that the KUAT SIHIR Program is able to integrate environmental management with the productive utilization of vegetable waste. This integration encourages community participation, reduces potential waste, and applies circular economy principles at the local level. The program also supports peatland ecosystem restoration while creating social and economic opportunities for the community.
Keywords: Community Empowerment; KUAT SIHIR Program; Peatland; Circular Economy; Vegetable WasteFull Text:
PDFReferences
Chariri, A., & Ghozali, I. (2007). Teori akuntansi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Ekawandani, N. (2018). Pengomposan Sampah Organik (Kubis Dan Kulit Pisang) Dengan Menggunakan Em4. Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 12(1), 38–43.
Ene, C. 2020. Food Security and Food Safety: Meanings and Connections, 2018 (1), 59-8
Hutomi, L. M. (2023). Dampak konteks internal dan eksternal terhadap creating shared value (CSV) perusahaan energi terbarukan. Journal of Social Development Studies, 4(1), 52–63. https://doi.org/10.22146/jsds.5884
Kasim, M, M Yahya, dan M Ridwan. 2022. Pemetaan Sebaran Daya Tarik Wisata Di Desa Bulo Sebagai Kawasan Agrowisata Kab Polewali Mandar Sulawesi Barat. Jambura Geo Educ. J., 3(1), 21–27
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2023.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022) Studi pengembangan Desa Mandiri Peduli Gambut Kalimantan Timur. Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2017). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.130/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang penetapan peta fungsi ekosistem gambut nasional. Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut.
Jaya, R. (2023). Dinamika Tinggi Muka Air pada Lahan Gambut di Kecamatan Siantan Hilir. Geographical Review, 45(2), 123-135.
Lestariningsih, Siti Puji, dkk. 2024. Karakteristik Lahan Gambut dan Tinggi Muka Air Gambut Di Kecamatan Siantan Hilir, Pontianak Utara. Jurnal Lingkungan Hutan Tropis. 3(1):102-112
Maksum, Tri Septian, Andi Mursyidah, dan Fitriani Rahmatismi Blongkod. 2024. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Cemilan Sehat Tinggi Serat Sebagai Solusi Zero Waste. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(7): 2729-2737
Mertani [@mertani_indonesia]. (2026, April 06). Tantangan dalam Pengelolaan Lahan Gambut. [Carousel]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DWxc7KwE_Um/?img_index=5
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2017). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.130/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang penetapan peta fungsi ekosistem gambut nasional. Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut.
Pradini, G., Kausar, D.R.K., & Alfian, F. 2019. Manfaat dan Hambatan Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Perkampungan Budaya Setu Babakan. Journal of Tourism Destination and Attraction, 2(2): 11-18.
Prandaka, Samuel Crisna, Ragil Wahyu Ramadhan, Indah Pertiwi, dkk. 2025. Pemanfaatan Ecobrick dari Botol Bekas untuk Tugu Tulisan di Toapaya Selatan: Solusi Ramah Lingkungan. Safari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(4):66-77.
Prasad, M., & Hochmuth, G. (2016). Organic waste recycling: Technology, management and sustainability (4th ed.). CRC Press.
Prospek Lahan Basah Global 2025: Penilaian Kritis tentang Konservasi, Pemulihan, dan Pembiayaan Lahan Basah. (2025, Juli 22). WetlandsInternational.https://indonesia.wetlands.org/id/blog/the-global-wetland-outlook-2025-a-critical-appraisal-of-valuing-conserving-restoring-and-financing-wetlands/
Purwendo, S., Utami, C. M., Mardhiansyah, M., & Darlis, V. V. (2016). Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Buah-Buahan terhadap Pertumbuhan Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis). Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 10(1), 47–54.
Nadjmi, N. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Pulau Wisata Lakkang Melalui Desain Dan Pemanfaatan Bahan Limbah Menjadi Industri Kreatif. JURNAL TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat,3(1),47-57.https://doi.org/10.25042/jurnal_tepat.v3i1.118
United Nations Development Programme (UNDP). (2015). Sustainable DevelopmentGoals.UNDP.https://www.undp.org/sustainable-development-goals
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.
DOI: https://doi.org/10.30596/jisp.v7i2.32164
Refbacks
- There are currently no refbacks.







