ANALISIS STRUKTUR NARATIF DAN NILAI DIDAKTIS DALAM LEGENDA DANAU LAU KAWAR: STUDI SASTRA LISAN SUMATRA UTARA

Asep Firmansyah, Nahnu Robid Jiwandono, Julananda Putri Sahasti, Muhammad Asyieffa Maulana Agus

Abstract


Legenda Danau Lau Kawar merupakan memori kolektif dan warisan sastra lisan masyarakat Karo di Sumatra Utara yang memuat nilai filosofis, teologis, dan sosiologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur naratif pembangun cerita serta mengungkap nilai didaktis di dalamnya sebagai sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan teori strukturalisme Vladimir Propp untuk mengidentifikasi fungsi naratif dan pendekatan pragmatik untuk menelaah daya didik teks serta respons moral masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi legenda tersusun atas unit fungsional yang berkaitan secara logis dan linier, meliputi situasi awal, konflik internal tokoh, hingga fase katastrofe. Struktur tersebut membentuk pola cerita peringatan yang memanfaatkan motif ketakutan dan empati untuk memengaruhi perilaku audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai didaktis utama adalah prinsip bakti kepada orang tua, khususnya penghormatan terhadap sosok ibu, yang dikonstruksi melalui hubungan kausal antara tindakan kedurhakaan tokoh anak dan terjadinya bencana alam berupa amblasnya tanah dan banjir besar. Legenda ini menegaskan bahwa sastra lisan tradisional tetap relevan sebagai media pedagogi moral dan rujukan pengembangan bahan ajar sastra berbasis lokal.


Keywords


Danau Lau Kawar, Sastra Lisan, Struktur Naratif, Nilai Didaktis, Suku Karo.

References


Abrams, M. H. (1999). A Glossary of Literary Terms. Harcourt Brace College Publishers.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Propp, V. (1968). Morphology of the Folktale. Austin: University of Texas Press.

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N. K. (2015). Estetika Sastra dan Budaya. Pustaka Pelajar.

Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sudikan, S. Y. (2001). Metode Penelitian Sastra Lisan. Citra Wacana.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya.

Watt, I. (1957). The Rise of the Novel: Studies in Defoe, Richardson and Fielding. University of California Press.




DOI: https://doi.org/10.30596/jpbsi.v7i1.28237

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Bahterasia: Scientific Journal of Indonesian Language and Literature Education is abstracting & indexing in the following databases: