Strategi Pemahaman Isu Sosial Melalui Tahapan Empathize dan Define Berbasis Design Thinking dalam Pembelajaran PPKn Siswa Kelas X
Abstract
Abstract: This research aims to map the growth mindset of senior high school students when they face incomplete grades or academic failure in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject. Using a qualitative method with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and a review of self-reflection documents from 20 students spread across grades 10 to 12. The results of the phenomenological analysis succeeded in formulating three main categories, namely: forms of meaning towards failure, variations in types of emotional reactions and causality patterns (attribution), and the manifestation of academic resilience in civic learning activities. The findings indicate that students who tend to have a growth mindset consider incompleteness as an indicator for improvement, not a limitation on their intellectual potential. This research suggests the need for reconstruction in the provision of feedback by teachers, the application of adaptive learning support (scaffolding), and the creation of a learning climate that accepts mistakes as part of the process of continuously developing citizen character.
Keywords: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Social Issues
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemahaman isu sosial melalui tahapan empathize dan define dalam kerangka design thinking pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa kelas X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses berpikir dan interaksi sosial siswa dalam memahami permasalahan sosial secara kontekstual. Data diperoleh dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, jurnal refleksi siswa, serta dokumentasi pembelajaran yang dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap empathize membantu siswa memahami isu sosial dari berbagai perspektif, sementara tahap define mendorong siswa merumuskan inti masalah secara lebih terarah dan kritis. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir reflektif, empati sosial, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap realitas masyarakat. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam pembelajaran PPKn memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi sosial dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan design thinking dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif.
Kata Kunci: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Isu Sosial
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Apriandi, R., Rispawati, Basariah, Zuhri, S., & Sumardi, L. (2023). Pembentukan karakter tanggung jawab melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMPN 1 Kediri. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan.
Armstrong, C. E. (2016). Teaching innovation through empathy: Design thinking in the undergraduate business classroom. Management Teaching Review, 1(3), 164–169. https://doi.org/10.1177/2379298116636641
Bandura, A. (2019). Social cognitive theory: An agentic perspective on human development. Pearson Education.
Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard Business Review, 86(6), 84–92.
Choi, J. (2020). Social issues and civic learning in secondary education. Journal of Social Studies Education Research, 11(2), 45–62.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dam, R. F., & Siang, T. Y. (2020). What is design thinking and why is it important? Interaction Design Foundation. https://www.interaction-design.org
Fitria, N. (2023). Konsep pendidikan karakter menurut Thomas Lickona dan Yusuf Qardhawi.
Herlina, L., Vebriyanti, M. M., Khoir, M. Y., Nurfitriani, R., Saputra, A., Muhtadin, & Kurniawan, I. (2025). Supervisi pendidikan.
Hoskins, B. (2018). International civic and citizenship education. Springer.
Inayah, S., Safaah, Kurdi, M. S., Kurdi, M. S., Anas, Ahmad, M., Rizyanti, Kusuma, A. E., & Septiani, D. (2023). Pendidikan karakter dan modernisasi beragama.
Indriyanawati, D., & Utomo, A. C. (2024). Role playing method to include characters of social care and empathy in Pancasila education. Jurnal Cakrawala Pendas, 10(4), 849–858.
Juliharti, L. (2023). Analisis teori pembelajaran Bruner terhadap berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2), 750–759.
Kahne, J., & Bowyer, B. (2017). Educating for democracy in a digital age. American Educational Research Journal, 54(1), 3–33.
Kerr, D. (2016). Citizenship education and social studies. Educational Review, 68(4), 1–18.
Kusnadi, E., Supriyadi, D., Rahmani, N., & Saepul, Z. (2026). Pengaruh proyek literasi media sosial dalam pembelajaran PPKn terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis. Academy of Education Journal, 17(1), 116–130.
Liedtka, J. (2018). Why design thinking works. Harvard Business Review.
Maxwell, J. A. (2019). Qualitative research design: An interactive approach (3rd ed.). SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Ni, F., Machsunah, Y. C., & Rachma, E. A. (2025). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk etika sosial siswa kelas 12 MA Miftahul Jinan. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 9637–9643.
Nurhayati, I. (2022). Konsep pendidikan multikultural dalam pandangan Banks dan Islam. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam.
OECD. (2019). OECD future of education and skills 2030: OECD learning compass 2030. Organisation for Economic Co-operation and Development. https://www.oecd.org
Partnership for 21st Century Learning. (2019). Framework for 21st century learning. https://www.battelleforkids.org
Patton, M. Q. (2018). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.
Plattner, H. (2018). Design thinking: Understand – improve – apply. Springer.
Putri, F. E., Zelvia, M. F., Kumala, N. R. A. C., & Khusaini. (2024). Penerapan metode design thinking pada perancangan media pembelajaran ular tangga IPA (ULTAPA) sebagai peluang peningkatan literasi dan numerasi siswa SMPN 28 Malang. Jurnal MIPA dan Pembelajarannya, 4(6). https://doi.org/10.17977/um067.v4.i6.2024.2
Razzouk, R., & Shute, V. (2017). What is design thinking and why is it important? Review of Educational Research, 82(3), 330–348.
Torney-Purta, J. (2019). Citizenship and civic education in global contexts. Springer.
Tutoq, R., Rei, M. K., Kadir, F. F. L., Dubu, T. G., Dwiputra, R., & others. (2025). Peran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menguatkan praktik pembelajaran ilmu sosial di sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10, 308–317.
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing. https://unesdoc.unesco.org
Voogt, J., & Roblin, N. P. (2019). 21st century skills. International Journal of Educational Research, 82, 1–14.
World Economic Forum. (2020). Schools of the future: Defining new models of education for the fourth industrial revolution. https://www.weforum.org
Zatmiko, T., Darsono, & Suntoro, I. (2023). Penerapan model pembelajaran berbasis masalah meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman PKn.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Wanda Fahira, Afranisha Afranisha, Ade Pranata Ginting, Nurlina Ariani Harahap



.png)

1.png)