Karakteristik Peserta Didik dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kajian Teoretis dan Empiris
Abstract
Abstract: The diversity of student characteristics encompasses physical, intellectual, behavioral, achievement, and emotional dimensions. Teachers' understanding of this diversity is the main foundation for creating truly student-centered deep learning. Methods: This article was compiled through a literature review analyzing Gardner's theory of multiple intelligences, Bandura's social cognitive learning theory, Maslow's hierarchy of needs, and various recent empirical findings from journals published between 2021 and 2025. Results: Individual student differences include aspects of intelligence, talent, learning styles (visual, auditory, kinesthetic), interests, and social background. At the high school level, visual learning styles were the most dominant (37%), followed by kinesthetic (33%) and auditory (29%), while 51% of students were in the low interest category. Deep learning implemented through diagnostic assessments, a variety of teaching methods, and the creation of a supportive learning environment has proven effective in improving students' conceptual understanding and motivation to learn. The main obstacles faced are the lack of teacher training on individual differences and the disparity in facilities and infrastructure between schools. Conclusion: In-depth learning based on learner characteristic profiles is no longer an option, but a necessity in 21st-century educational practices.
Keywords: Student Characteristics, Individual Differences, In-Depth Learning, Multiple Intelligences, Independent Curriculum
Abstrak: Keberagaman karakteristik peserta didik mencakup dimensi fisik, intelektual, perilaku, prestasi, maupun emosional. Pemahaman guru terhadap keragaman ini menjadi fondasi utama terciptanya pembelajaran mendalam (deep learning) yang benar‑benar berpusat pada siswa. Metode dalam penelitian ini disusun melalui studi pustaka dengan menganalisis teori kecerdasan majemuk Gardner, teori belajar sosial kognitif Bandura, hierarki kebutuhan Maslow, serta berbagai temuan empiris mutakhir dari jurnal terbitan 2021–2025. Adapun hasil penelitian menemukan bahwa perbedaan individu siswa meliputi aspek kecerdasan, bakat, gaya belajar (visual, auditori, kinestetik), minat, dan latar belakang sosial. Pada jenjang SMA, gaya belajar visual paling dominan (37%), diikuti kinestetik (33%) dan auditori (29%); sementara itu 51% siswa berada pada kategori minat rendah. Pembelajaran mendalam yang dijalankan melalui asesmen diagnostik, variasi metode pengajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang suportif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus motivasi belajar siswa. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya pelatihan guru tentang perbedaan individu serta ketimpangan sarana dan prasarana antarsekolah. Kesimpulan: Pembelajaran mendalam yang didasarkan pada profil karakteristik peserta didik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam praktik pendidikan abad ke‑21.
Kata Kunci: Peserta Didik; Perbedaan Individu; Pembelajaran Mendalam; Kecerdasan Majemuk; Kurikulum Merdeka
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ariffin, K., Husin, M. S., De Mello, G., Ibrahim, M. N. A., Omar, N. H., & Ishak, N. (2024). Meeting students’ needs: teachers’ practice of multiple intelligences in English as second language classrooms. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 13(4), 2199–2210. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i4.26789
Azrina, N., & Prasetyo, A. (2023). Profiling karakteristik peserta didik sebagai acuan perencanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMAN Mumbulsari Jember. JPA: Jurnal Parenting Dan Anak, 1(1). https://doi.org/10.47134/jpa.v1i1.43
Brenya, A. N. Y. (2024). Deep learning in high schools: exploring pedagogical approaches for transformative education. HUMANIKA, 24(2), 111–126. https://doi.org/10.21831/hum.v24i2.71350
Farid, I., Bulqois, N., Assidiq, N. A., Megahutami, S., & Iskarim, M. (2024). Fostering multiple intelligences in elementary schools: Harnessing independent curriculum-based learning in elementary schools. Tadibia, 3(2), 81–96. https://doi.org/10.28918/tadibia.v3i2.1177
Goagoses, N. (2026). Classroom motivational climate in middle school: A descriptive exploration of students’ experienced and desired instructional practices. Education Sciences, 16(3), 409. https://doi.org/10.3390/educsci16030409
Iwani, F. Nurlala., Mardianah., & Alwi, B. Marjani. (2025). Perbedaan individu dalam belajar: Telaah atas faktor-faktor. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(5), 7047–7056. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i5.9982
Mardiah, Astuti, Mutyati, Wulandari, & Fatmawati. (2023). Peran lingkungan keluarga dalam perkembangan kognitif anak di SD Negeri 160 Palembang. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 4(3), 1476–1485. https://doi.org/10.54373/imeij.v4i3.456
Misbah, Z., Gulikers, J., Widhiarso, W., & Mulder, M. (2022). Exploring connections between teacher interpersonal behaviour, student motivation and competency level in competence-based learning environments. Learning Environments Research, 25(3), 641–661. https://doi.org/10.1007/s10984-021-09396-1
Mujahidah, N., & Yusdiana. (2023). Application of Albert Bandura’s social-cognitive theories in teaching and learning. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2). https://doi.org/10.30868/ei.v12i02.4585
Nora, Y., & Mudjiran. (2022). Pendidikan dalam teori perbedaan individu. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 12012–12020. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9702
Olyffia, K. A., & Jauhari, M. N. (2024). Pentingnya pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan siswa di kelas dan target ketercapaian kurikulum pendidikan. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 4(2), 17. https://doi.org/10.17977/um065.v4.i2.2024.17
Putra, A., & Hardiansyah, S. (2023). Hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Rao Selatan. Jurnal JPDO, 6(5), 114–119. http://jpdo.ppj.unp.ac.id/index.php/jpdo/article/view/1401
Putri, Y. C. N., & Ibatiyani, B. (2025). Teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai dasar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 8(2), 67–80. https://doi.org/10.56354/jendelainovasi.v8i2.254
Rodiyana, R., & Puspitasari, W. D. (2021). Characteristic and individual differences in educational effectiveness. Jurnal Educatio, 7(3), 796–803. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1227
Romadhina, L., & Ruja, I. N. (2024). Telaah teori kecerdasan majemuk Howard Gardner: Relevansi dan implikasinya terhadap pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2). https://doi.org/10.17977/um065.v4.i2.2024.4
Setyawan, J., Lumbantoruan, J. H., Listiani, H., & Judijanto, L. (2024). Integration of multiple intelligence theory in curriculum implementation for developing student potential in Indonesia. Elementary School Forum (Mimbar Sekolah Dasar), 11(1), 137–149. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v11i1.67890
Sunra, L., Amaliah, S., Talib, A., Radhiyani, F., & Muhayyang, M. (2025). Workshop deep learning bagi guru SMA: Menciptakan pembelajaran berkesadaran, bermakna dan menyenangkan. AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 45–58. https://journal.unm.ac.id/index.php/AXIOLOGY/article/view/10737
Sutomo, F. G., & Aini, M. R. Q. (2024). Pemahaman karakteristik peserta didik dalam mengoptimalkan pembelajaran. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(4), 60–72. https://doi.org/10.59031/jkppk.v2i4.499
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Fazlan Ade Umri



.png)

1.png)