Gambaran dan Pendekatan Klinis Terhadap Nevus Melanositik Atipikal

Nita Andrini

Abstract


Nevus melanositik atipikal atau disebut juga nevus displastik bukan hanya sebagai penanda, tetapi merupakan prekursor dari melanoma maligna. Oleh karena itu, lesi ini penting untuk dikenali secara klinis. Pertamakali dikenal sebagai gambaran lesi berpigmen dengan penilaian klinis melanoma dan terdapat riwayat keluarga. Tata nama yang berhubungan dengan lesi – lesi ini juga termasuk B-K moles(dikenal sebagai 2 kelompok yang awalnya katanya dimulai dari B dan K), mole multiple atipikal familial dan sindroma melanoma, sindrom mole atipikal, Clark’s nevus, mole atipikal, dan nevus dengan gangguan bentuk (dengan derajat yang bervariasi dari melanositik atipia). Istilah nevus displastik (ND) lebih sering digunakan pada saat sekarang, baik pada diagnosis secara klinis ataupun histologis.1,2 Untuk menegakkan nevus melanositik atipikal dibutuhkan kumpulan dari gambaran klinis dan temuan dermoskopis. Namun, semakin besar jumlah abnormalitas klinis yang dijumpai, semakin besar kemungkinan lesi terbukti atipikal.Setiap lesiberpigmenyang mencurigakandan setiaplesiyang terus-menerusdansecara signifikan berubah, harus dilakukan eksisi sempurnadengan batassekitar 2mmuntukpemeriksaan histopatologiuntuk menyingkirkan dugaan melanoma.2,3 

KATA KUNCI : Nevus melanositik atipikal, nevus displastik, melanoma


Full Text:

PDF

References


Grichnik JM, Rhodes AR, Sober AJ. Benign Neoplasias and Hyperplasias of Melanocytes. Dalam : Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolff K. Editor: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, Ed. 8, New York, McGraw-Hill, 2012.

Rabinovitz HS, Barnhill RL. Benign Melanocytic Neoplasms. Dalam: Bolognia JL, Jorizzo JL, Schaffer JV. Editor: Dermatology, Ed. 3, Elsevier, 2012.

Shah J, Feintisch AM, Granick MS. Congenital Melanocytic Nevi. Eplasty: New Jersey Medical School. New Jersey, 2016. 16:ic4

Lewandrowski CC. Risk factors for the development of melanoma. Diunduh dari: https://www.uptodate.com/contents/risk-factors-for-the-development-of-melanoma#H1907897 . Update terakhir tanggal 16 Januari 2019.

McCalmont T. Melanocytic Nevi. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/article/1058445-overview

Friedman RJ, Heilman ED, Rigel DS, et.al. The dysplastic nevus. Clinical Dermatology. 2009;27(1):103-15

Velderbran M. Atypical Mole (Clark Nevus or Dysplastic Nevus) Clinical Presentation. Diunduh dari: https://emedicine.medscape.com/article/1056283-clinical Update terakhir tanggal 4 April 2017

Elghblawi E. The Dysplastic Nevus, the True Myth. ARC Journal of Dermatology. Australia, (1)11-12, 2016

Curry JL, Prieto VG, Torres-Cabala CA. Pathology of Displastic (Atypical) Melanocytic Nevi. Diunduh dari: http://emedicine.medscape.com/article/1960604-overview. Update terakhir tanggal 2 Juni 2011.

Lin J et al. Polyclonality of BRAF mutations in acquired melanocytic nevi. J Natl Cancer Inst 101:1423, 2009

Harrison SL, MacLennan R, Buettner PG. Sun exposure and the incidence of melanocytic nevi in young Australian children. American Association for Cancer Research. Australia, 2008

Carrera C, Puig-Butille JA, Aguilera P, et al. Impact of Sunscreens on preventing UVR Induced Effects in Nevi. JAMA Dermatology. 2013; 149(7):803-813

Russak JE, Rigel DS. Melanoma and Pigmented Lesions. Dalam: Melanoma and Pigmented Lesions; Dermatologic Clinics. Editor: Thiers BH. Elsevier Saunders, Vol. 30, 2012.

Ngan V. Atypical Melanocytic Nevus. Diunduh dari: https://www.dermnetnz.org/topics/atypical-melanocytic-naevus/

Elder DE. Precursor to melanoma and their mimics: Nevi of special sites. Modern Pathol. 19:54,2006.

Barnhill RL: Melanocytic nevi and tumor progression: Perspectives concerning histomorphology, melanoma risk, and molecular genetics. Dermatology. 187:86, 1993

Cesinaro AM. Clinico-pathological impact of fibroplasia in melanocytic nevi: a critical revision of 209 cases. APMIS. 2012. 120(8):658-65

Hale C. Skin Melanocytic Tumor Nevi. Diunduh dari: http://www.pathologyoutlines.com/topic/skintumormelanocyticdysplasticnevus.html . Update terakhir tanggal 21 Februari 2017.

Wang SQ, Kopf AW, Koenig K, Polsky D, Nudel K, Bart RS. Detection of melanomas in patients followed up with total cutaneous examinations, total cutaneous photography, and dermoscopy. J Am Acad Dermatol. 2005 Jan;50(1):15-20

Hofmann-Wellenhof R, Blum A, Wolf IH, Zalaudek I, Piccolo D, Kerl H, Garbe C, Soyer HP. Dermoscopic classification of Clark's nevi (atypical melanocytic nevi). Clin Dermatol. 2002 May-Jun;20(3):255-8


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sekretariat:

Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU

Jalan Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217

Kontak: 0813-7515-0018, E-mail: amj_fk@umsu.ac.id.

 

E-ISSN: 2614-5219