Relevansi Landasan Filosofis Pendidikan dan Pendidikan Nilai dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara bagi Penguatan PPKn

Fazlan Ade Umri , Ade Pranata Ginting , Muhammad Rafli Ashari , Amin Harahap

Abstract


Abstract: This study is motivated by the limited understanding among educators regarding the philosophical foundations of education and the suboptimal integration of value education in learning practices. This study aims to analyze the philosophical foundations of education and the concept of value education from the perspective of Ki Hajar Dewantara’s thought. The research employs a qualitative approach using a literature review method by examining various sources, including books, scientific journal articles, and relevant documents. Data were collected through literature searching, reading, and note-taking techniques, and were analyzed using descriptive qualitative analysis. The findings reveal that the philosophical foundations of education encompass metaphysical, epistemological, and axiological aspects that serve as the basis for determining educational direction, goals, and practices. Value education plays a crucial role in shaping students’ character holistically, covering cognitive, affective, and moral dimensions. Ki Hajar Dewantara’s perspective emphasizes that education is a guiding process to develop learners’ natural potential by maintaining the balance of intellect (cipta), feeling (rasa), and intention (karsa). In conclusion, the integration of philosophical foundations and value education in Ki Hajar Dewantara’s perspective remains relevant in addressing contemporary educational challenges and in fostering individuals with strong character and personality.

Keywords: Philosophy of Education, Value Education, Ki Hajar Dewantara, PPKn

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman pendidik terhadap landasan filosofis pendidikan serta kurang optimalnya integrasi pendidikan nilai dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan filosofis pendidikan dan konsep pendidikan nilai dalam perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui pengkajian berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis pendidikan mencakup aspek metafisika, epistemologi, dan aksiologi yang menjadi dasar dalam menentukan arah, tujuan, dan praktik pendidikan. Pendidikan nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan moral. Pemikiran Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses tuntunan untuk mengembangkan potensi kodrat peserta didik dengan menekankan keseimbangan cipta, rasa, dan karsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi landasan filosofis pendidikan dan pendidikan nilai dalam perspektif Ki Hajar Dewantara tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern serta dalam membentuk manusia yang berkarakter dan berkepribadian.

Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Pendidikan Nilai, Ki Hajar Dewantara, PPKn


Keywords


Filsafat Pendidikan, Pendidikan Nilai, Ki Hajar Dewantara, PPKn

References


Banks, J. A. (2008). Diversity, group identity, and citizenship education in a global age. Educational Researcher, 37(3), 129–139. https://doi.org/10.3102/0013189X08317501

Branson, M. S. (1998). The role of civic education: A forthcoming education policy task force position paper from the Communitarian Network. Center for Civic Education.

Cogan, J. J., & Derricott, R. (1998). Citizenship for the 21st century: An international perspective on education. Kogan Page.

Dewantara, K. H. (2013). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka: Bagian I pendidikan. UST-Press. (Karya asli diterbitkan tahun 1962)

Dewey, J. (1916). Democracy and education: An introduction to the philosophy of education. The Macmillan Company.

Falah, R. Z. (2017). Landasan Filosofis Pendidikan Perspektif Filsafat Pragmatisme Dan Implikasinya Dalam Metode Pembelajaran. Elementary, 5(2), 374–392. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/elementary/article/download/2993/pdf

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

Kerr, D. (1999). Citizenship education: An international comparison. Qualifications and Curriculum Authority (QCA).

Kohlberg, L. (1984). Essays on moral development: Vol. 2. The psychology of moral development. Harper & Row.

Kurnia, S., Novia Santi, A., Dwi Hendri Yenni, T., Ayu, M., & Negeri Padang, U. (2023). Pentingnya Penerapan Filsafat Pendidikan Oleh Guru Sekolah Dasar. 08, 2477–2143.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of California Press.

Nucci, L. P., & Narvaez, D. (Eds.). (2008). Handbook of moral and character education. Routledge.

Osler, A., & Starkey, H. (2005). Changing citizenship: Democracy and inclusion in education. Open University Press.

Print, M. (2007). Citizenship education and youth participation in democracy. British Journal of Educational Studies, 55(3), 325-345. https://doi.org/10.1111/j.1467-8527.2007.00382.x

Ristekdikti. (2017). Memandang Revolusi Industri dan Dialog Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi Indonesia. Direktorat Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn: A view of what education might become. Charles Merrill.

Samho, B. (2014). Visi pendidikan Ki Hadjar Dewantara: Tantangan dan relevansi. Jurnal Melintas, 30(3), 285-307.

Silmi, S. P., Indonesia, U. P., Sauri, S., & Indonesia, U. P. (2023). Filsafat Ilmu Sosial dan Kemanusiaan. 29.

Syahril, Iwan. Proklamasi dan Transformasi Pendidikan di Indonesia Abad 21, http://edukasi.kompasiana.com/ 2013/ 08/ 18/proklamasi- dan-transformasi-pendidikan-indonesia-abad-ke-21-585038. html (laman diakses tanggal 15 September 2016).

Thabrani, A. M. (2015). Filsafat Dalam Pendidikan. IAIN Jember Press.

Tilaar, H. A. R. (1999). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia: Strategi reformasi pendidikan nasional. Remaja Rosdakarya.

UNESCO. (2015). Global citizenship education: Topics and learning objectives. UNESCO Publishing.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for democracy. American Educational Research Journal, 41(2), 237–269. https://doi.org/10.3102/00028312041002237

Widodo, H. (2021). Pendidikan karakter berbasis pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan abad ke-21. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 1-15.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Fazlan Ade Umri