Menuntun Kodrat Anak: Refleksi Filosofis Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam Membangun Karakter Siswa
Abstract
Abstract: Education in the era of digital transformation faces significant challenges in the form of the risk of cultural identity erosion and moral degradation among the younger generation. This study aims to re-explore the relevance of Ki Hadjar Dewantara's (KHD) philosophical thoughts in strengthening students' character, particularly through the Trisakti Jiwa concept and the Tringa method, and its implementation in the school environment. The method used in this study is a literature study with a qualitative descriptive approach contextualized within the educational ecosystem at SMA Negeri 1 Rantau Utara. The results show that effective character development rests on the harmonization of human internal potential, which includes the aspects of Cipta (intellectual), Rasa (emotional), and Karsa (determination). The process of internalizing these noble values is optimally achieved through the Tringa stages, namely Ngerti (cognitive understanding), Ngrasa (conscience appreciation), and Nglakoni (behavioral actualization). The conclusion of this study emphasizes that schools as "educations" must apply the paradigm of "guiding" children's nature instead of demanding uniformity, in order to create a liberating educational ecosystem. Synergy between schools, families, and communities is the key to successfully developing the character of students who are academically intelligent and deeply rooted in the nation's noble values.
Keywords: Ki Hadjar Dewantara, Character Education, Trisakti Jiwa, Tringa, Guiding
Abstrak: Pendidikan di era transformasi digital menghadapi tantangan signifikan berupa risiko erosi identitas budaya dan degradasi moral di kalangan generasi muda. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kembali relevansi pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara (KHD) dalam memperkuat karakter siswa, khususnya melalui konsep Trisakti Jiwa dan metode Tringa, serta implementasinya di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dikontekstualisasikan dalam ekosistem pendidikan di SMA Negeri 1 Rantau Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter yang efektif bertumpu pada harmonisasi potensi internal manusia, yang meliputi aspek Cipta (intelektual), Rasa (emosional), dan Karsa (tekad). Proses internalisasi nilai-nilai luhur ini secara optimal dicapai melalui tahapan Tringa, yaitu Ngerti (pemahaman kognitif), Ngrasa (apresiasi hati nurani), dan Nglakoni (aktualisasi perilaku). Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa sekolah sebagai "lembaga pendidikan" harus menerapkan paradigma "membimbing" fitrah anak alih-alih menuntut keseragaman, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang membebaskan. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mengembangkan karakter siswa yang cerdas secara akademis dan berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa.
Kata Kunci: Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan Karakter, Trisakti Jiwa, Tringa, Pembimbing
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Asa, A. I. (2019). Pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara dan Driyarkara. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 245–258. https://doi.org/10.21831/jpk.v9i2.25361
Asmawati, L., Purwoko, B., & Susarno, L. H. (2025). Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 13(1). https://doi.org/10.20961/jkc.v13i1.97557
Dewantara, K. H. (2013). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka I: Pendidikan. UST-Press.
Dewantara, K. H. (2013). Bagian pertama pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Fadhilah, N., & Supriyono. (2023). Relevansi konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Basicedu, 7(5), 3118–3127. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i5.6201
Futhira, V., Nurhayati, E., & Hidayat, A. (2025). Implementasi filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam penguatan karakter peserta didik pada era digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 45–58.
Hidayati, N., & A’yun, Q. (2024). Konsep menuntun kodrat anak dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya terhadap pendidikan abad ke-21. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(1), 75–87. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i1.73421
Insani, R. P., Wibowo, A., & Prasetyo, D. (2024). Tri pusat pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai fondasi pendidikan karakter siswa. Jurnal Civic Hukum, 9(1), 34–47. https://doi.org/10.22219/jch.v9i1.34567
Latifa, R. (2025). Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini menurut Ki Hajar Dewantara: Menumbuhkan Karakter, Kemandirian, dan Cinta Belajar Sejak Dini. Alzam -Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 05(01), 74–84.
Marini, A., Safitri, D., & Muda, I. (2022). Strengthening character education through the implementation of Pancasila student profiles. International Journal of Instruction, 15(2), 759–774. https://doi.org/10.29333/iji.2022.15241a
Maulidy, M. F., Nur, M., Ashari, K., Kh, U., Chalim, A., Kh, U., & Chalim, A. (2025). Kurikulum Merdeka. Relevansi Gagasan Ki Hadjar Dewantara Terhadap Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Merdeka, 03(02), 2–8.
Mulyasa, E. (2023). Implementasi kurikulum merdeka. Bumi Aksara.
Nirwasita, J. (2026). Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Berbasis Kearifan Lokal Bali Sebagai Landasan Penguatan Pendidikan Karakter. 7(1), 1–10.
Nugraha, D., & Suryadi, K. (2022). Humanistic education values in Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy. Cakrawala Pendidikan, 41(3), 692–704. https://doi.org/10.21831/cp.v41i3.48790
Patmawati, S., & Ri. (2018). Penerapan Pendidikan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Siswa. Pendidikan, 1(13), 1–16. https://repository.unja.ac.id/4576/1/artikel skripsi jadi .pdf
Prasetyo, Z. K., & Suyatno. (2021). Character education in Indonesian schools: Challenges and opportunities. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(2), 256–269. https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v10i2.34589
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3237
Ramdhani, R. L., Annur, A. K., & S. A. N. (2024). Cendikia pendidikan. Cendekia Pendidikan, 4(4), 50–54. https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i9.252
Sari, M., & Fauzi, A. (2023). Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan Nusantara, 4(2), 112–124.
Subandowo, M. (2021). Pendidikan karakter pada era Society 5.0. Jurnal Pedagogi, 8(1), 12–24.
Suryana, Y., & Muhtar, T. (2022). Tantangan pendidikan karakter pada era transformasi digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.21831/jpk.v13i1.48352
Sutrisno, S., & Zuchdi, D. (2023). Aktualisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam penguatan pendidikan karakter. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 23(2), 155–169. https://doi.org/10.21831/hum.v23i2.60513
Saifullah, A. (2023). Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Journal Of Social Science Research, 3(5), 10821–10832.
Tia Basana Hutagalung, & Liesna Andriany. (2024). Filosofi Pendidikan Yang diusung Oleh Ki Hadjar Dewantara dan Evolusi Pendidikan di Indonesia. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(3), 91–99. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i3.615
Triyaswati, N. (2024). Relevansi filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer. Paradigma: Jurnal Filsafat dan Pendidikan, 14(1), 35–49.
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.
Widodo, H. (2020). Dinamika pendidikan karakter peserta didik di era digital. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 8(2), 123–134. https://doi.org/10.21831/jppfa.v8i2.32889
Yusuf, M., & Rahmawati, N. (2023). Sistem among Ki Hadjar Dewantara sebagai pendekatan humanistik dalam pendidikan Indonesia. Jurnal Pendidikan Humaniora, 11(3), 210–221.
DOI: https://doi.org/10.30596/pcej.v5i1.30652
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Fanny Puspasari Sianipar, Syarifa Aini, Ema Linda Lumban Gaol, Amin Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



.png)

1.png)