LEGAL PROTECTION FOR CREDITORS AGAINST THE CRIMINAL ACTS OF EMBEZZLEMET OF BANKCRUPTCY ASSETS BY CORPORATIONS
Abstract
Bankruptcy is a legal mechanism intended to ensure the fair and proportional distribution of a debtor’s assets among its creditors in accordance with the principle of pari passu prorata parte. However, in practice, corporate debtors frequently commit the criminal act of embezzlement of bankruptcy assets by concealing, transferring, or reducing the value of assets that should form part of the bankruptcy estate. Such actions not only harm creditors as rightful beneficiaries but also undermine legal certainty and the effectiveness of bankruptcy law enforcement in Indonesia. This research aims to analyze the legal framework governing the criminal act of embezzlement of bankruptcy assets by corporations, examine the extent of legal certainty available to creditors, and formulate an ideal model of legal protection for creditors as victims. This study employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate a legal vacuum in procedural law concerning the criminal liability of corporations for embezzlement of bankruptcy assets. Additionally, there exists regulatory disharmony between the Criminal Code, the Bankruptcy and PKPU Law, and Supreme Court Regulation (PERMA) No. 13 of 2016 regarding the prosecution of corporate crime. Therefore, legal reform is necessary through strengthened regulations, integration of criminal asset forfeiture into the bankruptcy estate process, and the consistent enforcement of corporate criminal liability doctrines to ensure effective legal protection for creditors.
Full Text:
PDFReferences
Erik Claes, Wouter Devroe, dan Bert Keirsblick, 2009, Facing the Limits of the Law, Singapore: Springer.
Fuady, Munir. 1998. Hukum Pailit 1998 Dalam Teori dan Praktik. Bandung : Penerbit Citra Aditya Bakti.
Fred B.G. Tumbuan, 2001, "Pokok-Pokok Undang-Undang Tentaug Kepailitan sebagaimana diubah oleh PERPU No. 1/1998", dalam Rudy Lontoh (ed), Penyelesaian Utang Melalui Pailit atau Pemndaan Kewajiban Pembayaran Utang, Bandung : Alumni.
Jonathan R. Macey, 2011, Essentials of Banking Law and Regulation, New York Aspen Publishers.
Joseph E. Stiglitz, 2000, Ekonomi Sektor Publik, ed. 3, alih bahasa Eddy Ariawan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kartini Muljadi & Gunawan Widjaja, 2010, Hukum Perikatan, Jakarta : Kencana Prenada Media.
Loqman, Loebby, 2018, Kepailitan dan PKPU dalam Teori dan Praktik, Jakarta: Prenadamedia Group.
M. Yahya Harahap, 2011, Hukum Kepailitan, Jakarta: Sinar Grafika.
Man Suparman Sastrawidjaja, 2006, Hukum Kepailitan di Indonesia, Bandung : Mandar Maju.
Muladi, Sri, dan Abdul Rachman Saleh. 2010, Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jakarta: Sinar Grafika.
Puslitbang Hukum dan Peradilan, 2013, “Interpretasi Tentang Makna Utang Jatuh Tempo Dalam Perkara Kepailitan” Jakarta.
Rachmadi Usman, 2019, Hukum Kepailitan: Teori dan Praktik, Jakarta: Sinar Grafika.
Sutan Remy Sjahdeini. 1999, Peranan Kurator dalam Kepailitan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Soerjono Soekanto, Sri Mamudji, 2004, Penelitian Hukum Normatif, Raja Grafindo Persada: Jakarta.
World Bank, "Doing Business 2006: Resolving Insolvency", Washington DC: International Finance Corporation.
Zainal Asikin, 2014, Mengenal Filsafat Hukum, Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Herry Anto Simanjuntak, “Prinsip-Prinsip dalam Hukum Kepailitan Dalam Penyelesaian Utang Debitur Kepada Kreditur”, Jurnal Justiqa, Vol 2 No. 2, (Oktober, 2020)
Lambok Marisi Jakobus Sidabutar, ”Hukum Kepailitan dalam Eksekusi Harta Benda Korporasi sebagai Pembayaran Uang Pengganti”, Jurnal Antikorupsi INTEGRITAS, Vol 5, No. 2
Rifqanu Nur Fauziah, “Kepailitan dan Akibat Kepailitan Terhadap Kewenangan Debitur Pailit dalam Bidang Hukum Kekayaan”, https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca//Kepailitan-dan-Akibat-Kepailitan-Terhadap-Kewenangan-Debitur-Pailit-Dalam-Bidang-Hukum-Kekayaan.html (Senin, 07 Juli 2025).
Rahayu, ”Pengangkutan Orang, etd.eprints.ums.ac.id. Peraturan Pemerintah RI, Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Tatacara Perlindungan Korban dan Saksi Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Undang-Undang RI, Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga”, 2009, https://repository.uin-suska.ac.id/.pdf diakses (Sabtu, tanggal 19 April 2025).
Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Undang - Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana Oleh Korporasi.
Pasal 372 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana.
DOI: https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.29155
DOI (PDF): https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.29155.g14977
Refbacks
- There are currently no refbacks.



