Strengthening Pancasila Values Amidst the Tide of Modernization at the Osing Indigenous School in Banyuwangi
Abstract
Abstract: Modernization and the rapid development of digital technology have created challenges in strengthening Pancasila values among young people by influencing their behavior and social interactions. This condition highlights the need for contextual value-strengthening strategies through local wisdom-based education, one of which is implemented at Pesinauan Sekolah Adat Osing, Banyuwangi. This study aims to describe strategies for strengthening Pancasila values, identify the challenges encountered, and examine young people's responses to these efforts. A qualitative descriptive approach was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Pancasila values are strengthened through local wisdom-based learning, direct practice, role modeling, habituation of social values, a family-oriented approach, and participation in customary community activities. The main challenges include gadget use, modernization, changes in youth behavior, irregular attendance, and limited funding. Young people responded positively, as reflected in greater enthusiasm, improved social character, increased self-confidence, and stronger awareness of local culture. The study concludes that the contextual, participatory, humanistic, and local wisdom-based strategies implemented by Pesinauan effectively support the strengthening of Pancasila values among young people.
Keywords: Pancasila Values, Modernization, Local Wisdom, Pesinauan Sekolah Adat Osing.
Abstrak: Arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital membawa tantangan terhadap penguatan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda karena memengaruhi perilaku dan interaksi sosial. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi penguatan nilai melalui pendidikan berbasis kearifan lokal, salah satunya di Pesinauan Sekolah Adat Osing Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi penguatan nilai-nilai Pancasila, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mendeskripsikan respons generasi muda terhadap upaya tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dilakukan melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal, praktik langsung, keteladanan, pembiasaan nilai sosial, pendekatan kekeluargaan, serta keterlibatan peserta dalam kegiatan masyarakat adat. Tantangan yang dihadapi meliputi pengaruh gadget, arus modernisasi, perubahan perilaku generasi muda, ketidakstabilan kehadiran peserta, dan keterbatasan anggaran. Respons generasi muda menunjukkan meningkatnya antusiasme, karakter sosial, kepercayaan diri, serta kesadaran terhadap budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Pesinauan yang kontekstual, partisipatif, humanis, dan berbasis kearifan lokal mampu mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila pada generasi muda.
Kata Kunci : Nilai-Nilai Pancasila, Modernisasi; Kearifan Lokal, Sekolah Adat Osing.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahsan, & Chandrika. (2026). Menjinakkan Juggernaut: Analisis Giddensian atas Negosiasi Tradisi di Indonesia. https://doi.org/10.5281/zenodo.20839696
Andini, Y. T., Atika, A. N., Tanto, O. D., & Saputri, S. W. D. (2024). Ethnopedagogy for early childhood in the Osing tribe Banyuwangi Regency. JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini), 5(2), 447–453. https://doi.org/10.26740/jp2kgaud.2024.5.2.447-453
Anggraini, L. C., Dinata, D., Febrianti, S. A., & Saharti, T. (2025). Strategi menguatkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda di era globalisasi dan digitalisasi. Sindoro Cendikia Pendidikan. https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i9.252
Anggriawan, K. (2023). Aktualisasi mata pelajaran PKn di era globalisasi untuk merekonstruksi wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme pada siswa SMA Yadika Sumedang. Pancasila and Civics Education Journal, 2(1), 8–14. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/jpce/article/view/13890
Anisa Andiana W. S., Roselawati, L., Maharani, D. P., & Safitri, A. C. (2025). Sekolah adat sebagai basis politik identitas: Refleksi identitas sosial pemuda Osing di Banyuwangi. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 287–297. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1967
Ardinary, C., Anwar, S. A., & Devi, L. S. (2026). Internalisasi nilai gotong royong dalam membangun solidaritas sosial untuk mencapai tujuan bersama. Pancasila and Civics Education Journal, 5(2), 183–190. https://doi.org/10.30596/pcej.v5i2.30109
Asyahidah, N., & Dewi, D. A. (2022). Implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda pada era digitalisasi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 9897–9908. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.3988
Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.
Booklet Pesinauan Sekolah Adat Osing. (2023). Arsip Pesinauan Sekolah Adat Osing.
Cahyani, L., Fakhrian, A. N., Hanifah, P., & Tarsidi, D. Z. (2026). Pemanfaatan media piramida dalam pendidikan Pancasila untuk meningkatkan kesadaran nilai-nilai Pancasila. Pancasila and Civics Education Journal, 5(1), 10–18. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/jpce/article/view/27775
Candrawinata, E. (2024). Peran Sekolah Adat Pesinauan dalam pemberdayaan generasi muda berbasis kearifan lokal di Desa Olehsari Banyuwangi. http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/39160
Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.
Dwilianto, R., Matondang, A. U., & Yarni, L. (2024). Perkembangan masa dewasa awal. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 8816–8827. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.30140
Efendi, K., Hardika, Ahmad, Zulkarnain, Sucipto, & Redjeki, E. (2025). Osing tradition preservation learning based on customs: Case study at Pesinauan Traditional School, Banyuwangi Regency. Kolokium: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 13(1). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5241609
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Hastangka, & Ediyono, S. (2023). Pancasila education in Indonesia: The debate on Pancasila in the post reform era between legitimation, recognition, and institutionalization during 2000–2021. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 167–178. https://doi.org/10.21831/jc.v20i1.59673
Ivana Theo Philia, Sembiring, T., Siahaan, R. Y., Pratama, D. E., &
Iqbal, M. (2025). Dampak modernisasi terhadap dinamika kebudayaan masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(2), 10–22. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.239
Kemala, V. (2022). Internalization of Pancasila values and nasionalism in citizenship education. Pancasila and Civics Education Journal, 1(1), 7–16. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/jpce/article/view/11113
Ladson-Billings, G. (1995). Toward a theory of culturally relevant pedagogy. American Educational Research Journal, 32(3), 465–491. https://doi.org/10.3102/00028312032003465
Loloagin, G., Rantung, D. A., & Naibaho, L. (2023). Implementasi pendidikan karakter menurut perspektif Thomas Lickona ditinjau dari peran pendidik PAK. Journal on Education, 5(3), 6012–6022. http://jonedu.org/index.php/joe
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Moy, A. C., & Kinanti, P. F. (2025). Peran Pancasila dalam membentuk karakter generasi muda. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), 295–305. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i6.7005
Ningtyas, D. N., Kurnia, H., Sari, T. Y., & Lestari, D. (2022). Memperkuat generasi muda melalui nilai-nilai Pancasila sebagai upaya untuk berkepribadian unggul dan berkarakter mulia. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 85–92. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/AoSSaGCJ/index
Noviana, E., Rinenggo, A., Puji, N. S., Arviani, A. V., & Pratomo, M. (2022). Preservation of local wisdom in Lemah Ireng Village. Pancasila and Civics Education Journal, 1(1), 1–6. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/jpce/article/view/10924
Perbawa, N. K. (2022). Peranan Pancasila dalam menghadapi era globalisasi dan modernisasi.
Rahmawati, Y., Ambarwati, Y., & Nurjanah, S. (2024). Pendidikan nonformal dan pengembangan karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 8(1), 430–442. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i4.1150
Ramadhani, A. Z., Rahmawati, F., Rezal, M., Nurjanah, Dongoran, R. F. B., Putri, S. S., & Hasibuan, H. A. (2025). Internalisasi civic disposition melalui metode SPICE Learning untuk mengatasi dekadensi moral bangsa. Pancasila and Civics Education Journal, 4(1), 35–41. https://doi.org/10.30596/pcej.v4i1.24731
Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Rosmita, R., & Karim, A. (2025). Pengaruh digitalisasi terhadap perubahan perilaku sosial generasi muda. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 8(1), 70–80. https://doi.org/10.59613/jomss.v3i1.250
Sari, W. P., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pembentukan karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 50–60. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/harmony
Styawan, D. C., Hartanto, R. V. P., & Triastuti, R. (2026). Civic engagement at the preserving local wisdom values: Study at the Sekolah Adat Pesinauan Banyuwangi. Proceeding of International Conference on Social Sciences and Education, 6(1). https://proceeding.uns.ac.id/index.php/icsse/article/view/1235
Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Umar, M. (2018). Pendekatan humanistik dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 28(1), 70–80. https://journal2.um.ac.id/index.php/JPN/article/view/6092/3118
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. https://ich.unesco.org/en/convention
DOI: https://doi.org/10.30596/pcej.v5i3.31630
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)



.png)

1.png)