Formation Of Student Thinking Patterns Through Credible Communication In Islamic Education Learning
Abstract
Studi ini meneliti peran kredibilitas komunikasi guru dalam membentuk pola pikir siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kredibilitas komunikasi mencakup dimensi kompetensi, kepercayaan, dan daya tarik, yang mempengaruhi efektivitas nilai-nilai Islam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana guru PAI membangun kredibilitas komunikasi dan dampaknya terhadap pembentukan pola berpikir kritis, reflektif, dan religius pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas komunikasi guru yang tinggi memberikan kontribusi signifikan terhadap internalisasi nilai-nilai Islam, pengembangan keterampilan berpikir analitis, dan pembentukan karakter siswa. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi komunikasi guru PAI dalam menciptakan pembelajaran transformatif.
Full Text:
PDFReferences
Arifin, Z. (2017). Evaluasi pembelajaran: Prinsip, teknik, prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arwani, A. (2018). Komunikasi pendidikan dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 245-260.
Daradjat, Z. (2016). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Freire, P. (2018). Pendidikan kaum tertindas (terj.). Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasrian, R. S., & Nurzannah. (2018). Media pembelajaran teori dan praktek. Yogyakarta: CV. Bildung Nusantara
Hovland, C. I., & Weiss, W. (1951). The influence of source credibility on communication effectiveness. Public Opinion Quarterly, 15(4), 635-650.
Ismail, I., & Rahman, A. (2019). Kredibilitas guru dalam komunikasi pembelajaran PAI di era digital. Jurnal Ilmiah Didaktika, 20(1), 78-95.
Langgulung, H. (2016). Manusia dan pendidikan: Suatu analisis psikologi, filsafat dan pendidikan. Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru.
Majid, A., & Andayani, D. (2018). Pendidikan Agama Islam berbasis kompetensi: Konsep dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
McCroskey, J. C., & Teven, J. J. (1999). Goodwill: A reexamination of the construct and its measurement. Communication Monographs, 66(1), 90-103.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Muhaimin. (2015). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Mulyasa, E. (2017). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Naim, N. (2019). Menjadi guru inspiratif: Memberdayakan dan mengubah jalan hidup siswa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nata, A. (2016). Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Piaget, J. (2017). The psychology of intelligence (terj.). London: Routledge.
Purwanto, Y. (2018). Etika komunikasi dalam pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 7(1), 45-64.
Ramayulis. (2015). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Rohman, A., & Amri, S. (2019). Strategi komunikasi guru dalam pembelajaran PAI. Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 156-175.
Sardiman. (2016). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syah, M. (2017). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tafsir, A. (2015). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Uhbiyati, N., & Ahmadi, A. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta.
Wahab, R. (2016). Psikologi belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Yusuf, S. (2018). Kredibilitas guru dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 14(1), 89-104.
Zainuddin, M., & Rahman, F. (2019). Komunikasi edukatif dalam pembentukan karakter religius siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 16(2), 201-218.
DOI: https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.28579
DOI (PDF): https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.28579.g15051
Refbacks
- There are currently no refbacks.



