Jenis Tindakan Laparotomy Berdampak terhadap Lama Hari Rawatan Pasien di RSU Cut Meutia

Muhammad Sayuti, Diana Farasha, Mauliza Mauliza, Teuku Ilhami Surya Akbar

Abstract


Laparotomy adalah pembedahan yang dilakukan pada dinding abdomen dengan melakukan insisi pada dinding abdomen hingga rongga abdomen. Pasien post laparotomy akan mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan lama hari perawatan yang berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor. Deskriptif analitik menggunakan desain penelitian potong lintang, studi retrospektif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 sampel. Seluruh proses pengolahan data dan analisis menggunakan SPSS 26. Mayoritas karakteristik pasien sebagai berikut: usia 56-65 tahun (25,3%), berjenis kelamin laki-laki (57,9%), tidak anemia (48,8%), bersih terkontaminasi (46,3%) dan bukan penderita diabetes melitus (78,9%). Uji Chi Square digunakan sebagai uji statistik dengan (α=0,05) didapatkan faktor yang berhubungan terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy adalah jenis luka operasi, penyakit penyulit diabetes melitus, usia, jenis kelamin dan  kadar hemoglobin. Terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, kadar hemoglobin, jenis luka operasi dan penyakit penyulit (diabetes melitus) terhadap lama hari rawat inap pasien post laparotomy di RSU Cut Meutia Aceh Utara.

 


Keywords


Lama hari rawat inap, post laparotomy, karakteristik

Full Text:

PDF

References


Putri GAADK. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Perawatan Penderita Post Apendektomi di Bagian Bedah RSUD Undata dan RSU Anutapura Palu Tahun 2018. Univ Alkhairat Palu. 2018;

Utami RN, Khoiriyah K. Penurunan Skala Nyeri Akut Post Laparatomi Menggunakan Aromaterapi Lemon. Ners Muda. 2020;1(1):23.

Rihiantoro tori, Darmawan, Aulia A. Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Mobilisasi Dini Pasien Post Operasi Laparatomi. Keperawatan. 2017;XIII(1):110–7.

Krismanto J, Jenie IM. Evaluasi Penggunaan Surgical Safety Checklist Terhadap Kematian Pasien Setelah Laparotomi Darurat Di Kamar Operasi. J Telenursing. 2021;3(2):390–400.

C.Sabiston D. Buku Ajar Bedah ;Infeksi Bedah dan Pemilihan Antibiotika. Penerbit Buku Kedokteran; EGC; 1995. 176–211 p.

Berriós-Torres SI, Umscheid CA, Bratzler DW, Leas B, Stone EC, Kelz RR, et al. Centers for disease control and prevention guideline for the prevention of surgical site infection, 2017. JAMA Surg. 2017;152(8):784–91.

Nirbita A, Rosa EM, Listiowati E. Faktor Risiko Kejadian Infeksi Daerah Operasi pada Bedah Digestif di Rumah Sakit Swasta. Kes Mas J Fak Kesehat Masy. 2017;11(2):93–8.

Inigo J, Bernejo B, Herrera J, Tarifa A, Perez F. Surgical Site Infection in General Surgery. 5 Year Anal Assesment Natl Nasocomial Infect Surveill Index. 2006;79(4):199–206.

Elly N, Asmawati. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Hari Rawat Pasien Laparotomi di Rumah Sakit DR. M Yunus Bengkulu. J Ilmu Kesehat. 2016;8(September):14–8.

Ramadhani Y. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Post Operasi Laparatomi Di RSUD Bunda Thamrin Medan. J Keperawatan Flora. 2018;11(1):24–8.

Rahmayati E, Asbana Z Al, Aprina A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Perawatan Pasien Pasca Operasi di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit. J Ilm Keperawatan Sai Betik. 2018;13(2):195.

Wartawan IW. Analisis Lama Hari Rawat Pasien yang Menjalani Pembedahan di Ruang Rawat Inap Bedah Kelas III RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2011. Fkm Ui. 2012;20–2.

Sayuti M, Millizia A, Muthmainnah, Syahriza M. Factors associated with the length of hospital stay post an open appendectomy. Bali Med J. 2022;11(2):832–7.

Ashcroft GS, Mills SJ, Lei K, Gibbons L, Jeong M-J, Taniguchi M, et al. Estrogen modulates cutaneous wound healing by downregulating macrophage migration inhibitory factor. J Clin Invest. 2003;111(9):1309–18.

R. Sjamsuhidajat, Jong D. llmu Bedah,Luka. 4 vol 1. Sjamsuhidayat, editor. Vol. 1. Jakarta: EGC; 2017. 94–117 p.

Faridah IN, Andayani TM, Inayati. Pengaruh Umur dan Penyakit Penyerta terhadap Resiko Infeksi Luka Operasi pada Pasien Bedah Gatrointestinal. J Ilm Kefarmasian. 2012;2(2):187–94.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Telp/HP/Whatsapp: +62 8112570085, +62 857-6248-0974
Website : http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JIH/index
Email : implementahusada@umsu.ac.id