Tradisi Bakar Tongkang dalam Memperkuat Civic Culture Masyarakat Adat di Bagan Siapiapi

Alia Dwi Elzenia : Universitas Riau , Belsa Salfira : Universitas Riau , Dita Maisaroh Nasution : Universitas Riau , Ekmal Mursyid : Universitas Riau , Nabila Ananda Putri : Universitas Riau , Nadely Syarrova Jelita : Universitas Riau , Naela Athifa : Universitas Riau , Tamala Tahmi : Universitas Riau , Yuliana Yuliana : Universitas Riau , Hambali Hambali : Universitas Riau

Abstract


ABSTRACT

The Bakar Tongkang tradition in Bagan Siapiapi, Riau, is not only a cultural asset, but also functions as a strategic tool in strengthening civic culture in the midst of a multi- ethnic indigenous community. This study uses a qualitative method with a literature study approach to analyze the role of tradition in fostering values of solidarity, public participation, and cross-ethnic cooperation. The results of the study reveal that this ritual has succeeded in building a shared identity and strengthening social ties through community involvement in the preparation to implementation stages, driven by local government policies. However, threats such as the dominance of commercial aspects, low involvement of the younger generation, and environmental issues have the potential to erode the sustainability of tradition. To overcome this, solutions such as incorporating traditional values into the education system, utilizing digital technology, and synergy between related parties are considered crucial. This study confirms that Bakar Tongkang can remain the foundation of civic culture by maintaining a balance between preservation and renewal, while ensuring its sustainability amidst global dynamics.

Keywords: Bakar Tongkang; Civic Culture; Indigenous Peoples

 

 

ABSTRAK

Tradisi Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi, Riau, tidak sekadar menjadi aset budaya, melainkan juga berfungsi sebagai alat strategis dalam memperkuat civic culture di tengah masyarakat adat yang multietnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis peran tradisi dalam menumbuhkan nilai solidaritas, partisipasi publik, dan kerja sama lintas etnis. Hasil kajian mengungkap bahwa ritual ini berhasil membangun identitas bersama dan mempererat ikatan sosial melalui pelibatan masyarakat dalam tahap persiapan hingga pelaksanaan, didorong oleh kebijakan pemerintah setempat. Namun, ancaman seperti dominasi aspek komersial, rendahnya keterlibatan generasi muda, serta persoalan lingkungan berpotensi mengikis kelestarian tradisi. Untuk mengatasinya, solusi seperti memasukkan nilai tradisi ke dalam sistem pendidikan, memanfaatkan teknologi digital, dan sinergi antar pihak terkait dinilai krusial. Penelitian ini menegaskan bahwa Bakar Tongkang dapat tetap menjadi fondasi civic culture dengan menjaga keseimbangan antara pelestarian dan pembaruan, sekaligus memastikan keberlanjutannya di tengah dinamika global.

Kata Kunci: Bakar Tongkang; Civic Culture; Masyarakat Adat


Keywords


Bakar Tongkang, Civic Culture, Masyarakat Adat

References


Angela, S., & Prasetyo, E. (2024). Ritual Bakar Tongkang Masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi.

JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 191–198.

https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1451

Jamilah; Hambal; Zahirman. (2016). Study of Values Pancasila Contained in Traditional Chinese

People Fuel Barge Sub Bangko Bagansiapiapi Rokan Hilir. 9, 1–13.

Melisa, R. (2021). SEBAGAI SALAH SATU ATRAKSI BUDAYA DI RIAU The Bakar

Tongkang Cultural Attraction As One Of The Riau Cultural Attraction. Jurnal Hospitality

Dan Pariwisata, 7(2), 119–125.

Multa, G. (2021). Ritual Bakar Tongkang Di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Kajian

Antropologis Dan Sosiologis) Skripsi. 1.

Nyoto, N., Effendi, I., Evizariza, E., & Effendi, I. (2023). Bakar Tongkang Festival in

Bagansiapiapi, Indonesia – from Chinese Fisherman Ritual to Tourism and Economic Impact.

Review of Applied Socio-Economic Research, 26(2), 83–93.

https://doi.org/10.54609/reaser.v26i2.402

Pratama, I., & Shasrini, T. (2022). Makna Simbolik pada Atraksi Budaya Bakar Tongkang di

Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Journal of Intercultural Communication and Society,

(01), 50–65.

Saragih, M. (n.d.). Masyarakat, Makna Tradisi Ritual Bakar Tongkang Tionghoa Di Tengah

Masyarakat Muslim Di Bagan siapi-api kabupaten rokan hilir-Riau.

Widiyanto, D., Tidar, U., Syahroni, M., & Tidar, U. (2024). Kearifan Lokal dan Pancasila Strategi

Penguatan Nilai Kebangsaan dalam Pendidikan (Issue November).

Wirman, W., Sari, G. G., Asriwandari, H., & Yesicha, C. (2018). Etnografi Komunikasi Tradisi

Bakar Tongkang (Go Ge Cap Lak) di Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal ASPIKOM, 3(5), 846.

https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i5.230

Yanti Mayasari Ginting, Helly Aroza Siregar, & Silvia Sari Sitompul. (2022). The Cultural

Tourism of Bakar Tongkang as National TourismEvent in Indonesia: Strategy and Economic

Impact. Baltic Journal of Law and Politics, 15(1), 1859–1875. https://doi.org/10.2478/bjlp-

-00118

Zainudin, M. (2024). Analisis Kearifan Lokal Budaya Bakar Tongkang Bagi Masyarakat. 03(June),


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Alia Dwi Elzenia