Komunikasi Instruksional Pelatih Basket dalam Membangun Kerja Sama Tim
Abstract
Dalam olahraga basket, kerja sama tim yang baik tidak muncul begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh bagaimana pelatih menyampaikan instruksi kepada para pemain. Selama ini, kajian mengenai komunikasi pelatih sering kali terpusat pada atlet profesional atau hanya menyoroti komunikasi antarpribadi secara umum. Hal tersebut membuat dinamika di tingkat sekolah menengah terutama madrasah kerap terabaikan. Padahal, konteks sekolah memiliki keunikan tersendiri dari segi pendekatan komunikasi maupun tujuan pendidikan karakternya. Berdasarkan dari celah tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membedah peran komunikasi instruksional pelatih basket di MTsN 2 Tegal, khususnya dalam upaya menumbuhkan kekompakan tim. Kajian dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kacamata fenomenologi. Untuk menggali data secara mendalam, peneliti melakukan wawancara, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Sebagai pembeda dari riset-riset sebelumnya, penelitian ini menggunakan teori komunikasi instruksional dari Richmond dan McCroskey untuk melihat realitas olahraga di lingkup sekolah. Hasil penelitian difokuskan pada tiga unsur utama komunikasi instruksional, yaitu kejelasan instruksi, gaya komunikasi, dan pemberian umpan balik (feedback). Berdasarkan temuan di lapangan ditemukan hasil. Pertama, kejelasan instruksi, pemain terbukti lebih cepat menangkap taktik saat pelatih memberikan instruksi yang lugas melalui metode komando disertai contoh gerakan langsung. Kedua, gaya komunikasi, gaya komunikasi pelatih yang tegas namun tetap interaktif dan peka terhadap karakter setiap anak ternyata sangat efektif dalam mendongkrak motivasi serta solidaritas. Ketiga, umpan balik, sesi evaluasi atau pemberian umpan balik selepas latihan memainkan peran krusial untuk memacu pemain agar berintrospeksi dan memperbaiki kesalahan secara kolektif. Secara keseluruhan, penerapan ketiga aspek komunikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer materi teknis, tetapi secara komprehensif menjadi mekanisme sentral yang memperkuat koordinasi, solidaritas, dan kekompakan kerja sama tim secara utuh.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.30596/interaksi.v10i2.31209
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi © 2024 by Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under CC BY-SA 4.0
.png)

