Sikap Mahasiswa dalam Mendukung Kebijakan Pajak: Peran Persepsi Korupsi dan Pendidikan Perpajakan

Arif Rahman Budi Santoso, Hero Priono

Abstract


Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi terhadap korupsi dan pendidikan perpajakan terhadap sikap mahasiswa dalam mendukung kebijakan pajak pemerintah. Fokus utama diarahkan pada bagaimana dua variabel tersebut membentuk preferensi dan kecenderungan sikap mahasiswa sebagai calon wajib pajak.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik PLS-SEM untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel. Populasi merupakan mahasiswa akuntansi UPN Veteran Jawa Timur yang berjumlah 1031 mahasiswa yang kemudian diambil sampel sebanyak 124 mahasiswa.

Originalitas/Novelty: Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi dua perspektif teoretis utama—Theory of Planned Behavior dan Social Cognitive Theory—dalam menganalisis sikap fiskal generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini juga menyoroti secara simultan aspek moral (persepsi korupsi) dan aspek kognitif (pendidikan perpajakan) sebagai determinan sikap terhadap kebijakan perpajakan, yang belum banyak dikaji secara bersamaan dalam konteks Indonesia.

Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa persepsi terhadap korupsi memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap mahasiswa. Persepsi ini dapat membentuk sikap yang mendukung maupun tidak mendukung terhadap kebijakan pajak, tergantung pada bagaimana mahasiswa menilai integritas dan transparansi pemerintah. Sementara itu, pendidikan perpajakan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sikap mahasiswa dalam mendukung kebijakan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman teknis saja belum tentu cukup untuk membentuk sikap tertentu, karena masih ada faktor lain yang turut memengaruhi, seperti pengalaman pribadi dan konteks lingkungan.

Implikasi: Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan perpajakan yang lebih aplikatif serta integrasi nilai-nilai antikorupsi di lingkungan akademik. Selain itu, pemerintah dan otoritas perpajakan perlu melakukan pendekatan komunikasi yang lebih partisipatif dan kreatif dalam menyosialisasikan kebijakan pajak kepada generasi muda guna meningkatkan kepercayaan dan partisipasi fiskal mereka di masa depan.

 

Research Objective: This study aims to analyze the influence of perceptions of corruption and tax education on students' attitudes in supporting government tax policies. The main focus is directed at how these two variables shape the preferences and attitudinal tendencies of students as prospective taxpayers.

Research Methods: This study uses a quantitative approach with a survey method. Data were collected through structured questionnaires distributed to students, then analyzed using PLS-SEM techniques to test the relationship and influence between variables. The population consisted of 1,031 accounting students at UPN Veteran East Java, from which a sample of 124 students was taken.

Originality/Novelty: The novelty of this study lies in the integration of two major theoretical perspectives-Theory of Planned Behavior and Social Cognitive Theory-in analyzing the fiscal attitudes of the younger generation, particularly university students. This study also highlights simultaneously the moral aspect (perception of corruption) and cognitive aspect (tax education) as determinants of attitudes towards tax policy, which have not been studied simultaneously in the Indonesian context.

Research Results: The results show that perceptions of corruption have a significant influence on students' attitudes. These perceptions can shape attitudes that either support or oppose tax policies, depending on how students assess the integrity and transparency of the government. Meanwhile, tax education does not show a significant influence on students' attitudes toward supporting tax policies. This suggests that technical understanding alone may not be sufficient to shape certain attitudes, as there are other factors at play, such as personal experiences and environmental context.

Implication: These findings indicate the importance of improving the quality of taxation education that is more applicable and the integration of anti-corruption values in the academic environment. In addition, the government and tax authorities need to take a more participatory and creative communication approach in socializing tax policies to the younger generation to increase their fiscal trust and participation in the future.


Keywords


Corruption Perception; Tax Education; Student Attitudes; Tax Policy; Theory of Planned Behavior; Social Cognitive Theory

Full Text:

PDF

References


Albert, A., & Fadjarenie, R. A. (2022). Early Tax Education: Could It Change the Future Compliance Behavior? International Journal of Evaluation and Research in Education (Ijere), 11(4), 1912. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i4.22241

Allen, I. E., & Seaman, C. A. (2007). Likert scales and data analyses. Quality Progress, 40(7), 64–65.

Anjani, Y., Sukartini, S., & Djefris, D. (2023). Pengaruh Pengetahuan Pajak, Penghargaan Finansial, Dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Mahasiswa Jurusan Akuntansi Untuk Berkarir Dibidang Perpajakan. Jurnal Akuntansi, Bisnis Dan Ekonomi Indonesia (JABEI), 2(1), 91–102. https://doi.org/10.30630/jabei.v2i1.53

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. In Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall, Inc.

Denisova–Schmidt, E., Huber, M., & Leontyeva, E. (2016). On the Development of Students’ Attitudes Towards Corruption and Cheating in Russian Universities. European Journal of Higher Education, 6(2), 128–143. https://doi.org/10.1080/21568235.2016.1154477

Heryadi, A., Jayanti, A. M., & Zetta, C. V. E. (2022). Kejujuran Akademik Mahasiswa Dan Persepsi Anti Korupsi. Psikologi Konseling, 21(2), 1418. https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2.41112

Hidayati, B., Hermanto, F. Y., & Nnamdi, A. O. (2023). Tax education and tax compliance: A multi-ethnic analysis. JIFA (Journal of Islamic Finance and Accounting), 6(1), 34–44. https://doi.org/10.22515/jifa.v6i1.6231

Indriani, A., Saminem, Handayani, E. ., Sukardi, & Saprianto, R. (2024). Perpajakan Di Indonesia Melalui Program Sosialisasi. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 5(1), 700–706.

Kavoura, A., Danianos, P. S., & Tomaras, P. (2017). Strategic Innovative Marketing. In In Strategic Innovative Marketing (Issue June). https://doi.org/10.1007/978-3-031-51038-0

KemenKeu. (2024). Portal Data APBN.

Mardhiah. (2021). Perception of Corruption, Perception of Tax Complexity, and Financial Information Access: Extending the Analysis of the Slippery Slope Framework. Scientax, 2(2), 265–277. https://doi.org/10.52869/st.v2i2.64

Natalia, D. L. (2019). Media Massa dan Pemberitaan Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Jurnal Antikorupsi Integritas, 05(2), 57–73.

OECD. (2023). Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2023 ─ Indonesia Tax-to-GDP ratio Tax structures Personal income tax Social security contributions Value added taxes / Goods and services tax Other taxes on goods and services. Oecd, 29, 8–9.

Prasetyo, M. S., & Putri, E. P. (2023). Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Pendidikan Pajak dan Pengetahuan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus di STIE Port Numbay Jayapura). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 15(1), 45–52.

Rosid, A., Evans, C., & Tran-Nam, B. (2018). Tax Non-Compliance and Perceptions of Corruption: Policy Implications for Developing Countries. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 54(1), 25–60. https://doi.org/10.1080/00074918.2017.1364349

Rouf, F. M., Attamimi, A. N. R., Putri, D. A. V. +, Nirmala, I., Fadhilah, A. N. +, & Amilah, N. (2022). Statistik Pendidikan Tinggi Higher Education Statistics 2 0 2 2. 7, 1–421.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225(87), 48–61.

Taing, H. B., & Chang, Y. (2021). Determinants of Tax Compliance Intention: Focus on the Theory of Planned Behavior. International Journal of Public Administration, 44(1), 62–73. https://doi.org/10.1080/01900692.2020.1728313

Tanadji, C. R. (2024). Pengaruh pengetahuan perpajakan dan persepsi korupsi terhadap tax morale dan kepatuhan wajib pajak. Universitas Pelita Harapan.

Widya, K., Maryani, M., & Makhsun, A. (2022). Pengaruh Persepsi Korupsi Pajak dan Kualitas Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Reviu Akuntansi, Manajemen, Dan Bisnis, 2(1), 41–54. https://doi.org/10.35912/rambis.v2i1.1047

Wijayanti, A., & Ekowati, L. (2022). Pengaruh Pendidikan Pajak dan Pengetahuan Pajak terhadap Persepsi Mahasiswa tentang Kepatuhan Perpajakan (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta). Prosiding SNAM PNJ, 1–12.

Wright, K. B. (2005). Researching Internet-Based Populations: Advantages and Disadvantages of Online Survey Research, Online Questionnaire Authoring Software Packages, and Web Survey Services. Journal of Computer-Mediated Communication, 10(3), 0. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2005.tb00259.x

Yusoff, Y. H., Isahak, M. S., Hashim, M. R., Khan, N. I., & Zuberi, I. (2022). The Influence of Perception and Tax Knowledge on Non-Compliance in Indirect Tax Among Public Universities Student. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 7(21), 145–150. https://doi.org/10.21834/ebpj.v7i21.3747

Zhang, Y. (2021). Understanding how education affects students’ attitudes towards tax evasion and tax avoidance in New Zealand. 147.




DOI: https://doi.org/10.30596/jakk.v8i1.24765

Refbacks

  • There are currently no refbacks.