Karakterisktik Pada Penderita Skabies di Rumah Sakit Surya Insani Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Periode Mei 2021 – Mei 2022

Leonardo Rovi, Hervina Hervina

Abstract


Abstrak: Skabies adalah salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan pada praktik klinis. Skabies merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi parasit tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2018 di Indonesia kejadian skabies ini cukup tinggi sekitar 5,6- 12,9%. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada tahun 2016 kejadian skabies berjumlah 13,046. Kabupaten Rokan Hulu menduduki kabupaten dengan tingkat kemiskinan nomor satu di Provinsi Riau, hal ini mengakibatkan kurangnya higienitas dari lingkungan pada masyarakat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dan menjadikannya penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pada penderita skabies di Rumah Sakit Surya Insani Periode Mei 2021 – Mei 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 penderita. Data pada penelitian ini merupakan data sekunder yang didapat dari rekam medis penderita skabies. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 50 penderita didapatkan distribusi kelompok usia terbanyak adalah 0-5 tahun (24.0%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (54.0%), tempat tinggal terbanyak adalah rumah tinggal (70.0%), pekerjaan terbanyak adalah pelajar-mahasiswa (30.0%) dan pendidikan yang terbanyak adalah SMA (52.0%). Pada uji chi-square (p<0,05) terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,016), pekerjaan (p=0,033), tempat tinggal(p=0,038) dan pendidikan (p=0,003) terhadap skabies. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,057) terhadap skabies. Kesimpulannya adalah penderita skabies terbanyak didiagnosis usia 0-5 tahun, jenis kelamin perempuan, tinggal di rumah tinggal, pekerjaan pelajar-mahasiswa, dan pendidikan SMA. hubungan karakteristik terhadap skabies didapati bahwa usia, pekerjaan, tempat tinggal, pendidikan memiliki hubungan yang signifikan sementara jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan.


Keywords


Hubungan, karakteristik, skabies

Full Text:

PDF

References


Kurniawan M, Ling MSS, Franklind. Diagnosis dan Terapi Skabies. Cermin Dunia Kedokteran. 2020;47(2):104-107.

Ararsa G, Merdassa E, Shibiru T, Etafa W. Prevalence of scabies and associated factors among children aged 5–14 years in Meta Robi District, Ethiopia. PLoS ONE. 2023;18(1 January):1-14. doi:10.1371/journal.pone.0277912

Fadillah M, Julianto, Sukarlan, Khalitati N. Hubungan Personal Hygiene Dan Kepadatan Penghunian Dengan Kejadian Scabies Di Pondok Pesantren. Journal of Nursing Invention. 2023;4(2):151-161.

Isramilda I, Asda A, Purnama RY. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Di Pondok Pesantren Darul Falah Kota Batam. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam. 2023;13(1):312-322. doi:10.37776/zked.v13i1.1155

Din BCN, Sibuea S. Penatalaksanaan Penyakit Skabies Pada Laki-Laki Usia 42 Tahun Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga. The Medical Profession Journal Of Lampung. 2020;10(2):241-250. https://www.journalofmedula.com/index.php/medula/article/download/62/23/105

Husna R, Joko T, Nurjazuli. Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Di Indonesia : Literatur Review Factors Related To The Incidence Of Scabies In Indonesia : Literature Review Health penyakit yang berhubungan dengan air ( 2011 ) menyatakan bahwa terdapat. jurnal Kesehatan Lingkungan. 2021;11(1):29-39. doi:10.47718/jkl.v10i2.1169

Marsaoly RR, The F, Wahyudi RB. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies Pada Masyarakat Pesisir di Pulau Hiri Ternate. MAHESA : Malahayati Health Student Journal. 2024;4(9):3862-3874. doi:10.33024/mahesa.v4i9.15443

Gunardi KY, Sungkar S, Irawan Y, Widaty S. Level of Evidence Diagnosis Skabies Berdasarkan Oxford Centre for Evidence-Based Medicine Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN dr. eJournal Kedokteran Indonesia. 2022;10(3):1-8. https://doi.org/10.23886/ejki.10.224.276

Erwin Edyansyah, Karneli, Nurhayati. Peningkatan Pengetahuan Skabies Pada Anak Usia Sekolah Di Kelurahan Keramasan, Kertapati, Palembang. Jurnal Mitra Masyarakat. 2023;4(1):15-20. doi:10.47522/jmm.v4i1.160

Maulida S, Roslita R, Yovinna V. Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Upaya Pencegahan Scabies Pada Santri. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;1(2):96-108. https://doi.org/10.572349/husada.v1i1.363

Yulianti FS, Tosepu R, Yasnani. Hubungan Sanitasi Dan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Scabies Pada Santri Pondok Pesantren Al-Amanah Darussalam Kelurahan Liabuku Kota Baubau. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2025;5(4):47-61. https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v5i4.56

Sena, Chrismis & S wahyuni nasutions. Keberhasilan Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Skabies Melalui Edukasi Kesehatan Menggunakan Buku Saku Gerakan Membasmi Skabies Sena Oktarida. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2024;15(September):501-506. https://doi.org/10.37887/jkl-uho.v5i4.56




DOI: https://doi.org/10.30596/jph.v7i1.26438

DOI (PDF): https://doi.org/10.30596/jph.v7i1.26438.g14158

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Pengelola: Gedung Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Lantai II, Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran UMSU Jalan Gedung Arca No. 53 Medan Sumatera Utara Indonesia, Kode Pos 20217.

Kontak (WA): 0812-6208-2844

E-mail: jurnalpanduhusada@umsu.ac.id