Karakteristik Penderita Hernia Inguinalis Di Rumah Sakit Umum Daerah Drs. H. Amri Tambunan Tahun 2021-2022
Abstract
Abstrak : Hernia inguinalis merupakan kasus bedah terbanyak setelah apendisitis. Hernia adalah penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. Ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan serta dapat mengakibatkan kecacatan dan berujung kematian. Hernia dapat terjadi akibat kelainan kongenital maupun didapat. Pada balita kejadian hernia inguinalis lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya prosesus vaginalis menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 sampel dari rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Drs. H. Amri Tambunan periode Januari 2021-Juni 2022 dilakukan dengan cara total sampling. Hasil : Hasil penelitian di per oleh dari 43 sampel didapatkan kelompok usia tertinggi penderita hernia inguinalis adalah 56-65 tahun dan terendah adalah kelompok usia 0-5 tahun. Karakteristik hernia berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki daripada perempuan. Pekerjaan didapatkan kelompok pada pekerjaan berat dan terendah kelompok pekerjaan ringan. Klasifikasi hernia inguinalis didapatkan bahwa hernia inguinalis indirect (Lateralis) lebih banyak dijumpai daripada hernia inguinalis direct (Medialis) dan penanganan dengan tindakan operasi. Kesimpulan : penderita hernia ingunalis banyak terdapat pada hernia inguinalis indirect (Lateralis) dengan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki pada usia 56-55 tahun dan pekerjaan dengan aktivitas berat dengan penanganan tindakan operasi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Muharam D.M. Karakteristik Pasien Hernia Inguinalis Di Rsu Kota Tangerang Selatan Tahun 2015.; 2017.
Wulan A.J, Iman SA, Anatomi B, Kedokteran F, Lampung U. Refleks Bersin Pacu Terjadinya Hernia Inguinalis Sneezing Reflex Causes to Happen Hernia Inguinalis. Majority. 2017;6(2):78-84.
Zulfian, Anasthasia U.C, Mandala Z. Profil Penderita Hernia Inguinalis Laki-Laki Dewasa Yang Dirawat Di Ruangan Bedah Rsud Dr H Abdul Moeloek Periode Januari Sampai Dengan Desember 2013. J Med Malahayati. 2015;2(3):151-156.
Amrizal A. Hernia Inguinalis. Syifa’ Med J Kedokt dan Kesehat. 2015;6(1):1. doi:10.32502/sm.v6i1.1374
Napitupulu R. Prevalensi Hernia Inguinalis pada Anak di RSUP H. Adam Malik. 2010.
Tjitra D.S. Analisis Efektivitas Biaya Laparoskopik Herniotomy dan Open Herniotomy pada Pasien Hernia Inguinalis Unilateral di Rumah Sakit Gading Pluit Jakarta Utara Tahun 2014. J ARSI. 2016;2(2):127-138. http://journal.fkm.ui.ac.id/arsi/article/view/2195
Netter F.H. ATLAS OF HUMAN ANATOMY. 6th ed. EGC; 2014.
Courtney Townsend, R. Daniel Beauchamp, B. Mark Evers KM. Hernias, Sabiston Textbook of Surgery. 17th ed. Elsevier Saunders; 2016.
Mansjoer A. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3. Media Aesculapius; 2000.
Fadillah ibad. Pengetahuan pasien terhadap perawatan pasca operasi hernia inginalis di Ruang 3A Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. 2019:33.
Mu’amarudin. Asuhan Keperawatan Pasca Operasi Hernia Stikes Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Karya Tulis Ilm. 2016.
Sjamsuhidajat R & W. BUKU AJAR ILMU BEDAH (edisi 4). Jakarta ECG 9789790440463. 2017.
Lassandro F. Abdominal hernias: Radiological features. World J Gastrointest Endosc. 2011;3(6):110. doi:10.4253/wjge.v3.i6.110
E.Sinurat KS. 3,4 5 6. 2014;(June):1-28.
Leblanc KE, Leblanc LL LK. Inguinal hernias: diagnosis and management. Am Fam Physician. 2013:87: 844-8.
Sari P. Hubungan antara usia dan pekerjaan dengan kejadian hernia inguinalis dirumah sakit muhammadiyah palembang periode 1 januari 2009-31 desember 2011; 2013.
Astuti M.F, Virgiandhy I, dkk. Hubungan antara usia dan hernia inguinalis. Jurnal Cerebellum. 2018; 4 (2): 1052-1058.
Qomariah S.N, Rofiqoh. Beban kerja fisik dan usia menyebabkan hernia inguinalis. Journa; of Ners Community. 2016; 7 (1): 33-38.
Batubara S.O. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hernia di rumah sakit umum daerah Prof. Dr. W.R Johanes Kupang. CHMK Nursing Scientific Journal. 2017; 1(1): 12-19.
Sabiston D.C. Buku Ajar Bedah. EGC: Jakarta. 2021.
Sesa IM, Efendi A. Karakteristik penderita hernia inguinalis yang dirawat inap dirumah sakit umum Anutapura Palu tahun 2012. Jurnal Kesehatan Tadulako. 2015; 1 (1): 1-11.
Siambaton S.K. Gambaran faktor resiko pekerjaan dan umur terhadap kejadian hernia inguinalis di rumah sakit haji medan tahun 2017. Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utaran. 2018.
Faridah U, Hartinah D, Nindiawati N. Hubungan jenis pekerjaan dengan hernia di RS Islam Arafah Rembang tahun 2018. University Research Colloquium. 2019: 340-345.
Erianto M, Triwahyuni T, dkk. Hubungan usia dengan jenis hernia inguinalis di RS Pertamina Bintang Amin Lampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu. 2021; 1 (2): 73-79.
Balamaddaih S.V, Reddy RM, et.al. Prevalence and risk factors of inguinal hernia: a study in a semiurban area in Rayalaseema, Andhra Pradesh India. Int Surg J. 2016; 3 (3): 1310-1313.
Way, Lawrence W. Hernias & other lesions of the abdominal wall
DOI: https://doi.org/10.30596/jph.v5i2.20748
DOI (PDF): https://doi.org/10.30596/jph.v5i2.20748.g11825
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Alamat Pengelola: Gedung Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Lantai II, Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran UMSU Jalan Gedung Arca No. 53 Medan Sumatera Utara Indonesia, Kode Pos 20217.
Kontak (WA): 0812-6208-2844
E-mail: jurnalpanduhusada@umsu.ac.id


