POSITION OF PERSONAL GUARANTEE ASSET SEIZURE IN BANKRUPTCY PRINCIPAL DEBTOR
Abstract
General Seizure of Personal Guarantee Assets in the Bankruptcy of the Principal Debtor, can be carried out and regulated in the provisions of the Bankruptcy Law and Civil Law. So that the Personal Guarantee has responsibility for the bankruptcy statement of the principal debtor, but in practice there is an interesting phenomenon, for example, in the Medan District Court Decision Number 6/Pdt. Sus-Others/2019/PN. Niaga. Mdn. there is a phenomenon of the seizure of Personal guarantee assets without a bankruptcy statement against the Personal Guarantee. Normative legal research with a statutory regulatory approach and case studies. The results of this study indicate that Article 1832 of the Civil Code number 2 states that the position between the Principal Debtor and the Guarantor or Personal Guarantee or Borgtocht is the same as a Debtor. Personal Guarantee assets cannot be seized in the bankruptcy of the Principal Debtor, a sign that there is a bankruptcy statement against the Personal Guarantee and the Personal Guarantee releases its Special Rights. In Decision Number: 6/Pdt. Sus-Lain-lain/2019/PN. Niaga. Mdn Jo. Number: 2/Pdt. Sus. Bankrupt/2018/PN. Niaga does not reflect justice, therefore the Personal Guarantee assets are not included in the Bankrupt Boedel because the Personal Guarantee is not bankrupt, so that general seizure cannot be carried out and general seizure is not in accordance with the contents of the guarantee agreement that has been agreed upon by the creditor and guarantor.
Full Text:
PDFReferences
Bambang Synggono, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016.
Christina Erna Widiastuti, Tesis Kajian Hukum TerhadapPelaksanaan Perjanjian Jaminan Perorangan (Borgtocht) dalam Kepailitan Debitur, Semarang: Magister Kenotariatan Program PascaSarjana Undip, 2002.
Hermansyah, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Edisi Kedua, Jakarta, Prenada Media Group, 2014.
Issac Davids Panjaitan, Asnati, Fahmi, Pertanggungjawaban Penjamin/Guarantor (Personal/ Corporate Guarante) Dalam Perkara Kepailitan, Jurnal Hukum POSITUM Vol.5, No.2, Des 2020.
Lenny Nadriana dan Isis Ikhwansyah, “Implementasi Hukum Personal Guarantee dalam Praktik Pagaruyuang Law Journal, No.2, Vol.1, terdapat dalam http://joernal.umsb.ac.id/ index.php/pagaruyuang/index, terakhir diakses tanggal 23 April 2025, pukul 09.26 WIB.
Lenny Nadriana, Ahli Waris Pemegang Personal Garansi Dapat Pailit, Jakarta: Lembaga Studi Hukum Indonesia, 2019.
Luthvi Febryka Nola, Kedudukan Sita Umum terhadap Sita Lainnya dalam Proses Kepailitan, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2018.
M. Yahya Harahap, Hukum Acara Perdata Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan, Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Niken Prasetyawati, Tony Hanoraga, Jaminan Kebendaan dan Jaminan Perorangan Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Piutang, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8, 2015.
Oktaviani F Tambunan, Penyitaan Benda Dalam Kepailitan Yang Dilakukan Oleh Kurator Dan Penyitaan Benda Oleh Kepolisian Dalam Perkara Pidana (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 156 K / PDT.SUS/ PAILIT/ 2015, Jurnal.
Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2019.
Putri Avi Afifah dan Eddie Imanuel Doloksaribu, Analisis Yuridis Penggunaan Aset Personal Guarantee dalam Melunasi Utang Pailit, Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Putri Avi Afifah, Analisis Yuridid Penggunaan Aset Personal Guarantee Dalam Melunasi Utang Pailit, Jurnal Fakultas Hukum, Universitas Atamajaya.
R. Tjiptoadinugroho, Perbankan Masalah Perkreditan Penghayatan, Analisis dan Penuntutan, Jakarta: Pradya Paramita, 1971.
Ricardo Simanjuntak, Undang-Undang Kepailitan dan PKPU Indonesia Teori dan Praktik, Jakarta: Kontan Publishing, 2023.
Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, Hukum Jaminan Di Indonesia Pokok-Pokok Hukum Jaminan Dan Jaminan Perorangan, Yogyakarta: Liberty Of Fset, 1980.
Sunarmi, Hukum Kepailitan, Depok: Kencana, 2017.
Sunarmi, Hukum Kepailitan, Jakarta: PT Softmedia, 2010.
Syamsudin M. Sinaga, Hukum Kepailitan Indonesia, Jakarta: Tatanusa, 2012.
Indonesia, Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 131.
DOI: https://doi.org/10.30596/nomoi.v6i1.24126
Refbacks
- There are currently no refbacks.
_(71_x_130_px)_(2).jpg)


