Internalisasi Nilai Gotong Royong dalam Membangun Solidaritas Sosial untuk Mencapai Tujuan Bersama
Abstract
Abstract: Mutual cooperation (gotong royong) is a noble value of Indonesian society that plays an important role in building social solidarity and strengthening community cooperation. However, the development of modern life, characterized by increasing individualism, has become a challenge in maintaining this value. This study aims to analyze the process of internalizing the values of gotong royong in building social solidarity to achieve common goals. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the internalization of gotong royong values at Djojoredjo Pamulang Junior High School is carried out through habituation, role modeling, active participation, and the cultivation of collective awareness in school life. This process fosters attitudes of mutual assistance, shared responsibility, social concern, and trust among students, thereby strengthening social solidarity in achieving common goals. The study concludes that the internalization of gotong royong values at Djojoredjo Pamulang Junior High School is a strategic effort to maintain social cohesion amid the challenges of individualism. Therefore, the involvement of families, educational institutions, and the wider community is needed to continuously revitalize the values of gotong royong.
Keywords: Internalization of Values, Mutual Cooperation, Social Solidarity, Common Goals, Society.
Abstrak: Gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang berperan penting dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat kerja sama masyarakat. Namun, perkembangan kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya individualisme menjadi tantangan dalam mempertahankan nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai gotong royong dalam membangun solidaritas sosial guna mencapai tujuan bersama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai gotong royong di SMP Djojoredjo Pamulang dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, partisipasi aktif, serta penanaman kesadaran kolektif dalam kehidupan masyarakat. Proses tersebut membentuk sikap saling membantu, tanggung jawab bersama, kepedulian sosial, dan rasa percaya antarmasyarakat sehingga memperkuat solidaritas sosial dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai gotong royong di SMP Djojoredjo Pamulang menjadi upaya strategis dalam menjaga kohesi sosial di tengah tantangan individualisme, sehingga diperlukan peran keluarga, pendidikan, dan masyarakat dalam merevitalisasi nilai gotong royong secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Gotong Royong, Solidaritas Sosial, Tujuan Bersama, Masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Branson, M. S. (1998). The role of civic education: A forthcoming education policy task force position paper from the Communitarian Network. Center for Civic Education.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dewantara, K. H. (2013). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka I (Pendidikan). UST-Press. (Karya asli diterbitkan 1962)
Durkheim, É. (1997). The division of labor in society (W. D. Halls, Trans.). The Free Press. (Original work published 1893)
Hidayat, R. (2019). Pendidikan karakter di era digital. Jurnal Pendidikan, 4(2), 120–130.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). An educational psychology success story: Social interdependence theory and cooperative learning. Educational Researcher, 38(5), 365–379. https://doi.org/10.3102/0013189X09339057
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan. Kemendikbud.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lestari, S. (2020). Peran sekolah dalam membentuk karakter sosial siswa. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 55-63.
Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books. (Original work published 1991)
Lickona, T. (2013). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nasution, S. (2017). Metode research (penelitian ilmiah). Bumi Aksara.
Pranowo. (2013). Nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat. UNY Press.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Sari, N., & Dewi, D. A. (2021). Implementasi nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Jurnal PPKn, 9(1), 45–52.
Setiawan, D. (2020). Peran pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 150–160.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Allyn & Bacon.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning in elementary schools. Education 3–13: International Journal of Primary, Elementary and Early Years Education, 43(1), 5–14. https://doi.org/10.1080/03004279.2015.963370
Suryani, N., & Agung, L. (2018). Strategi belajar mengajar. Ombak.
Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan. Rineka Cipta.
Triyanto. (2020). Peluang dan tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Civics, 17(1), 1–10.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wibowo, A. (2017). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah. Pustaka Pelajar.
Yusuf, R., & Fajri, I. (2022). Differences in behavior, engagement and environmental knowledge on waste management. Heliyon, 8(2), e08912. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e08912
Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Cintya Ardinary, Siti Adawiyah Anwar, Lathifah Sandra Devi



.png)

1.png)