PREVALENSI HIPERTENSI DENGAN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN SUMATERA UTARA TAHUN 2015

Arif Wibowo, Meizly Andina

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Sindrom Koroner Akut adalah ketidak mampuan jantung akut akibat suplai darah yang mengandung oksigen ke jantung tidak adekuat. Prevalensi jantung koroner berdasarkan terdiagnosis dokter tertinggi Sulawesi Tengah (0,8%) diikuti Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Aceh masing-masing 0,7 persen. Sementara prevalensi jantung koroner menurut diagnosis atau gejala tertinggi di Nusa Tenggara Timur (4,4%), diikuti Sulawesi Tengah (3,8%), Sulawesi Selatan (2,9%), dan Sulawesi Barat (2,6%).Sindrom Koroner Akut disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan terjadinya sindrom koroner akut adalah tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain potong lintang, penelitian ini di lakukan pada bulan november 2016 di RS Haji Medan.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 232 pasien yang datanya di ambil dari rekam medis di RS Haji Medan. Hasil: Pasien sindroma koroner akut (SKA) yang berjenis kelamin laki – laki 46 pasien (58,2%), pasien sindroma koroner akut (SKA) yang berusia 51 – 60 Tahun sebanyak 32 pasien (40,5%), pasien sindroma koroner akut (SKA) jenis UAP 49 pasien (62 %). Kesimpulan: Kebanyakan pasien yang mengalami hipertensi pada sindroma koroner akut (SKA) di RS Haji Medan tahun 2015 berjenis kelamin laki-laki, dengan keloompok usia 51 – 61 tahun, dan  berjenis Unstable Angina Pectoris (UAP).

Kata Kunci : Prevalensi, Sindroma Koroner Akut (SKA), Hipertensi


ABSTRACT

Introduction: Acute Coronary Syndrome (ACS) is the inability of the heart as a result of acute supply oxygenated blood to the heart is inadequate. The prevalence of coronary heart disease by a doctor diagnosed the highest Central Sulawesi (0.8%) followed by North Sulawesi, Jakarta, Aceh 0.7 percent respectively. While the prevalence of coronary heart disease by diagnosis or symptoms of the highest in East Nusa Tenggara (4.4%), followed by Central Sulawesi (3.8%), South Sulawesi (2.9%), and West Sulawesi (2.6%).1Sindrom Acute coronary caused by multiple risk factors. One of the main risk factors that lead to the occurrence of acute coronary syndrome is high blood pressure (hypertension). Methods: This research is a descriptive study with cross-sectional design, the study was done in november 2016 in Haji Hospital Medan. The sample used in this study were 79 patients whose data was taken from the medical record in Haji Hospital Medan. Results: Patients with Acute Coronary syndrome (ACS) in mens 46 patients (58.2%), patients with Acute Coronary syndrome (ACS) aged 51-60 years were 32 patients (40.5%), patients with Acute Coronary syndrome (ACS)  UAP type 49 patients (62%). Conclusion: The most hypertension patients with Acute Coronary syndrome (ACS)  in in Haji Hospital Medan 2015 is male sex, with age group 51 – 60 years, and unstable angina pectoris (UAP) type.

 

Keyword : Prevalece , Acute Coronary syndrome (ACS), Hypertension



Full Text:

PDF

References


Ekaputra RAR, Akbar MR, Garina LA Hubungan indeks masa tubuh dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri pada pasien sindroma koroner akut [Disertasi]. Bandung: Universitas Islam Bandung; 2015.

Muchid, Abdul, dkk. Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner : Fokus Sindrom Koroner Akut. Departemen Kesehatan RI. 2006.

Torry, S. R. V. Panda, A. L. Ongkowijaya, J., Gambaran Faktor Resiko PenderitaSindrom KoronerAkut. Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas KedokteranUnsrat, 2013

CAPEWELL, Simon, et al. Cardiovascular risk factor trends and potential for reducing coronary heart disease mortality in the United States of America. Bulletin of the World Health Organization, 2010

Rilantono LI.Penyakit Kardiovaskular(PKV).jakarta:FK UI. 2012

BPS.Dinas Kesehatan dalam Laporan Tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Sumatera Utara tentang jumlah kunjung penderita sepuluh penyakit utama di Medan tahun 2002-2006. Medan-Sumatera Utara. 2007

Djohan TBA. Penyakit Jantung Koroner dan Hipertensi. Medan. e-Resipitory USU.2004Angelica, Natalia. 2013. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun dan kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii) (Ness & Th, Ness) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Surabaya : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, No.2 Vol.2 hal. 1-8

Stangl V, et al, Coronary atherogenic risk factors in women, Eur Heart J, 2002

American Heart Association (AHA) – Scientific Position, Risk factors and coronary heart disease, AHA Scientific Position, November 24. 2007

Huon H. Gray. Keith D. Dawkins. John M. Morgan. Iain A. Simpson. Lecture notescardiolog. Edisi 4. Erlangga Medical Series. Jakarta. 2002

Jian Liu, M.D, PhD, Christopher Sempos, PhD, Richard P Donahue, PhD, Joint distribution of non-HDL and LDL cholesterol and coronary heart disease risk prediction among individuals with and without diabetes, Diabetes Care, Vol. 28, USA, August 8. 2005

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Tatalaksana Sindroma Koroner Akut Edisi III. Jakarta : PERKI . 2015

Oktarina, R., Karani, Y., Edward, Z., Hubungan Kadar Glukosa Darah Saat Masuk Rumah Sakit Dengan Lama Hari Rawat Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) Di RSUP Dr.M. Djamil Padang, Jurnal Kesehatan Andalas. 2013


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed By: 

 

Flag Counter


Sekretariat:

Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU

Jalan Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217

Kontak: 0813-7515-0018, E-mail: amj_fk@umsu.ac.id.

 

E-ISSN: 2614-5219