TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENUNDAAN PEMBAGIAN WARISAN OLEH AHLI WARIS

Isnina Isnina

Abstract


Penundaan pembagian warisan merupakan fenomena yang sering terjadi dalam masyarakat Muslim dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik dari sisi hukum, sosial, maupun spiritual. Dalam perspektif hukum Islam, hak ahli waris atas harta peninggalan muncul secara otomatis setelah wafatnya pewaris dan terpenuhinya syarat syarat tertentu. Penundaan tanpa alasan syar’i dipandang sebagai bentuk pengabaian hak (ta’ṭīl al-ḥuqūq) dan dapat dikategorikan sebagai tindakan zalim yang melanggar prinsip keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penundaan warisan berdasarkan dalil syar’i, pandangan mazhab fiqih, serta implikasinya terhadap keharmonisan keluarga dan kepastian hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual, perbandingan mazhab, dan maqāṣid al syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan warisan seringkali disebabkan oleh dominasi pihak tertentu, konflik internal, atau alasan adat, yang berujung pada marginalisasi ahli waris lemah, sengketa keluarga, dan pelanggaran hak ekonomi. Solusi yang ditawarkan mencakup edukasi hukum waris, dokumentasi wasiat, musyawarah keluarga, legalitas administrasi, serta penggunaan mekanisme takhāruj dan pendekatan ishlah berbasis syariah. Kajian ini menegaskan pentingnya distribusi warisan secara adil, tepat waktu, dan sesuai syariat untuk menjaga keutuhan keluarga dan menegakkan keadilan dalam Islam.

Keywords


warisan, penundaan, hukum Islam, keadilan

Full Text:

PDF

References


Abdul Wahid. (2003). Ilmu faraid dan pembagian warisan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Al-Bukhari, M. I. I. (n.d.). Shahih al-Bukhari (No. 6732). Beirut: Dar Ibn Katsir.

Al-Dardir, A. M. (2001). Al-Sharh al-Kabir. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Ksani, A. B. M. (1986). Bada’i’ al-Sana’i fi Tartib al-Shara’i. Beirut: Dar al-Kutub

al-‘Ilmiyyah.

Al-Nawawi. (1996). Raudhah al-Thalibin. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Zuhaili, W. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 8). Beirut: Dar al-Fikr.

Ash-Shiddieqy, H. (1997). Pengantar Ilmu Faraid. Semarang: Pustaka Rizki Putra.

Al-Kautsar, M. A. (2019). Penundaan Pembagian Warisan dalam Perspektif Fiqh dan

Adat: Studi Kasus Masyarakat Minangkabau. Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum,

(1), 45–56.

Al-Sabuni, M. A. (1998). Rawai' al-Bayan: Tafsir Ayat al-Ahkam (Vol. 1). Beirut: Dar al

Fikr.

Al-Suyuthi, J. (2003). Al-Asybah wa al-Nazair fi Qawa'id Fiqhiyyah. Beirut: Dar al-Fikr

Amir Syarifuddin. (2006). Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana.

Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of Theory

and Research for the Sociology of Education. Greenwood Press.

Departemen Agama RI. (2015). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: PT Syaamil Cipta

Media.

Durkheim, E. (1997). The Division of Labor in Society. New York: Free Press.

Fauzi, M. (2019). Eksklusi Hak Waris Perempuan dalam Tradisi Lokal: Studi Kasus dan

Tinjauan Maqashid. Jurnal Al-Ahwal, 12(2), 143–159.

Ibn Qudamah. (1992). Al-Mughni (Vol. 6). Beirut: Dar al-Fikr.

_______. (1997). Al-Mughni. Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub.

Kementerian Agama RI. (1991). Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Dirjen Bimas Islam.

Mahkamah Agung RI. (2011). Putusan Nomor 2011 K/AG/2011. Jakarta: Direktori

Putusan Mahkamah Agung.

Mulia, M. (2007). Islam dan inspirasi keadilan gender. Jakarta: Mizan.

Muslim, I. H. (n.d.). Shahih Muslim (No. 1615). Beirut: Dar al-Fikr.

Nurrohman. (2021). Syarat-Syarat Sah Pembagian Waris Perspektif Maqashid Syariah.

Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 9(1), 33–48.

https://doi.org/10.24252/am.v9i1.2021

Ramadhan, M. (2020). Sengketa Waris dalam Perspektif Hukum Islam dan Solusinya.

Jurnal Hukum Islam dan Peradilan, 5(2), 101–115.

Sulaiman, I. (2021). Problematika Pembagian Warisan dalam Keluarga Muslim dan

Solusinya. Jurnal Sosiologi Islam, 4(1), 55–70.

Wahid, A. (2003). Ilmu faraid dan pembagian warisan Islam. Yogyakarta: UII Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.